Pesawat pembom B-52 masih diperpanjang masa dinasnya oleh angkatan udara Amerika.

Walau sudah ada pesawat pembom B-2 Spirit, pesawat pembom B-52 tidak kalah canggih.

Kabarnya baru kemarin tuh di pasangin radio baru.


Gambar Wikipedia

Boeing B-52 adalah pesawat pembom strategis antar benua. Sudah beroperasi sejak tahun 1995. Dibanding B-2 Spirit yang jauh lebih canggih termasuk pembom Stealth belum mampu mengantikan tugas B-52. Untuk jarak jelajah, B-52 terbang lebih jauh dengan daya angkut lebih banyak.

Pesawat dengan 8 mesin ini mampu membawa 31 ton bom dan peralatan perang lain, 12 misil AGM atau rudal Harppon untuk rudal udara ke anti kapal perang dilaut. Model C memiliki kapasitas tanki bahan bakar 41.700 galon dengan tambahan 3000 gallon di bawah badan pesawat. Jarak jelajah 16 ribu km, dengan muatan 7.210km. Dibanding Stealth Bomber B-2 Spirit hanya memiliki jarak tempuh 11 ribu km dan jumlah pesawat ini hanya 19 pesawat saja yang aktif.

Total mampu membawa persenjatan dari bom dan rudal seberat 31 ton.

Apa saja yang dapat dibawah pesawat ini

Bombs

  • MK82 (500 lb) - 51
  • MK84 (2000 lb) - 18
  • MK117 (750 lb) - 51
  • BDU-48 - 17

CBU

  • CBU-87 - 40
  • CBU-89 - 42

Laser Guided

  • GBU-10 - 8 to 10
  • GBU-12 - 10
  • GBU-28 - 4

Other Advanced

  • JDAM - 12 JSOW - 12 (in development) WCMD - 16

Missiles

  • Conventional Air Launched Cruise Missiles (CALCM) - 20
  • Harpoon (Anti-Ship Missile) - 8
  • AGM-142 (television guided missile) - 4 [Normal load is 3 with a controller, 4 can be carried with a "hand off to another aircraft with a controller pod installed.]

Mines

  • MK56 - 20
  • MK62 - 51
  • MK63 - 18
  • MK65 - 18

NUCLEAR

  • Advanced Cruise Missiles (ACM) - 12
  • Air Launched Cruise Missiles (ALCM) - 20
  • Bombs - 8
Kabarnya baru kemarin tuh di pasangin radio baru.



Diperang dingin, B-52 sering melintas di Vietnam, atau di masa perang teluk. Pesawat jenis ini yang melakukan pengemboman ke Yugoslavia tahun 1999, dan baru baru ini masih bertugas di Afghanistan dan Irak. Setidaknya masa tugasnya dapat diperpanjang sampai tahun 2045 untuk model H sebagai tipe terakhir..

Bulan April lalu, pesawat ini sudah diumumkan dengan upgrade sistem jaringan komunikasi baru atau Conect untuk B-52. Pertama kali pesawat B-52 lebih mudah untuk mengatur kembali sasaran. Awak kapal lebih mudah mengatur ulang senjata dan mengubah parameter sementara mereka sedang diudara. Teknologi yang ditempatkan seperti layar LCD resolusi tinggi kelas HD, alat komunikasi baru, penargetan, sistem navigasi dan semuanya mengunakan sistem elektronik. Sedangkan komunikasi dahulu masih mengunakan radio.

Pesawat ini hanya dimiliki US Air Force dan NASA. Memiliki 4 komando dan dibagi menjadi 9 Squadron.

Tampilan ruang cockpit baru di pesawat B-52

New Digital B-52 Bomber gambara daftar persenjataan

Sistem komunikasi Conect dapat mendukung kebutuhan komunikasi dari pusat komando yang disebut COCOM. Pengantian alat komunikasi rancangan Boeing B-52 tersebut sudah dilakukan tahun 2005, dan baru diuji tahun 2009. Bulan lalu pertama kali Conect mulai digunakan di oleh pesawat pembom yang masih aktif, dan upgrade baru selesai tahun 2019 untuk menguprade 76 pesawat pembom B-52.



Tabung katode dari perangkat komunikasi jadul akhirnya bisa dikeluarkan dari pesawat ini (gambar atas) dan digantikan teknologi LCD. Kontrol pesawat mengunakan keyboard kecil tipe QWERTY atau keypad dengan trackball. Sistem komunikasi digital mengantikan komunikasi interfon antar awak pesawat. Peta yang digunakan sudah digital sehingga lebih presisi.  Maklum pesawat ini bila sedang bertugas mencapai waktu 14 jam terbang nonstop.



Pesawat pembom B-52 itu momok dalam perang
Pesawat pembom strategis ini mampu menempuh jarak lebih dari 12.000km. Membawa banyak bom dan rudal. Di ruang pesawat cukup luas untuk mendapat upgrade.
Sebuah pesawat B-52 mampu membawa 20 rudal udara ke udara AGM-86. Atau dipasangkan rudal dengan hulu ledak nuklir, dan dapa diluncurkan dalam jarak ratusan km jauhnya.

Selama bertugass, pesawat B-52 tidak dipasang rudal udara ke udara. Selama bertugas di perang Afghanistan atau IS di Timur Tengah. Karena tidak ada yang perlu ditembak disana.
Kedua tidak ada yang mampu menembak pesawat ini dengan rudal darat ke udara, karena pesawat ini terbang sangat tinggi.

Tugas sebagai pesawat pembom, dipasang bom GBU yang dipandun dengan laser guided. Setidaknya dapat di pasang 4 atau 10 bom dengan akurasi tinggi.

Pekerjaan bom karpet (carpet bombing), pesawat menjatuhkan ratusan bahkan ribuan bom yang tidak terarah ketika melakukan serangan ke pasukan Irak pada perang Teluk 1991.
Untuk bom konvensional dapat dipasangkan bom dengan berat 250 -400kg dengan total 51 bom.

Angkatan udara Amerika tidak lagi mengunakan sistem bom karpet, dan lebih memilih target yang padat dengan bom terarah agar menghindari korban sipil.

Pesawat B-52 tidak memiliki perangkat yang sama. Beberapa pesawat dilengkapi radar pencari ke permukaan dengan Litening dan Dragon Eye untuk menditeksi kapal. Beberapa pesawat telah dimodifikasi membawa persenjtaan 8 rudal AGM-184 Harpoon yang memiliki jarak jangkauan 240km lebih.

Pengoperasian bomber G-52 masih mengunakan mesin lebih boros. Untuk pengoperasian membutuhkan dana $70.000 perjam, dengan kemampuan yang lebih dengan bomber Lancer B-1B membutuhkan biaya pengoperasian $60.000 perjam.

Tetapi ketika perang terjadi, dan pembom B-1B yang jumlahnya hanya 63 pesawat untuk istirahat. Tugasnya dapat digantikan dengan pembom B-52 ketika melawan IS.
Bila pesawat tua masih dapat  bekerja, mengapa harus menganti yang baru