Cara charger baterai smartphone dan mitos dengan charger


Product | 19 June 2014

Ada beberapa mitos dengan pengunaan smartphone dengan charger

Beli charger kompatibel sembarangan untuk baterai

Katanya dapat merusak baterai. Tidak juga, tapi charger versi KW (charger abal abal) perlu dihindari.
Adaptor Charger abal abal tanpa sertifikasi atau charger palsu yang mirip seperti asli. Bukan hanya merusak adaptor dan pengisi baterai menjadi panas,  kadang konektor murah dapat merusak socket port power yang tidak standar, pin yang berkualitas rendah..

Mengapa, bila charger anda terlalu panas, tapi pengisian baterai lebih lama.
Konsumsi energi charger abal abal yang bermasalah, memboroskan biaya listrik anda.
Charger original akan lebih hemat energi.

Gunakan charger asli lebih baik, charger merek lain asalkan berkualitas juga bagus bahkan lebih baik kualitasnya.

Berapa biaya listrik satu charger smartphone dalam setahun.
Asumsi mengisi baterai smartphone selama 3 jam setiap hari. Dengan charger 1Ah 5V, membutuhkan listrik 8W atau total 8W x 3 jam = 24W.
Total sebulan 30 hari pengisian baterai smartphone 24W x 30 = 720Wh. Biaya listrik Rp.1500 perkWh
Satu bulan biaya pengisian baterai hanya Rp.1080, setahun dikalikan 12 = Rp.12.960
Biaya pengisian baterai hanya sekitar itu., asalkan charger yang dipakai tipe charger original dan hemat power.

Charger replacement , subsitusi, charger premium atau merek lain mungkin kalah baik atau lebih baik dibanding standar charger asli dari produsen.

Beberapa merek menawarkan charger premium menawarkan pengisian charger dengan ampere lebih besar, dan mengisi baterai lebih cepat dari charger standar. Termasuk pengunaan kabel USB premium untuk mengisi baterai sesuai kapasitas ampere smartphone dan charger.



Charger replacement atau charger kompatibel bisa saja lebih berkualitas bahkan tidak murah.

Salah satu kasus sering terjadi di iPhone, dapat menyebabkan kerusakan socket karena adaptor palsu abal abal yang tidak memperkirakan beban arus yang masuk pada socket.
iPhone mengunakan standar fast charger 2A, bila socket adaptor tidak kuat menahan arus tersebut maka perlahan akan rusak.

Masalah lain, bocornya isolasi charger ketika penguna dapat terkena sengatan listrik.

Kebalikannya, beberapa merek charger abal abal dijual sangat murah dan tidak masuk akal. Menawarkan pengisian baterai 1A - 2A - 3A dengan fitur khusus untuk merek A atau B. Nyatanya sistem pengisian baterai dari adaptor jenis ini dibawah standar. Kadang hanya memberikan power 400mAh atau dibawahnya, yang minimum sudah di dapat dari charger asli bawaan paling rendah seperti 500mAh.




Baterai kembung karena umur

Penyebab baterai kembung atau baterai bengkak, diluar negeri disebut Swollen Battery.

Baterai lithium memiliki perlindungan, ditutup dengan lempeng metal yang kuat.

Ketika baterai kembung disebabkan kerusakan pada baterai, tapi bukan dari umur. Bisa saja baterai baru dan digunakan selama 3 bulan mengalami kembung adalah produk cacat.

Kondisi tertentu membuat baterai membengkak dan mulai memperluas sampai mendorong lempeng pelindung. Di dalam baterai terjadi penumpukan gas yang dihasilkan oleh oksida elektrokimia elektrolit dan terjadilah baterai kembung atau baterai bengkak akibat gas di dalam baterai.

Oksida atau timbulnya gas tersebut dapat terjadi ketika pengisian daya yang berlebihan (Overcharger atau over voltase) dan membuat baterai rusak. Atau kejadian langka ketika produksi baterai ternyata cacat, tapi jumlahnya sangat sedikit.

Hal tersebut dapat disebabkan charger yang dipakai. Baterai kembung sebaiknya diganti, karena baterai mengalami penumpukan gas dengan tekanan berlebih.
Kapan saja bisa meletup dan menyebarkan racun. Intinya kita tidak tahu apakah sistem pengaman pada smartphone bekerja karena tidak dapat diperiksa dan terjadi dalam internal baterai.
Biasakan baterai diisi sampai 90% agar tetap aman dan berumur panjang.

Tidak mengunakan smartphone ketika di charger

Apakah boleh mengunakan smartphone ketika mengisi baterai.

Tidak masalah, hanya pengisian baterai akan lebih lama. Smartphone tidak akan meledak ketika mengisi baterai dan menelpon.


Dan smarphone tidak akan nyetrum walau sedang di isi baterainya (dengan catatan charger yang baik atau asli).

Memang pernah ada kejadian di beberapa negara, penguna smartphone tersengat listrik. Disebabkan kebocoran aliran listrik di charger berkualitas rendah dan arus mengalir melalui kabel USB ke smartphone.

Ketika smartphone terhubung ke baterai, dan smartphone juga digunakan. Maka ada pembagian power yang masuk untuk pengisian baterai antara arus baterai dan arus bagi perangkat smartphone yang aktif.
Ketika smartphone aktif sebenarnya power baterai sudah digunakan, sama saja ketika mengisi charger, dimana smartphone tetap aktif.

Mengisi baterai smartphone semalaman akan merusak baterai.

Tidak juga dengan catatan.

Yang benar smartphone adalah mesin, dan butuh istirahat. Ada baiknya untuk rutin mematikan smartphone untuk memaksimalkan kapasitas baterai.
Jadi matikan saja smartphone tidak dipakai atau ketika tidur.
Dari Apple, cobalah matikan smartphone seminggu sekali agar baterai tetap fit.

Kondisi ketika smartphone di charge semalaman. Sistem charger akan menurunkan output power yang diterima ke baterai smartphone ketika baterai mulai mencapai voltase 90%.
Dan terus memperlambat pengisian agar baterai agar tidak mengalami overload. Bila dibiarkan artinya baterai dalam kondisi penuh tetap berada di voltase maksimum.
Kondisi tersebut tidak merusak hanya memperpendek umur baterai atau degradasi baterai, karena terus berada pada voltase tinggi dari pasokan arus adapter ke baterai smartphone.

Pada prakteknya, pengisian baterai smartphone sebaiknya dijaga sampai 90% atau lebih rendah. Selesai mencapai kapasitas tersebut, charger dapat dilepas.

Lalu apa yang rusak bila smartphone di charge terus setiap malam. Baterai akan mengalami stres, atau tekanan berat dengan kondisi ketika selalu berada di voltase 100%

Dibawah ini salah satu contoh sistem pengisian baterai litihium yang otomatis dapat melambat.



Jangan mengisi baterai smartphone sebelum benar benar habis.

Apa benar baterai smartphone harus dikosongkan sebelum di isi ulang.

Yang benar, sebaiknya mengisi baterai ponsel bila kondisi baterai sudah melemah.
Sifat baterai lithium bisa di isi kapan saja dan tidak berdampak dengan memory effect kapasitas baterai.

Bila baterai dibuat sampai kosong malah membuat baterai tidak stabil dan lebih cepat rusak.
Baterai lihtium memiliki umur dengan berapa kali pengisian dilakukan.

Yang tidak baik bila membiarkan baterai smartphone sampai kosong sama sekali.
Karena sensor sirkuit akan mematikan sistem pengisian karena dianggap baterai bermasalah. Mengisi baterai dengan voltase diatas batas juga merusak baterai.

Suhu udara juga berpengaruh pada baterai, walau di Indonesia cukup stabil bagi baterai lithium Suhu terlalu dingin atau terlalu panas dapat melemahkan kapasitas baterai. Khusus untuk suhu dingin, kapasitas baterai akan lebih cepat melemah dari biasanya.

Ketika menyimpan baterai, isi sekitar 50% kapasitas. Tidak perlu dibiarkan kosong, tidak perlu di charger sampai full dan baru disimpan.

Siklus pengisian baterai agar lebih awet

Baterai lithium memiliki usia dari berapa kali di isi. Mengosongkan baterai total habis dapat memperpanjang umur baterai Lithium. Itu yang disebut satu siklus.



Baterai lithium memiliki degradasi dari waktu ke waktu. Perlahan mulai menurun kemampuan menyerap energi atau muatan lebih sedikit.
Usia baterai tidak dapat dihentikan dan proses degradasi kemampuan baterai terus berjalan, tapi usia baterai dapat diperpanjang dengan kebiasaan kita.

Isidor Buchmann, CEO dan pendiri Cadex Electronics dan kontributor utama sumber daya online Universitas Baterai

Mengisi baterai sampai 100% bukan hal baik. Karena baterai lithium tidak ingin terisi penuh, apalagi baterai sudah lebih panas.
Mengisi baterai sampai 100% akan meningkatkan resistant atau tahanan di dalam baterai. Hal tersebut terlihat baterai menjadi lebih hangat.
Dalam kondisi di charger, bila baterai mulai hangat bahkan panas akan merusak baterai walau tidak terjadi dalam waktu singkat. Tetapi nanti.

Ada beberapa rahasia produsen, baterai smartphone kapasitas besar. Produsen tidak akan membiarkan pemilik mengisi baterai sampai penuh.
Hanya 80% saja dan sistem pengisian baterai smartphone akan berhenti, agar baterai dapat bertahan lebih lama. Seperti iOS 13 dirancang seperti itu.

Demikian juga baterai camera, produsen hanya menempatkan kapasitas baterai sampai 20-30%, maka sistem camera akan menghentikan operasi camera.

Sebaliknya mengisi baterai lithium lebih besar dari kapasitasnya akan memperburuk kondisi baterai. Begitu juga bila baterai di pakai sampai 0%, baterai akan membenci anda.
Berapa pengisian baterai disarankan, 20-80%  20% mulai mengisi, dan 80% cabut charger anda. Baterai akan mencintai anda lebih lama.

Sisa baterai 60% lalu baterai di isi ulang.
Maka hitungan satu siklus dihitung setelah baterai di isi 40% dari sisa pemakaian selanjutnya.
Satu siklus usia baterai tidak dihitung dari berapa kali baterai di charger, tapi dari total pengisian dan pemakaian kapasitas baterai

Anda mau mengisi 5% dirumah, lalu mengisi 50% di kantor tidak masalah

Suhu baterai ketika di charger akan naik dari 25 - 50 deg.C. Bila ingin disimpan, baterai harus ditempatkan di tempat sangat sejuk antara 10-15 derajat.


Apa yang tidak dilakukan dengan baterai Lithium

  • Jangan biarkan baterai kosong dan disimpan untuk jangka waktu lama. Sebelum menyimpan, sebaiknya di charger sampai setengah kapasitas baterai. Bila baterai Lithium dibiarkan sampai kosong, voltase akan turun dibawah 3,3 volt DC. Bila power di baterai terus dibiarkan merosot, maka sirkuit proteksi akan mengaktifkan sistem proteksi bahwa kondisi baterai telah rusak. Terkadang baterai tidak bisa di charge.
  • Menyimpan baterai lithium yang tidak terpakai untuk waktu lama, amat disarankan di tempat sejuk.
  • Tidak mengisi baterai smartphone sampai 100%, biasakan hanya mencapai 80 -90%. Dengan 95% dapat menambah umur pemakaian baterai smartphone, lebih rendah lagi dapat melipatkan usia pemakaian baterai. Ada aplikasi untuk mengingatkan penguna ketika mengisi baterai smartphone, agar memberi peringatan ketika baterai sampai kapasitas tertentu yaitu Battery Notification
  • Tidak menghabiskan kapasitas baterai dibawah 20-10%, dan mengisi baterai sebelum mencapai 10% kapasitas baterai dapat memperpanjang umur baterai.
  • Baterai lithium memiliki sifat penyimpan 2 kali lebih besar dari baterai Nimh dan daya yang ditampung sangat besar. Jangan pernah mengetok atau melubangi baterai dengan benda tajam. Bila terjadi short di dalam akibat gangguan dari luar seperti paku metal. Baterai dapat terjadi short, panas dan terbakar. Demikian juga bagian kutub baterai. Antara + dan - tidak boleh terjadi short, karena baterai akan melepas energi listrik sangat besar.

Berita terkait
Banyak pembeli memilih smartphone dengan ukuran , disain, berat. Smartphone terbaru kembali memiliki masalah dengan perangkat. Pembeli tidak tahu kebutuhan smartphone harus bisa stand-by selama mungkin. Ukuran baterai beasr di smartphone tipis, Umi Mobile menguji baterai smartphone. Perubahan teknologi baterai dan perangkat 2018

Penelitii dari UC Irvine menemukan rancangan baterai yang dapat di charger ulang sebanyak 200.000 kali dengan penurunan 5% kapasitas baterai. Artinya baterai akan bekerja lebih dari 500 tahun. Uniknya, penemuan tersebut secara tidak di sengaja, karena mereka tidak tahu bagaimana cara kerja baterai tersebut dapat bertahan begitu lama.



Memilih powerbank terbaik. Apakah merek, tingkat efisiensi, kualitas baterai, harga, dan disain. Seluruhnya penting, tetapi bagaimana memilih powerbank yang baik. Atau setidaknya memilih powerbank yang tepat. Merek besar menentukan kualitas sebuah powerbank

Kinkoo High Speed Charger ini memiliki 6 port USB untuk mengisi baterai smartphone atau perangkat yang membutuhkan pengisian power 5V. Berbeda dengan pengisian adaptor charger biasa, Kinkoo High Speed Charger dapat mengisi 85%  lebih cepat.

Baterai NiMH lebih hemat dibanding baterai biasa. Tapi perlu di isi ulang sebelum digunakan. Tidak membiarkan baterai di dalam perangkat elektronik selama 3 bulan lebih. Mengisi 3-4 jam membuat umur baterai lebih lama.

Kali ini teori terbalik dalam pengisian baterai lithium. Baterai lithium ideal diisi dengan voltase 4.2V, bila di isi diatas voltase tersebut maka umur baterai turun sampai separuh. Teorinya, semakin sering di charge maka kapasitas baterai lithium akan menurun. Mengisi baterai yang baik sampai 80% membantu usia baterai.




No popular articles found.
< /body>