Pejabat ekonomi dan lingkungan Tiongkok mengambil langkah baru pada hari Senin lalu. Tiongkok menghadapi situasi yang sulit, energi khususnya di tahun 2015 nanti, dan akan berdampak dalam 2 tahun kedepan. Tahun 2013, Tiongkok sudah tertinggal menjadi negara dengan polusi yang menyelimuti kota besar mereka.

Targetnya akan dipangkas sampai 60% dari tahun 2011 sampai 2013. tapi yang tercapai hanya 20% saja. Tiongkok berusaha menurunkan konsumsi energi yang terus tumbuh setiap tahun, tahun ini saja kebutuhan energi naik 3.9%. Berita Guardian.

Apa yang akan dilakukan untuk menekan polusi dan pengunaan energi. Tiongkok akan memangkas 5 - 6 juta kendaraan tua dengan label Kuning. Bila kendaraan tersebut tidak memenuhi standar kebutuhan bahan bakar minimal akan dikeluarkan dari jalan raya. Diperkirakan 330 ribu kendaraan akan di keluarkan dari kota Beijing, dan 160 ribu kendaraan di Shanghai. Tahun depan akan kembali dipangkas lagi dengan total 5 juga kendaraan tua akan dikeluarkan dari jalan. Menurut kementerian perlindungan lingkungan Tiongkok, sekitar 7,8% kendaraan tidak memenuhi standar nasional. Dan 31.1% polusi di kota disumbangkan dari asap knalpot kendaraan.

Beberapa kota sudah memberikan aturan ketat dalam kepemilikan nomor kendaraan. Di Hangzhou, nomor mobil harus di undi atau dengan lelang. Kota Beijing, Shanghai, Guangzhou, Guiyang dan Tianjin membatasi berapa banyak nomor mobil yang dikeluarkan setiap tahun.
Pemilik kendaraan pasti mencari jalan untuk membeli mobil baru yang lebih rendah emisinya, atau menganti dengan bahan bakar lain untuk menghindari mobil mereka dilempar ke luar dari kota. Tinggal menunggu kota Jakarta. Bila siudah tidak bisa bergerak lagi, mungkin akan mengikuti aturan dari Tiongkok.