Kaca pelindung atau Screen Protector apakah diperlukan di smartphone


Kategori : Product | Date : 3 May 2017
Screen protektor apakah berguna
Juni 2014
Smartphone yang mahal dengan harga ratusan dollar, penguna akan membeli pelapis anti gores.

Banyak penguna smartphone membeli Screen Protector lapisan tipis agar kaca smartphone tidak lecet.

Dahulu Screen Protector wajib digunakan, karena teknologi kaca ponsel belum mengunakan kaca perlindungan khusus. Seperti kaca Gorilla Glass dan Sapphire Glass

Plastik Screen Protector  yang dipotong sesuai ukuran layar, akan menjadi penangkal layar smartpone dari goresan.

Atau penjual menawarkan screen protector ketika membeli sebuah smartphone dengan ukuran yang tepat.

Menjadi pertanyaan, apakah manfaat Screen Protector. Kadang staf penjual akan menawarkan tambahan screen anti gores tersebut. Katanya sih untuk pelindung kaca smartphone agar tidak lecet atau anti gores

Tapi layar smartphone sudah mengunakan kaca dari produk Goriila Glass.

Bahkan model kelas pemula sudah mengunakan kaca anti gores.

Kaca tersebut sangat keras dan sebenarnya sudah anti gores.

Terakhir versi Gorilla Glass 3 diperkenalkan tahun 2013 dan pertama penguna Gorilla Glass 5 di Galaxy Note 7. Bahkan disebutkan lebih tahan gores sampai 40% dibanding generasi sebelumnya dan kaca tidak pecah bila smartphone jatuh dari ketinggian 1,5m





Bisa saja pembeli ingin menambahkan kaca antigores tersebut.

Bila smartphone dipasang Screen Protector, lalu yang terjadi.

Setelah digunakan berbulan bulan, pada layar akan muncul goresan. Ahhh, mungkin kita berpikir, plastik tersebut ternyata ada gunanya juga.

Masalahnya plastik tersebut memang tergores, tapi goresan yang sama belum tentu membuat lecet layar kaca smartphone.

Seandainya smartphone dengan kaca sekelas Gorilla Glass dimasukan ke kantong, dan di kantong anda terdapat kunci, koin dan lainnya. Kaca tersebut tidak akan masalah. Bahkan ada yang berani menguji dengan mengores dengan pisau, kaca tersebut tetap mulus.

Yang rusak adalah bagian cat dari bodi smartphone. Karena produsen memberikan pelapis dengan cat untuk warna smartphone.

Seandainya smartphone tetap dipasangkan Screen Protector. Apa dampaknya

Ada sisi negatifnya, tampilan gambar layar smartphone akan terlihat kurang baik.

Pertama cahaya yang tampak di layar lebih dimmer, atau redup. Kedua tulisan menjadi blur atau kurang jelas. Ketiga sensitif layar sentuh menjadi berkurang.

Karena screen protector dijual dengan harga murah.

Screen Protector sebenarnya tidak perlu digunakan lagi, kecuali anda sering menaruh smartphone dan disatukan dalam tas berisi bermacam macam metal tajam yang bisa saja mengores kaca smartphone. Tetapi dengan tekanan tertentu.

Bila pengunannya tahu kaca yang ada di smartphone memang tahan gores dan bisa menjaga dengan baik. Seperti tidak menyatukan dengan benda tajam seperti kunci, tang, obeng atau benda lain. Kaca sekelas DragronTrail dan Corning mampu bertahan dari goresan benda metal atau benda tajam.

Mei 2017
Ada satu lagi cerita lucu. Screen protector untuk Samsung Galaxy S8. Disebut Sapphire Defence Screen Protector, kelihatannya dibuat dari material langka di dunia. Harga screen protector ini mahal sekalee, $50.
Kata produsen , Sapphire Defence dibuat dengan bahan plastik bercampur sapphire. Jadi kekuatannya sama seperti kaca smartphone, dan berfungsi untuk melindungi kaca ponsel.
Alih alih produk tersebut dibuat dari kaca.

Pelindung kaca smartphone dinilai pada tingkat 1 sampai 10. Dikenal dengan kerasnya mineral dengan skala Mohs.

Jenis material, skala Mohs dari urutan paling lemah dan paling keras adalah berlian
Talc 1.5, Timah Bismuth
Gypsum  1-2 Grafit 2-2.5, 2.5 Emas, 2.5 Perak
Kalsit 2.5-3 Tembaga, 2.5-3 Seng, 3.5 Platium
Fluorite 4 Besi, Nikel, 4-4.5 Baja
Apatite 5 Enamel Gigi, 5.5 Berilium, Kaca


Orthocla Titanium, Mangan, Batu Giok, Opal
Kuarsa  6-7 Kuarsa, Vanadium, 7.5-8 Zambrud, Baja keras, Tungsten
Topaz     8.5 Kromium, Tantalum
Corundum     90,5Titanium Karbida
Berlian     

Daya tahan kaca Sapphire berada di tingkat 8, sedangkan kaca Gorilla Glass di tingkat 7. Hanya tergores bila terkena benda tajam pada tingkat tersebut atau beradu keras dengan mineral diatasnya. Misalnya kaca smartphone akan bertemu dengan berlian.

JerryRigEverything menguji kaca anti gores seharga $50 yang katanya keras dengan campuran Sapphire, tapi ternyata hanya plastik.

Dan baru melewati tingkat kekerasan 3, plastik sudah rontok tergores.





Yang dikhawatirkan untuk smartphone adalah terjatuh.

Bagian kaca atau tepian kaca memang rentan smartphone, dan terkena tekanan kuat. Misalnya smartphone ditaruh di kantung celana belakang dan tertekan tubuh pemiliknya.

Kaca smartphone tidak tahan benturan dari samping atau mendapat tekanan, karena hanya lemparan tipis tetapi sangat keras.

Ketika smartphone jatuh dan membuat tekanan di satu sisi, atau jatuh menghantam benda tajam dengan posisi layar menghadap ke bawah.

Kaca smartphone yang sudah dirancang anti gores seperti kaca pelindung dari Corning, Sapphire, Samsung Turtle Glass atau DragonTrail. Bahkan teknologi kaca Ohara Clear Glass Ceramic yang lebih kuat dari Sapphire Glass

Kaca Sapphire saat ini lebih umum ditemukan pada pelindung filter lensa camera.fungsinya untuk menjaga bagian lensa yang rentan tergores.

Beberapa smartphone juga mengunakan kaca Sapphire seperti Kyocera yang tahan terhadap gesekan batu, atau Huawei Ascend P7 Limited edition

Sekarang tergantung pemilik smartphone, mau dipakai pelindung kaca dari plastik atau mengerti dengan kualitas kaca di smartphone
Beberapa daftar produk yang mengunakan kaca anti gores Corning Gorilla Glass . Beberapa produk mengunakan kaca DragonTrail.

Perusahaan Corning pembuat kaca Gorilla Glass 6 untuk kaca smartphone. Data terbaru dari peneliti Toluna. Rata rata penguna smartphone menjatuhkan 7x smartphone mereka setiap tahun. Dan 50% jatuh dari ketinggian kurang dari 1 meter. Corning juga mengumumkan Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+.

Perusahaan kaca optik Jepang Ohara mengumumkan mulai menjual kaca Clear Glass Ceramic. Kaca tersebut lebih kuat dari kaca Sapphire Crystal Glass. Kelemahan disain kaca dengan kekuatan khusus umumnya kaca tidak 100% tranmisi gambar. Istilah resmi, trasmisi gambar akan terganggu dan tidak cocok untuk kaca lensa.

Samsung Turtle Glass adalah kaca buatan Samsung sendiri. Dan sudah masuk ke merek dagang di Korea Selatan. Selama 5 tahun Samsung mengunakan kaca pelindung Samsung dari pabrik luar, tahun depan sepertinya berubah.



Informasi dari Huawei model handset dengan kaca Sapphire hanya untuk model limited edition. Huawei Ascend P7 ini kabarnya akan masuk pasar bulan September 2014. Dijual langsung via toko online Huawei.

Kyocera mengembangkan kaca Sapphire untuk smartphone. Lebih keras, tahan gores bahkan tahan terhadap goresan batu. Kabarnya iPhone 6 akan mengunakan kaca jenis ini.

Kaca smartpone dengan pelindung baru dari CU dan Nanofiber dikembangkan oleh universitas Akron. Kendala kaca smartphone saat ini hanya tahan gores, tapi tidak anti pecah ketika terjatuh.

Kaca pelindung Rhino Shield dikembangkan Evolutive Lab. Kaca tersbut mampu menyerap benturan sampai 5x dibanding kaca Gorilla Glass 2.



Asahi Glas (AGC) membuat perekat untuk ikatan kaca panel gadget seperti layar smarphone dan tablet. Sehingga layar lebih jelas dilihat. Perekat berbahan resin buatan AGC bahkan bisa dipakai untuk layar kerapatan tinggi seperti IPS.

Corning memperkenalkan kaca generasi baru Lotus XT untuk perangkat mobile. Produksinya lebih efesien dibanding model sebelumnya

Lebih tahan benturan dan lebih tahan gores. Pada demo ditampilkan kaca Gorilla Glass 3 ditekan dengan bobot sekitar 40 kg dan tidak pecah.

Satu produk lainnya mulai digunakan oleh perusahaan Gadget. Kaca baru tersebut dibuat perusahan kaca asal Jepang Asahi. Namanya DragonTrail, bukan hanya anti gores tapi tahan benturan. Penguman keluarnya DragonTrail sudah dipublikasikan sejak tahun lalu


No popular articles found.