Nasa bersama Bigelow Aerospace membuat tempat tinggal di stasiun ISS bagi astronot. Modul kamar BEAM dicoba pada tahun 2015.

Mengunakan lengan robot, kamar modul dapat dipasang di sisi ISS. Uniknya bagian kamar tersebut dapat di kembang kempiskan seperti balon.

Ukurannya sekitar 330 meter kubik. Nasa mengatakan sistem BEAM lebih mudah dirakit sebagai modul ruang angkasa. Modul pertama yang dipasang, masih perlu diuji setidaknya selama 2 tahun.

Pengujian meliputi integrasi dengan struktur ISS, kebocoran dan respon terhadap suhu dan radiasi di ruang angkasa. Selesai di uji coba, modul akan dilepas dan jatuh ke bumi.

Untuk membawa perangkat BEAM mengandalkan roket SpaceX cargo. Setelah tersambung ke rangka ISS, balon di isi udara agar berkembang menjadi kamar.



Dibawah ini ketika modul dikembungkan dari modul stasiun ruang angkasa ISS di tahun 2016



+ NASA News

+ Bigelow Aerospace

Animasi dari Nasa.



Tahun 2017
Terlihat modul Beam masih bekerja dengan baik. Model prototipe Beam tersebut dapat memperluas ruang di stasiun ISS. Dapat digunakan untuk ruang cargo, atau tempat tidur bagi astronot.
Disain ruang Beam dapat menghemat ruangan ketika dibawa ke ruang angkasa, dan disana dapat dikembungkan.
Bahan Beam bukan dari metal, tapi dari serat kevlar seperti rombi anti peluru.
Selama pengujian ruangan Beam tidak memiliki fungsi normal, tapi hanya digantung di ruang stasiun ISS. Astronot yang tinggal disana akan memeriksa secara berkala
.
Awalnya setelah 2 tahun percobaan nantinya modul prototipe Beam akan dibuang dan jatuh kembali ke Bumi. Tapi ruangan tersebut sudah berfungsi dengan baik. Dan menjadi ruang kargo di stasiun ISS.
Selain ruangan Beam, masih ada model lain yaitu Beam B330, yang ini berdiri sendiri dengan ukuran 20x lebih besar. Dan baru dipasang pada tahun 2020.






Dibawah ini ruang Beam sudah masuk di Google View ISS