Update September 2014
Media ABC melakukan invesitasi pengunaan microbead di pasta gigi. Kabarnya bisa terjebak di bagian gusi. Bila bahan microbead dari odol masuk dan tertinggal di gusi. Akan berdampak bagi kesehatan gigi seperti radang gusi. Bahan microbead mulai ditentang digunakan untuk pengunaan sehari hari, karena dapat menganggu lingkungan.



Sekarang mulai ditentang agar tidak digunakan pada odol atau pasta gigi. Bagi dokter gigi, bahan ini mulai mengkhawatirkan mereka dalam merawat pasien. Microbead atau butiran harus pada pembersih seperti odol dapat tertinggal di bagian mulut. Bila berada di gusi, maka akan memberikan bakteri hidup di sela gusi dan menimbulkan gingivitis, bahkan dari waktu ke waktu akan masuk ketulang gigi sampai membuat gigi renggang.

Produk dari Colgate sudah mengumumkan mereka tidak mengunakan microbead di pasta gigi mereka. P&G mengatakan akan menghapus semua bahan microbead sampai awal tahun 2015.



Negara bagian Illinois mengumumkan larangan pengunakan plastik halus di sabun pembersih. Itu loh sabun untuk pembersih muka yang diberikan butiran halus untuk mengangkat kotoran. Butiran tersebut dinamai Microbead ini menjadi masalah bagi lingkungan. Karena butirannya sangat halus dan dibuat dengan plastik, menyebabkan kerusakan lingkungan di danau dan lautan. Kelihatannya sederhana, ukurannya yang kecil mungkin efektif untuk membersihkan wajah atau tubuh.



Bagi penguna tidak menyadari sisa dari sabun pembersih jenis ini akan mengalir ke saluran air sampai ke laut. Plastik kecil yang dimasukan untuk sabun pembersih atau sikat gigi ternyata terkumpul di sebuah danau Great Lake. Butiran plasti mencapai 500 ribu dalam satu km persegi dan terus mengambang. Bila dikumpulkan untuk butiran halus dari 300 ribu microbead hanya berukuran satu sendok makan. Tapi menyebar di satu daerah yang sangat luas.

Ukuran plastik Microbead hanya 0,355 mm, bisa saja ikan kecil akan memakan dan ikan juga dikonsumsi oleh mahluk lain. Dampak bagi ikan kecil juga menghambat masuknya makanan, karena secara fisik benda tersebut menyumbat saluran pencernaan mereka. Plastik juga mudah menyerab polutan beracuns, seperti PCB, pestisida, dan oli motor.

Jangan jangan setelah cuci muka dan sikat gigi. Bulan depan sedang makan ikan di restoran, benda tersebut kembali ke perut kita.

September 2016
Negara Inggris akan melarang pengunaan Microbead di produk pembersih mulai tahun 2017.  Alasannya setiap hari penguna pembersih dari pembersih muka, pasta gigi dan gel shower yang mengandung microbead, terlepas ke saluran air dalam jumlah 100.000 butir. Plastik bahan polymer termasuk jenis polyethylene, polypropylene, polystyrene tersebut hancur oleh alam. Dan ukuran yang kecil akan tetap keluar ke aliran pembuangan air.
Bahaya dari microbead sebagai butiran halus untuk pembersih, mengancam 280 jenis ikan serta 50 spesies burung.

Sabun pembersih dan lainnya akan dilarang mengunakan microbead

Januari 2018
Inggris akan membuat aturan pengunaan partikel kecil Microbead untuk produk kosmetik.

Di Inggris setiap tahun membuang 680 ton microbed, dan dianggap mengancam kehidupan lingkungan. Beberapa perusahan sudah menghapus produk mereka dari pengunaan microbead, termasuk Unilever. Dan perusahaan industri mencari bahan yang lebih alami seperti garam atau kulit kacang untuk penganti bahan plastik.
Plastik di dalam pembersih wajah atau pembersih kulit sebenarnya tidak diperlukan bila dianggap berbahaya. Karena penguna merasa kecewa bila sabun atau pasta gigi yang mereka gunakan ternyata dapat merusak lingkungan, atau sampai meracuni  serta termakan oleh ikan.

Amerika telah melarang pengunaan Microbead Juli 2017, dan Kanada mulai awal tahun ini. Selandia Baru mulai melarang produk dengan bahan Microbead Juni 2017. Dan beberapa negara di Eropa ikut mengkampanyekan bahaya bahan Microbead.