Mungkin penemuan terbesar tentang alam semesta dalam generasi terakhir datang pada abad ke 20.

Ketika ilmuwan melihat bentuk galaksi yang sangat jauh, bahkan beberapa galaksi terlihat bergerak begitu cepat dan terus menjauh.

Penemuan perluasan percepatan alam semesta  dari proyek Supernova Cosmology Project dan tim High-Z Supernova Search. Tim ini mendapat penghargaan Nobel Fisika di tahun 2011

Sejarah alam semesta yang terus mengembang

Menjawab perkiraan dari nasib alam semesta nanti. Apakah akan sama seperti sekarang, atau menyatu kembali. Atau membeku bahkan tetap terus bergerak saling menjauh dan tidak akan bertemu lagi.

Pergerakan galaksi yang ada saat ini tidak semua bergerak sama cepat. Diperkirakan dalam miliaran tahun kedepan, ekspansi atau perluasan sebagian isi alam semesta akan melambat.

Peneliti mengunakan teknik Red Shift dan Blue Shift, cahaya benda di ruang angkasa akan terlihat berwarna Merah bila menjauh dari Bumi. Sedangkan cahaya Biru adalah benda yang mendekati ke arah Bumi.

Benda tersebut adalah galaksi yang jauh, dengan pengukuran Vesto Slipher. Dapat diukur seberapa cepat galaksi bergerak apakah mereka bergerak menjauh atau mendekat kearah para ilmuwan yang mengamati dari Bumi.

Berdasarkan tabel dibawah ini, adalah percepatan dari masing masing benda. Data dari Miguel Quartin, Valerio Marra dan Luca Amendola.

Dari penemuan beberapa cahaya dan sebagian yang berada di awal alam semesta, semua benda bergerak sama cepat.
Tetapi kondisi sekarang ini berbeda, ada yang bergerak semakin cepat dan sebagian melambat.

Benda dengan kecepatan gerakan di alam semesta berbeda beda

Edmin Hubble dan asistennya Milton Humason melakukan kombinasi dari beberapa benda yang dilihat. Rata rata galaksi bergerak semakin menjauh dari tempat galaksi kita berada. Akhirnya datang dari teori Einstein dengan relativitas umum, dimana alam semesta dipenuhi oleh galaksi dari kepadatan yang sama

Alam semesta yang diperkiran pada tahun 1929, dimana alam semesta awalnya lebih panas, lebih padat dan memperluas semakin cepat, dan semakin dingin sampai menjadi kurang padat. Ketika itu disebutkan alam semesta akan semakin cepat bergerak tapi perlahan juga melambat

3 teori nasib alam semesta nanti
Setelah terjadi Big Bang lalu apa yang terjadi dengan isi alam semesta ini.
  • A Big Crunch, mungkin ekpansi di awal semakin cepat, tapi melambat, dan alam semesta akan kembali ke titik awal
  • A Big Freeze, adalah skenario terbalik diatas. Ekspansi berlanjut dan semua isi alam semesta akan saling menjauh tanpa batas. Walau ada gravitasi dari seluruh isi alam semesta, tetapi tidak berhasil menahan pergerakan semua galaksi dan terus saja bergerak saling menjauh.
  • A Critical Universe. Teori ini adalah kemungkinan dari keduanya. Seandainya isi alam semesta terus bergerak , sampai terbentuk keseimbangan masing masing lalu semuanya melambat dan pada akhirnya berhenti bergerak dengan keseimbangan sempurna.

3 teori dari nasib alam semesta mendatang

Teori ke 4, alam semesta bergerak bebas tanpa arah
Tim univeritas College London dan Imperial College Londong mengasumsikan dengan test paling ketat dengan perhitungan 1 dalam 121 ribu kemungkinan. Alam semesta tidak memiliki arah atau bergerak bebas. Artinya alam semesta dan isinya tidak memiliki pergerakan dengan pola tertentu.
Tim ini mengambil cahaya paling tua dari radiasi gelombang micro atau CMB. Cahaya atau radiasi yang terditeksi tersebut dibandingkan antara tahun 2009 dan 2013 berdasarkan teleskop Planck milik ESA Eropa.

Dr Stephen Feeney dari departemen fisika Imperial mencari pola dari peta CMB. Menunjukan tidak ada yang cocok dan menunjukan alam semesta sebenaranya bergerak tanpa arah.
Seperti bentuk gambar dibawah ini, benda yang ada di alam semesta berdasarkan radiasi paling tua di alam semesta. Menunjukan gerakan yang membentuk seperti spiral.

teori KE 4 dari nasib alam semesta mendatang

Sekitar 7 miliar tahun kedepan semua mahluk hidup dalam kondisi kritis dari alam semesta. Perluasan mulai di dominasi oleh radiasi seperti foton dan neutron. Lalu mendingin

Dark energi atau energi gelap, sekitar 7,8 miliar tahun lalu memiliki kerapatan dengan nilai 33% dari total energi di alam semesta. Angka tersebut sangat penting karena angka menunjukan keberadaan energi gelap. Energi yang dimaksud adalah energi yang tidak terlihat tetapi mempengaruhi perubahan di alam semesta.

6 miliar tahun lalu terlihat kerapatan materi semakin turun. Sementara energi gelap tetap konstan. Sekarang energi gelap mencapai 68% dari semua energi yang ada di alam semesta. Dan  materi antara Dark Matter dan energi biasa turun menjadi 32%. Diperkirakan kekuatan dark energy semakin dominan dan semakin besar.

Ilmuwan ingin menjelaskan dalam penemuan mereka. Alam semesta tidak diam, tapi bergerak. Berdasarkan penemuan saat ini, disebabkan oleh Dark Matter dan Dark Energy yang membuktikan alam semesta tidak kosong. Semua saling terkait dan gravitasi saling mempengaruhi. Pada akhirnya ada 3 teori dari nasib alam semesta.
Sekali lagi ini adalah perkiraan dari masa depan semua mahluk hidup. Ilmuwan dapat menyimpulkan ke 3 kemungkinan nasib alam semesta nanti. Misalnya kembali ke titik awal dan menyatu. Artinya semua mahluk hidup akan musnah. Sebelum mencapai waktu tersebut, kemungkinan besar semua mahluk hidup sebenarnya sudah tidak ada lagi. Karena semua energi penting dari bintang bintang di alam semesta sebagai sumber kehidupan. Mereka semua sudah mati.