Roket Orion sudah berangkat untuk diuji coba persiapan manusia ke Mars


Kategori : Science | Date : 6 December 2014
Ibarat film James Bond terbaru, Nasa membuat roket paling kuat yang pernah dibangun. Mengalahkan kekuatan roket Apollo 11. Nasa merancang  Space Launch System / SLS dengan 2 konfigurasi dengan target peluncuran di tahun 2021 untuk membawa astronot. Tapi bukan untuk pergi ke bulan melainkan ke Mars.

Roket Orion menjadi bagian dari misi SLS. Disainnya serupa seperti roket Saturn V yang digunakan untuk misi Apollo, dengan kekuatan 20% lebih besar. Berat roket mencapai 132 ton untuk roket terbesar, dan yang lebih kecil dengan daya angkat 77 ton.  Keduanya akan digunakan untuk membawa astronot dan pasokan ke ruang angkasa dengan modul Orion.

Ukuran roket datas atas kebawah mencapai gedung 38 lantai. Mengunakan 2 roket pendorong berbahan bakar padat, dan 4 mesin tipe RS-25 dibagian tengah. Sistem modul Orion dari Nasa sudah dikembangkan sejak tahun 2005 dengan rancangan multi fungsi.
Bagaimana dengan teknologi antariksa saat ini. Tercanggih adalah SpaceX Dragon sudah memasuki tahap uji coba. Mampu membawa 7 astronot, tapi hanya pulang pergi dari dan ke stasiun ISS.
Roket di jaman USSR pernah membuat roket raksasa yang disebut roket N1 atau Tsar Rocket. Tapi roket ini tidak pernah berhasil terbang.

Untuk uji coba, Nasa akan melakukan test pesawat tanpa awak dengan Orion tahun ini. Diharapkan mampu membawa modul sejauh 5700km ke ruang angkasa. 5x lebih jauh dari jarak ISS ke bumi. Modul akan kembali secara otomatis ke bumi, dan turun dengan kecepatan 6000km perjam. untuk menguji daya tahan modul ketika masuk ke atmosfer.

Dibawah ini bagan roket Orion sebagai roket paling kuat yang pernah dibuat



Update 4 Desember 2014
Dimulai percobaan peluncuran roket Orion di Cape Canveral Florida. Lalu meluncur sampai di ketinggian 160km dari permukaan bumi atau batas sabuk radiasi Van Allen. Selesai melakukan test, modul Orion kembali ke bumi dengan kecepatan 32180km perjam dan di uji dengan daya tahan suhu atmofer sampai 2.200 deg.C setara 2 kali lebih panas dari lahar cair untuk pengujian sistem kritis modul pendarat dari pelindung panas sampai instrumen. Modul akan diperlambat dengan 3 parasut sampai kecepatan 100km perjam, setelah melambat parasut kedua akan dibuka untuk menurunkan kecepatan lebih rendah.

Nasa akan mencatat kondisi modul pendarat sebagai simulasi modul yang turun di planet Mars. Walau tidak mudah, ketika modul jatuh komunikasi antara modul dan stasiun di Bumi akan terputus sementara. Tapi semua dicatat oleh peralatan di modul.












Setelah roket terbang membawa modul Orion. Modul Orion yang diuji coba berhasil mendarat di laut. Data di dalam modul tesebut nantinya diteliti lebih lanjut setelah melewati pengujian sangat ektrem karena memasuki atmofer dengan suhu mencapai 2000 derajat C.
Dibawah ini video ketika modul Orion yang nantinya membawa astronot turun di planet Mars. Terlihat sedang diuji kekuatan pelindung panas dan turun kembali ke Bumi dengan kecepatan 30.000 km perjam. Warna di bagian bawah modul berubah warna dari oranye, warna pink, jingga dan kembali ke oranye. Perubahan warna tersebut adalah panas yang menyelimuti modul, dan panas tidak terjadi dibagian bawah tapi seperti Trail buntut asap yang samgat panas.



Dan modul terlihat masih utuh sampai ke bumi. Nantinya modul tersebut akan digunakan untuk membawa astronot agar bisa masuk planet Mars dengan aman.


www.space.com/26015-nasa-space-launch-system-orion-capsule.html
Mengunakan roket biasa untuk perjalanan ruang angkasa, sepertinya sukar dilakukan. Tabung besar untuk tangki bahan bakar, belum tentu cukup untuk perjalanan yang cukup lama. Nasa baru saja mengkonfirmasi teknologi roket dengan daya dorong microwave emDrive bisa dilakukan. Mei 2018 kemungkinan proyek emDrive tidak bekerja.

Roket Long March LM-7 dirakit di Wenchang pusat peluncuran satelit setara Cape Canaveral. Roket LM-7 bukan roket biasa, tapi roket kelas berat pertama buatan China. LM adalah nama Long March dan 7 sebagai model. Long March 5 membawa satelit komunikasi bulan September 2017 gagal membawa satelit ke orbit.



Nasa bersama Bigelow Aerospace membuat tempat tinggal di stasiun ISS bagi astronot. Modul kamar BEAM akan dicoba pada tahun 2015. Mengunakan lengan robot, kamar modul dapat dipasang di sisi ISS. Ruangan ini sudah setahun masih baik, dan sudah dimanfaatkan sebagai ruang kargo.

Nasa sedang merancang roket paling besar dan kuat, memiliki tinggi lebih dari 100 meter. Mengalahkan roket Saturn V yang mengangkut manusia ke Bulan. Agustus 2015 baru diuji coba mesin roket RS-25 sebagai mesin roket paling rumit dan efisien. Kemungkinan proyek SLS batal

Tanki bahan bakar pesawat ulang alik atau space shuttle dibawa pulang ke museum. Tanki raksasa seberat 33 ton seperti ini , dahulunya digunakan sebagai tangki bahan bakar utama. Tabung tersebut dipasang di pesawat ruang angkasa, dan terakhir dilepas setelah mencapai ruang angkasa.

Ruang angkasa adalah ruang vakum. Bila udara dalam kantong di buka, maka akan tersedot ke ruang angkasa. Apakah ruang angkasa memiliki bau, lalu seperti apa. Astronot sering merasakan bau aneh, seperti metal atau daging terbakar.

Nasa menditeksi signal misterius dari jarak 240 juta tahun cahaya dari bumi. Letaknya di cluster Perseus, salah satu objek paling besar di alam semesta. Signal tidak dikenal tersebut memiliki gelombang X-ray yang sangat spesifik. Jangan jangan signal dari alien.



Soviet memiliki roket terbesar di dunia. Disebut N1 atau Tsar Rocket. Beratnya 2500 ton dan tinggi 110 meter. Rencananya sih, dulu mau digunakan untuk membawa barang paling berat ke ruang angkasa.

Mengunakan teknologi supercepat dengan fusi nuklir, sebelumnya hanya sebatas film fiksi. Ada kemungkinan ilmuan menemukan cara dengan teknologi ini. Fisika dibelakang ilmu roket fusi sudah dibuktikan di laboratorium. Satu lagi teknologi roket pendorong Hall Thurster

Tayangan peluncuran pesawat ulang alik Amerika biasanya diambil dari kokpit pesawat dan di darat. Satu rekaman ini diambil dari badan roket. Direkam sejak mesin roket dinyalakan, lalu naik , melayang dan turun kembali



No popular articles found.