Planet Jupiter memiliki titik spot merah dan bertahun tahun sudah ada.

Spot merah tersebut terindikasi adanya badai raksasa yang berputar dalam kecepatan tinggi. Sekarang terlihat semakin mengecil.

Kecepatan badai tersebut mencapai ratusan km perjam, ukuran badai tersebut 3x dari bulatan bumi. Maklum, Jupiter adalah planet gas raksasa. Spot merah di Jupiter pertama di teliti oleh Samuel Heinrich pada tahun 1831, atau mungkin ada astronomi lain yang sudah mengamati sejak tahun 1600an.  Tapi ketika Samuel melihat spot merah tersebut, diperkirakan memiliki luas hampir 40.000km, jadi badai tersebut sangat besar.

Sejak tahun 1930 terindikasi titik merah tersebut mulai susut. Sekarang hanya berukuran 16.000km saja. Tetap saja lebih besar dari bulat lingkaran bumi di spot tersebut. Apakah topan merah di Jupiter suatu hari akan susut dan Jupiter kembali tenang. Belum bisa dipastikan.

Planet Jupiter

Bila tertarik mengejar foto lingkaran merah, sebaiknya diabadikan mulai dari sekarang. Siapa tahu spot tersebut mendadak menghilang.

Tentang planet Jupiter

Jupiter berisikan 90% gas hidrogen. Sisanya 10% berisi helium dan mungkin saja ada gas lain di planet ini.
Karena kandungan gas sangat besar di Jupiter, gas terlihat saling menumpuk dan membentuk lapisan.

Walau ukurannya besar, gravitasi di Jupiter mungkin 2.5 kali lebih besar dari bumi. Seandainya seseorang berdiri di permukaan Jupiter, tidak mungkin dilakukan karena berat badan akan meningkat 2,5x. Hal lainnya, pesawat dan astronot tidak bisa mendarat disana, dan akan tenggelam dalam lumpur. Karena permukaan disana mungkin bervariasi. Ketika Nasa mengirim sensor probe ke Jupiter, sensor hanya menemukan awan tebal sampai ke permukaan planet. Tapi tidak diketahui persisnya seperti apa dasarnya di planet ini.

Seperti matahari, Jupiter berisikan gas hidrogen dan helium. Hanya planet ini tidak bercahaya seperti matahari. Secara fisik tidak mencapai ukuran dan terbentuknya thermo nuklir untuk membakar gas. Pembentukan sebuah bintang diperlukan ukuran 75-80x lebih besar dari Jupiter, barulah planet ini bisa menjadi sebuah bintang yang menyala seperti matahari.

Planet Jupiter adalah planet tertua dengan pembentukan pertama sebelum planet lainnya di tata surya. Tabrakan batuan terjadi membentuk Jupiter sekitar 1 juta tahun sebelum pembentukan tata surya. Antara 2-3 juta tahun selanjutnya membentuk inti planet Jupiter dan terus membesar sampai 50x ukuran bumi.
Ketika 4,6 miliar tahun lalu, planet paling awal terbentuk adalah planet gas. Mulai bergerak dari sisi dalam dan berpindah ke bagian luar tata surya

Apa saja fenomena planet Jupiter.

Jupiter adalah planet dengan ukuran terbesar di tata surya
Radius Jupiter 68811km, 1/10 dari Matahari.
Putarannya 9,8 jam setiap hari, sehingga terlihat dibagian tengah lebih besar dengan radius 132.984km, sedangkan diatasnya hanya 133.708km
Volume Jupiter 1321 kali lebih besar dari Bumi.
Tetapi permukaan planet ini mungkin hanya 120 kali lebih besar dari luas bumi.
Angin disana bukan udara, tapi 89,8% hidrogen dan 10,2% helium sebagai kandungan gas terbesar di atmosfer
Gravitasi disana mencapai 2,5x. Bila seseorang mencoba berdiri diatas planet. Berat badan 50kg akan terasa seperti 125kg.
Inti planet Jupiter masih sebatas perkiraan. Kemungkinan intinya memiliki lapisan batu dan metal, disamping material es metana, amonia dan mungkin saja air.

Dibawah ini perbandingan antara Jupiter dan Bumi.

Planet Jupiter berbanding Bumi

Awan badai di Jupiter

2 Februari 2017, pesawat ruang angkasa Juno terbang diatas  Jupiter dari ketinggian 14.500km dipublikasi oleh Nasa. Tepat diatas spot hitam planet yang disebut Dark Spot, dimana lingkaran tersebut adalah badai raksasa di Jupiter.

Seperti gambar diatas, tapi foto terbaru yang dibuat oleh Juno. Memperlihatkan awan badai di planet begitu besar bahkan terlihat ekstrim dibanding awan di Bumi. Click gambara untuk memperbesar.

Planet Jupiter dark spot dari ketinggian 14.500km di permukaan 
dibuat dari camera spacecraft Juno

Pesawat ruang angkasa mengabadikan spot merah Jupiter Juli 2017
Scott Bolton peneliti dari Southwest Research Institute San Antonio menyebut, sekarang kita memiliki gambar detil dengan spot merah di planet Jupiter. Spot merah tersebut adalah pusat badai, dan sudah terbentuk selama ratusan tahun. Menjadi badai paling lama yang terjadi di seluruh planet tata surya kita.
8 instrumen pesawat ruang angkasa mengambil data. Sekarang lebar spot merah atau dikenal Great Red Spot tersebut masih sebesar 16.350 km.
Diabadikan dari ketinggin 3500km dipuncak awan planet ini.
Pesawat Juni diluncurkan 5 Agustus 2011. Sekarang mendekati misi akhirnya. Dan pernah terbang sangat dekat dengan jarak 3.400km dari permukaan awan Jupiter.


Planet Jupiter Spot Merah dikenal dengan Great Spot Merah badai paling lama di seluruh planet
Selanjutnya isi dari planet Jupiter dan jumlah bulan