Kapal selam milik Rusia terbaru dinamai K-239 Severodvinsk. Dibangun selama 20 tahun dengan bahan bakar reaktor nuklir, jenis kapal selam ini untuk memburu kapal selam lain, menghancurkan kapal perang dan serangan ke darat.

Konstruksinya dibuat tahun 1993, tahun 2011 memasuki uji coba, akhirnya K-239 Severodvinsk masuk di jajaran armada utara. Masyarakat mungkin bertanya, mengapa pembangunan kapal ini begitu lama, sampai 20 tahun baru masuk ke barisan tempur militer.
Kapal dengan panjang 120meter, mengunakan 1 mesin dengan tenaga reaktor, kecepatan 37km, di permukaan 52km. Uji coba pertama dilakukan 15 Juni 2010. Mulai melakukan pelayaran 12 September 2011 dan baru kembali pada 6 Oktober 2011. Membaw 90 awak dengan 32 pimpinan, mampu berlayar selama 100 hari. Kemampuan menyelam sampai kedalaman kapal sampai 600 meter.

Pabrik menbuatnya ditangani oleh RT, membangun kapal selam dengan sonar array tercanggih dan terbesar. Kapal ini mampu membawa misil Onyx anti kapal perang dan serangan rudal ke darat Kalibr. Senjata ini paling mematikan dalam perang, dan kapal selam tetap aman tersembunyi  di dalam air. Misil Onyx dan Kalibr memiliki jangkauan 260 km.

Dalam kontrak pembuatan kapal selam ini terdapat data yang unik. Menyebutkan rudal 9K38 Igla sebagai salah satu rudal anti tank atau anti udara. Bila senjata ini dibawa termasuk 2 jenis rudal lain, berarti kapal selam ini tidak saja bisa menyerang kapal perang di lautan, menyerang ke darat, tapi menjatuhkan pesawat tempur.

Kapal selam K-239 Severodvinsk masuk di kelas kapal selam Yasen. Atau setara kapal selam multi fungsi seperti Virginia yang dibuat tahun 1999 dan selesai tahun 2004. Amerika memiliki 10 kapal selam jenis Virginia, 7 dalam perencanaan dan total 28 kapal bila anggaran mencukupi.
Menurut kabar, jenis kapal selam Yasen berikutnya akan dirancang 5x lebih cepat dari generasi sebelumnya.