Cadangan emas di bumi memang semakin langka


Shortstory | 21 May 2014

Cadangan emas mulai surut, dikhawatirkan tidak cukup untuk perangkat gadget di masa mendatang. Di satelit salah satu materi penting adalah emas. Seperti komponen pengerak satelit. yang harus dilapisi emas. Aluminium secara perlahan akan terkikis oleh atom oksigen, sedangkan emas dan platinum sangat tahan korosi. Karena komponen ini masih digunakan untuk perangkat elektronik. Bisa dilihat 20 tahun lalu, penambangan emas sangat gencar. Sekarang emas harus digali lebih dalam.

Penemuan emas boleh dibilang sangat langka. Bahkan pada tahun 2012 tidak ditemukan lagi tambang baru. Sejak tahun 1995, ada 22 deposit emas dengan perkiraan 2 juta ons cadangan emas. Tahun 2010 hanya ada 6 penemuan dan 2011 hanya satu tempat. Selanjutnya tidak ada kabar tentang penelitian dan penambangan emas di dunia. Maklum saja, emas sebenarnya sudah ditambang manusia sejak 6000 tahun lebih. Salah satu penemuan tertua dari emas ada di Raja Croesus Lydia yang berumur 500 sebelum masehi. Satu lagi dari makam Tutankhamen ditemukan peti mati dengan berat 1.5 ton dari emas.

Cadangan emas di tempat tidak biasa mungkin saja saja, salah satunya di daerah kutub. Tentu biayanya tidak akan murah, rata rata satu metrik ton batu hanya menghasilkan 1 ons kandungan emas. Kandungan emas memang sulit di dapat. Hanya 0,005 bagian dari bumi, sedangkan tembaga mencapai 50 bagian, perbandingan tersebut untuk menemukan emas berbanding tembaga. Walau kandungan emas mulai langka, semua emas yang telah ditambang bisa di daur ulang. Kabar baiknya dari USGS, memperkirakan masih ada 52 ribu ton emas lebih yang bisa ditambang

Apakah bumi sudah kehabisan cadangan emas, bagaimana nasib perangkat gadget di masa depan.


Berita terkait
Apa saja material termahal di dunia saat ini. Setidaknya ada beberapa material yang masuk daftar paling mahal. Plutonium masih kalah mahal dari berlian, tapi yang termahal Californium sebagai bahan logam buatan manusia. Rhodium naik mencapai $350 ribu perkg karena kebutuhan meningkat




No popular articles found.