Google sudah berusaha menutup celah pembuat aplikasi nakal di Google Play Store. Sampai memberikan pengaman dengan Device Manger. Tetapi aplikasi berbahaya masih ada, bukan di Google Play tapi ditempat lain. Menurut Forbes, banyak aplikasi yang terinfeksi malware diluar Google Play Store.

Minggu ini diungkap oleh Szymon Sidor. Salah satunya aplikasi yang mencari celah di OS Android. Aplikasi tersebut dianggap berbahaya karena dapat mengambil foto dari camera dan mengupload ke server lain. Tetapi pemilik smartphone atau perangkat tidak mengetahui ada foto yang diupload oleh aplikasi. Selain foto, aplikasi tersebut dapat melihat status baterai. Mungkin penjahat ingin mengamankan aplikasi mereka agar tidak ketahuan terlalu banyak mengunakan baterai. Yang lain seperti lokasi dimana keberadaan smartphone dapat diambil oleh aplikasi dan dikirim ke server.

Untuk keamanan, Sidor mengatakan
Baca baik baik dari informasi yang tercantum di aplikasi.
Aktifkan pengaman pada perangkat Android khususnya bagian remote.
Uninstall aplikasi yang tidak perlu.
Curigai aplikasi yang banyak mengunakan bandwidth internet.
Lihat di Background Services (setting > Apps > Running) dan lihat aplikasi apa saja yang tidak pernah diaktifkan tetapi masih aktif.