Rudal pertahanan Amerika belum tentu bekerja


Kategori : Stuff | Date : 12 May 2014
Selama 20 tahun terakhir Amerika menghabiskan dana untuk pengembangan anti rudal balistik. Sistem pertahanan tersebut untuk mencegah masuknya rudal dari negara lain dan dihancurkan sebelum menghantam pemukiman atau kota di Amerika. Apakah masyarakat yakin sistem tersebut bekerja.

Kantor GAO merilis sebuah laporan dari program GMD membutuhkan dana 20 juta yang dipasang di pantai timur. Angkatan Darat Amerika ingin mencegat dari arah Alaska dengan dana 40 miliar dollar sampai tahun 2017. Masalahnya sistem pertahanan anti rudal tersebut tidak pernah di test lagi untuk pengujian rudal balisitik. Semuanya hanya untuk demonstrasi saja.



Israel mampu membuat pertahanan rudal jarak jauh, mengapa Amerika terlihat meragukan. Seperti Iron Dome buatan Israel mampu mempertahankan diri dari roket atau misil Grad dan Qassam dari serangan negara sebelah. Kecepatan roket seperti ini hanya memiliki kecepatan 675m perdetik. Tentu saja senjata anti rudal Israel masih memungkinkan menangkis serangan rudal berukuran kecil.


Gambar Wikimedia

Tetapi misil ICBM atau rudal balistik antar benua mencapai kecepatan 2,5km perdetik dan kecepatan maksimum lebih dari 6km perdetik. Menjatuhkan rudal balistik sama saja menjatuhkan serangan peluru dan ditangkis dengan peluru.

Rudal balistik sekelas ICBM mengunakan roket 3 tahap. Dari roket dorongan untuk peluncuran, roket tengah ketika berada di sub-orbit, dan dorongan roket untuk kembali memasuki bumi. Menghancurkan rudal ICBM hanya berada di fase peluncuran serta ketika di orbit, tapi tidak bisa di cegat pada tahap akhir bila misil sudah jatuh memasuki atmosfer bumi.

Mengapa sistem pertahanan anti rudal Israel bisa bekerja, walau yang dicegah adalah jenis roket biasa. Dan sistem Iron Dome hanya menargetkan beberapa rudal yang ditembakan ke Israel. Tapi penangkis misil Israel memiliki kemampuan terbatas. Bila diserang puluhan rudal secara bersamaan, pasti sistem pertahanan akan kelabakan dan bisa saja gagal menangkis semua roket yang masuk ke Israel.
Satu lagi sistem pertahanan roket Israel adalah Arrow II disusul Arrow III. Sistem pertahanan paling canggih ini baru lengkap tetapi baru dipasang lengkap pada akhir 2016 menjadi bagian anti rudal yang mencoba masuk ke negara Israel. Kabarnya bahkan mampu menghancurkan satelit yang berada di orbital.

Bisa menjadi cacatan, bila kondisi antar negara mulai memanas dan mulai membicarakan serangan rudal balisitik. Sebaiknya pindah untuk sementara waktu, karena sistem pertahanan anti rudal belum menjamin menangkal masuknya misil sekelas ICBM ke sebuah negara. Teknologi pertahanan bisa dipasang, tapi belum tentu bekerja akurat. Setidaknya untuk saat ini.

Rusia kembangkan rudal balistik RS-28 Sarmat dengan kekuatan setara 40 juta ton TNT. Maret 2018 diumumkan Satan II. Apakah dapat menghancurkan musuh. Bom nuklir modern disebut H-Bom atau bom Hidrogen. Kekuatan ledakan besar tapi tidak seperti yang dibayangkan setiap orang.

Ian Norman adalah astrofotografe., 27 Juli 2016 kemarin tidak sengaja dia menangkap sebuah objek bercahaya sangat terang. Ian mengatakan benda tersebut adalah roket buatan China tipe CZ-7 RB.

Selama pertemuan pejabat militer di Sochi, kru TV Rusia menangkap dokumen yang seharusnya tidak diperlihatkan ke publik. Torpedo Rusia terlihat jelas pada gambar rekaman TV tersebut . Diyakini Rusia berencana membuat torpedo nuklir untuk diluncurkan dari kapal selam dan merusak daerah pesisir musuh.



Ribut Palestina vs Israel. Satu senjata penangkis roket dari Palestina adalah Iron Dome. Tapi hanya cerita saja, hasilnya ada yang gagal. Roket Palestina berhasil jatuh di tanah Israel.

Departemen energy Amerika akan menghancurkan bom nuklir terakhir yang disebut "monster weapon. Tipe B53 Nuclear Warhead memiliki kekuatan setara 9 megaton atau setara 750x bom atom yang diberikan ke kota Hiroshima.


No popular articles found.