Foto Milky Way dari pesawat diabadikan Alex Merga dengan satu foto saja


Kategori : Digital | Date : 16 June 2014
Astrophotographer Alex Merga berhasil mengabadikan galaksi Milky Way pada 7 Juni 2014. Ketika dia melakukan perjalanan dan pesawat melewati laut Atlantik dari New York dan London. Foto diambil dari ketinggian 11 ribu meter. Katanya ketika itu kondisinya sempurna tanpa polusi cahaya.

Tantangan yang dihadapi adalah kecepatan pesawat. Bagaimana mengambil gambar ketika pesawat sedang terbang dengan kecepatan 800km perjam. Dia memberikan tip mengambil gambar di pesawat seperti ini. Buka lebar lensa, dia mengunakan lensa EF f.1.8 28mm merek Canon. Dengan camera 450D ISO 1600. Dia menembak 93 foto dengan durasi 30 detik atau kurang. Karena susah mengunakan tripod di pesawat, dia menjepitnya agar gambar tidak goyang dengan Goriilapod. Lalu ditutup jendela dengan selmut untuk memblokir cahaya lampu di dalam kabin.

Ketika semua sudah dilakukan, dia mencoba lagi satu gambar dengan eksposur 10 detik.Hanya dengan satu foto, hasilnya seperti dibawah ini



Menurut data Astrobin, foto yang diambil adalah  Omega nebula, M 17, NGC 6618, IC 4701, M 8, Lagoon nebula, Hourglass nebula, NGC 6523, NGC 6526, M 7, NGC 6475, NGC 6383, NGC 6357, NGC 6334, Bintang ?Sgr, bintang Kaus Borealis (?Sgr), bintang Media (?Sgr), bintang Ascella (?Sgr), bintang Lesath (?Sco), bintang ?Sco, bintang Nunki (?Sgr), bintang Kaus Australis (?Sgr), Sargas (?Sco), bintang Girtab, bintang  Shaula (?Sco), bagian dari konstelasi Scorpius (Sco), Sagittarius (Sgr), dan Corona Austrina (CrA)

Pengalaman si stargazer ini bukan pertama kali dilakukan. November tahun lalu dia naik pesawat Boeing 767. Ketika dia melihat jendela ternyata ada galaksi terlihat disana. Sayangnya waktu terbaik mengabadikan galaksi Bimasakti untuk fotographer hanya di musim panas. Kemarin dia terbang ketika pesawat nyaris kosong. Dan waktunya tepat untuk mengambil galaksi Bimasakti, karena sekarang sedang musim panas. Dia mencoba dan berhasil mendapatkan foto diatas.

+ Fotonya masuk di Nasa.Gov
+ Alex 360

Berita terkait
Selama bulan Desember - Februari posisi Bumi mengarah ke arah tepi galaksi, cahaya bintang terlihat lebih terang. Kebalikannya pada bulan Juni - Agustus, yang dilihat adalah bagian tengah galaksi dimana terdapat garis dan inti galaksi. Apa yang menarik dari periode 6 bulan tersebut.

Rustam Azmi memberi pengalaman bagaimana membuat foto ketika petir menyambar di gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa. 400 foto, menahan hujan dan berdoa katanya



Albert Dros fotographer ini pergi ke pinggiran kota, rencananya ingin membuat foto Milky Way. Maklum bulan Juni sampai Agustus adalah waktu paling tepat. Yang di dapat bukan garis galaksi saja, tapi stasiun ISS lewat dan meteor dalam waktu bersamaan

Satu foto di pulau Bali, mendapatkan garis galaksi Bima Sakti. Diabadikan pada hari Nyepi tanggal 21 Maret 2015.

Mantan astrophotographer Jim Abels memiliki pengalaman dalam pengambilan gambar malam hari, khusus untuk bintang atau planet. Pertengahan tahun lalu dia pergi ke pinggiran kota New Jersey, tepatnya di Ocean City. Apa yang di dapat disana.

Astrofotografi Cassey mengabadikan gambar pada tanggal 2 Agustus 2014. Dia mendapatkan gambar menarik dimana ada 3 objek dalam satu foto. Pertama adalah garis galaksi Bima Sakti, kedua sebuah meteor melintas, terakhir dia mendapatkan galaksi Andromeda.

Kalau di permukaan Bumi, mengabadikan galaksi Bima Sakti. Fotographer harus pergi ke tempat yang gelap, menjauhi daerah polusi cahaya seperti di kota. Tanpa pergi ke pegunungan, galaksi sangat sulit diabadikan dengan camera. Berbeda dengan astronot di stasiun ISS



Lorenzo adalah seorang stargazer atau pemburu foto bintang. Dia berhasil mengabadikan galaksi Andromeda di sebuah desa kecil di gunung Apennine Italia. Foto yang tidak biasa bahkan sekelas teleskop Hubble.

Markus memposting satu foto dari galaksi Milky Way / Bima Sakti.  mengunakan camera Canon 60D, ISO 2000, 30 detik, f4. Katanya fotonya memang terjadi blur, khususnya cahaya bintang.

Ditahun 1972, Apollo 17 mengabadikan plnaet bumi yang disebut The Blue Marble. mengunakan camera Hasselblad. Foto dibawah ini tidak tergantikan, atau setidaknya belum ada manusia yang bisa mengambil gambar utuh

Astronom Nick Risinger sudah 28 tahun mengeluti bidang foto astronomi. Kali ini dia membuat foto sangat lebar, objeknya galaksi Bima Sakti. Bukan satu foto panorama, tapi detil gambar di foto. Bila di Zoom fotonya memang sangat dalam

Fotographer Miloslav Druckmuller mendapatkan foto 2 galaksi di malam hari. Mengabungkan 13 foto untuk meningkatkan citra gambar. Akhirnya terbentuk 2 objek seperti awan, tapi bentuk tersebut adalah galaksi lain setelah Bimasakti.

Ketika anda berada di pegunungan Himalaya dengan ketinggian 7000 meter. Anda bisa melihat galasi Bima Sakti atau Milky Way. Anton Jankovoy melakukan pendakian di wilayah Annapurna mendapatkan pemandangan seperti ini




No popular articles found.