Penduduk kegemukan pindah di Asia


Kategori : Green | Date : 31 May 2014
Lingkar pinggang lebar dimana-mana. Dari Economist mengambil data, obesitas naik 29% dari data tahun 1980, menjadi 37% untuk tahun 2013. Studi yang dilakukan Lancet, hampir di semua negara sekarang memiliki pinggang besar. Perluasan terjadi di Afrika, Timur Tengah dan Australia serta Selandia Baru.

Tiongkok malah sudah naik ke rangking pertama, dengan 335 juta orang, lebih banyak dari populasi penduduk Amerika. Mengapa penduduk Tiongkok menjadi besar, maksudnya memiliki ikat pinggang besar. Pertumbuhan ekonomi, seperempat penduduk dewasa sekarang kelebihan berat badan.

Indonesia sudah masuk sebagai negara dengan penduduk kegemukan. Diperkirakan sekitar hampir 50 juta orang mengalami kelebihan berat badan.




Berita terkait
Tentang penyakit diabetes sudah menjadi penyakit nomor 5 sebagai penyakit umum yang mematikan. Jutaan orang menderita oleh penyakit ini, dan masih banyak lagi yang tidak terdiagnosa. Paling umum diabetes tingkat 2, bagaimana mencegah dan apa ciri diabetes tingkat 2.

Akibat nyeri otot setelah berolahraga dapat terjadi sampai satu atau dua hari. Kejadian ini dapat terjadi dari atlet profesional sampai mereka yang berjalan di tangga. Bagaimana menghindari nyeri otot yang disebut DOMS



Indera penciuman menjadi indikasi umur seseorang, bila penciuma mulai menghilang maka peneliti mengatakann usia seseorang mungkin tidak lebih dari 5 tahun lagi. Antara tahun 2005 dan 2006, Jayant Pinto dari universitas Chicago bersama rekannya meminta peserta melakukan test penciuman.

Apakah lemak membuat tubuh kegemukan, atau sering buang air sebagai tanda lebih sehat. Bagaimana dengan MSG berbahaya bagi tubuh. Mitos makanan dan tubuh terhadap apa yang kita konsumsi..

Terlalu banyak makan membuat otak lebih cepat tua, mengurangi makan akan memunculkan molekul yang membantu otak tetap muda. Tim peneliti Itali dari universitas Katolik Sacred Heart di Roma menemukan molekul CREB1. Molekul tersebut mengaktifkan fungsi otak serta umur panjang bagi mahluk hidup




No popular articles found.