Setelah mempelajari selama 8 tahun dari planet urutan ke 2 di tata surya kita. Pesawat tanpa awak Venus Express siap terjun ke atmosfer planet Venus. Badan antariksa ESA mengatakan satelit kecil tersebut sudah kehabisan bahan bakar dan menyiapkan misi terakhirnya untuk turun lebih dekat di Venus

Venus Express membawa 7 instrumen untuk mempelajari ionosfer, atmosfer dan permukaan planet Venus. Diluncurkan 9 November 2005 dari Kosmodrom Baikonur Kazakhstan dengan roket Soyuz. Pesawat mengitari  selama 24 jam di garis orbit kutub utara ke kutub selatan.

Apa saja yang ditemukan pesawat ini. Venus Express membawa wawasan baru tentang sifat atmosfer planet Venus. Termasuk rotasi, medan magnit dan kemungkinan adanya kegiatan gunung berapi. Posisi satelit ini awalnya berada di ketinggian 250km. Sebelum satelit kecil tersebut berakhir, akan dipertahankan turun sampai di ketinggian 165km sampai 130km dari permukaan Venus.

Belum diketahui apakah pesawat Venus Express masih bisa bekerja ketika semakin dekat dengan permukaan Venus. Karena kondisi planet ini sangat ekstrem panasnya. ESA akan melakukan percobaan antara tanggal 18 Juni sampai 11 Juli. Pesawat akan terus mengaktifkan instrumen selama semakin mendekat ke permukaan Venus.

Informasi dari Venus Express dapat membantu peneliti mengurai kondisi bumi dan Venus di masa mendatang. Sekaligus melihat mengapa kondisi Venus lebih dramatis dibanding bumi. Suhu di Venus diperkirakan mencapai 460 derajat C. Disebut sebagai planet dengan gas CO2 terbesar karena panas dan tekanan udara disana mencapai 92x lebih besar dari bumi. Tekanan di permukaan planet ini setara tekanan kedalaman 1 km di dalam laut di bumi. Putaran siang dan malam planet ini sangat lama mencapai 243 hari untuk sekali rotasi. Membuat sebagian sisi planet terus menghadapi panasnya matahari terlalu lama.





Update 12 September 2014
Venus Express sedang mengorbit di atas planet Venus. Posisinya jauh lebih tinggi dibanding probe sebelumnya Pioneer Venus Orbiter. Saat ini sedang mencari data tentang lubang di planet Venus. Probe Venus Express hanya melihat lubang muncul pada saat aktivitas matahari yang besar atau dikenal dengan Solar Maximum. Terakhir lubang tersebut juga muncul walau aktivitas matahari yang rendah. Peneliti masih mempelajari apakah tempat tersebut  berada di lingkungan ionosfer.

Ionosfer adalah lapisan atmosfer yang penuh partikel bermuatan. Karena planet ini dibombardir oleh angin matahari. Akibatnya seperti udara yang mengalir menjauh dari matahari. Sebagian menumpuk dan membentuk plasma besar. Menciptakan magnetosfer tipis di sekitar planet Venus. Probe akan diarahkan ke tempat tersebut untuk melihat muatan pada atmofer Venus. Kemungkinan kedua, inti dari Venus yang berisi magnetik.

Pertanyaan berikutnya, apa struktur magnetik tersebut sehingga membuat sebuah efek lubang. Apakah angin matahari yang terjebak di belakang Venus. Peneliti Nasa mengatakan ini yang berbeda antara Bumi dan Venus. Mengapa planet Venus tidak memiliki lautan. Walaau Bumi dan Venus bersebelahan, Venus tidak memiliki perisai magnetik seperti Bumi.