Dampak bermain game - Gamer dan non gamer ketika bersosialisasi siapa lebih baik


Kategori : Game | Date : 7 June 2014
Sebuah studi di Amerika menemukan mereka yang bermain game lebih sukses, lebih optimis dan berpendidikan lebih baik dari non gamer. Data dari asosiasi LifeCourse melakukan survei dari 1227 orang di Amerika antara usia 13-64 tahun. Tujuannya mencari perbedaan sosial di antara mereka yang sering bermain game dan mereka yang tidak bermain game.

Mereka yang bermain game, cenderung lebih terdidik atau pernah duduk di sekolah. 43% pemain memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi. Dibanding mereka yang tidak bermain game mencapaiu 36% saja.

Yang pernah main game, kebanyakan bekerja penuh dan mendapatkan pekerjaan yang mereka suka. Angkanya mencapai 45% untuk mantan gamer, sedangkan mereka yang tidak bermain game hanya 37%.
Uniknya 67% yang suka main game mengatkan mereka merasa positif dengan pekerjaan mereka dibanding 42% yang tidak bermain game.

Paling baik dari pendapat yang diberikan. Gamer atau mantan gamer menjalani kehidupannya lebih bersosial dibanding mereka yang tidak bermain game. Bagi 57% gamer lebih memilih kata, Teman teman saya adalah hal penting dalam hidup saya.
Bagi 35% non gamer saja yang menyatakan Teman temen saya adalah hal penting dalam hidup saya.

Kesimpulan, mereka yang suka bermain game melihat pendidikan mereka lebih baik, lebih optimis, sadar untuk bersosialisasi.
Dibawah ini tabel perbandingan dari mereka yang menyukai game dan tidak bermain game.



Dengan teknologi smartphone, masyarakat lebih mudah menerima pesan email. Tetapi kemudahan ini malah membawa seseorang terganggu tidurnya. Bagian tubuh dapat terganggu dengan smartphone. Bagaimana kebiasaan orang menjadi berbeda dengan 20 tahun lalu.

Gamer lebih memilih mengunakan Windows 10 di layanan Steam. Mencapai 37% dari penguna OS Windows versi lama. Procesor Intel masih mendominasi computer game dari survei Steam pada bulan Maret 2016 lalu.

Game Blitzkrieg 3 RTS menjadi lanjutan sekuel 2. Bercerita tentang pasukan tank dan persenjataan di perang dunia ke II. Pengumuman game Blitzkrieg 3 sudah tampil di akhir tahun 2014, tapi kembali dipublikasikan lebih detail oleh pengembang game Nival.



Mengapa produsen game menurunkan kecepatan standar 60fps menjadi 30 fps. Nicolas dari designer Assassin mengatakan, 30 frame menjamin kemampuan hardware seperti tampak Cinematic Gloss. Tapi masalahnya dengan meningkatkan frame rate di game ke display, ada bagian yang hilang

Mengisi liburan panjang, bisa memainkan game Counter Strike Online dari Megaxus.com. File game dapat di download di server Megaxus.com

Game bermanfaat bagi pertumbuhan otak, termasuk anak anak sampai orang tua. Apa yang bisa di dapat dari bermain game. Kemampuan memory, motor skill, perencanaan strategi, pengenalan warna, dan bagi orang tua dapat memperlambat penuaan otak.

Banyak sangkaan pada game dapat merusak anak anak. Khususnya terjadi kekerasan karena meniru adengan di game dalam perilaku anak anak. Kenyataannya game tidak dapat mempengaruhi anak anak, menurut British Medical Journal.



Game untuk mengisi waktu luang, apakah game dapat menganggu kepandaian seseorang. Tergantung game apa yang dimainkan. Salah satunya Starcraft dapat meningkatkan kepandaian.

Ada 7 game di rekomendasikan baik untuk anak anak maupun dewasa. Ada yang menyebut bermain game hanya mengisi waktu luang saja. Komentar tersebut tidak selamanya benar.

Beberapa game membuat ketrampilan pekerja meningkat

Anda memiliki masalah seperti ini, coba saja bermain game

Sudah dibawa ke rumah sakit tetapi meninggal di perjalanan

Dampak bermain game computer memiliki sisi baik untuk koordinasi antara mata dan otak manusia. Tetapi bukan berarti seseorang harus terobsesi atau kecanduan dengan game.


No popular articles found.