Pesawat Antariksa X-37B sukses terbang 2 tahun di orbit ngapain disana


Technology | 7 May 2017

Misi ke 4 pesawat tanpa awak berhasil kembali ke Bumi pada 7 Mei 2017

Oktober 2017
Pesawat antariksa tanpa awak X-37B dari Amerika berhasil terbang dan diam di orbit selama 500 hari. Bentuknya seperti Space Shuttle dengan ruang kargo tapi lebih kecil. Panjangnya hanya 9 meter, dan di kendalikan dari jarak jauh.

Program X-37B mulai dihidupkan kembali sejak 1999, ketika badan Nasa meminta divisi Phantom Works Boeing mengembangkan kendaran orbital - OTV. Tujuan pesawat ini untuk perawatan di ruang angkasa, seperti pengisian bahan bakar satelit, perbaikan dan lainnya. Namun tahun 2004 dialihkan ke perusahaan Darpa yang menangani peralatan militer dan intelijen. Sejak itu informasi X-37B menjadi tertutup.



2010 angkatan udara Amerika meluncurkan pesawat X-37B, disebut OTV 1, 2 dan 3 yang dibawah roket Atlas V. Ketika pesawat tanpa awak tersebut menghabiskan 220 hari lebih di orbit dan terakhir OTV3 mencapai 500 hari di orbit rendah. Ketiganya terbang di ketinggian 350 meter dari permukaan bumi, titik paling tepat untuk melakukan kegiatan mata mata. Jelas posisi satelit berada lebih tinggi dari 350km.

X-37B mungkin baru permulaan, karena masih ada pengembangan pesawat yang lebih besar X-37C. Ukurannya 65% lebih besar, mampu membawa 6 astronot. Tidak jelas mengapa pesawat antariksa X-37B diuji coba begitu lama. Mungkin Amerika membutuhkan serangan balik untuk membom satu posisi dengan cepat. Pesawat X-37B mampu kembali ke bumi dalam kecepatan 25 mach, untuk apa tentu masih rahasia  perusahaan Darpa.



Jumat 17 Oktober 2014. Pesawat X-37B baru kembali mendarat ke Bumi. Hampir 2 tahun (674 hari) diam diam berada diatas. Tidak dijelaskan pesawat ini membawa muatan apa ke orbit. Angkatan Udara Amerika memiliki 2 pesawat. Pesawat kedua dibangun oleh divisi Phantom Works Boeing. Keduanya mengunakan tenaga surya, dan sudah 3 kali di uji coba. Pertama April 2010 dan mendarat bulan Desember 2013, berada diruang angkasa selama 225 hari. Kedua, yang digunakan berbeda dengan tipe X-37B. Diluncurkan Maret 2011 dan diruang angkasa selama 469 hari. Terakhir yang baru mendarat dengan rekor dari perjalanan sebelumnya. Berangkat 11 Desember 2012, selama 22 bulan di ruang angkasa.

Ada kabar pesawat X-37B membawa misi untuk menghancurkan senjata ruang angkasa. Mungkin untuk menangkap atau menonaktifkan satelit negara lain. Tapi pihak militer membantah, mereka hanya melakukan uji coba saja. Pesawat hanya berada di ketinggian 350km.

Secara resmi tidak ada berita yang jelas dari pesawat ini, karena menjadi pesawat rahasia milik angkatan udara Amerika.





Mei 2017
Misi ke 4 dimulai 20 Mei 2015. Berangkt dengan roket Atlas 5 dari Cape Canaveral. Dalam program ini, pesawat akhirnya pulang pada hari 7 Mei 2017.
Pesawat ruang angkasa tanpa awak tersebut berhasil pulang dengan sistem kendali jarak jauh. Pesawat tetap berada di ruang angkasa 614 hari.

Berita terkait
Dunia penerbangan sekarang sudah sangat sibuk. Bila pilot atau pramugari meminta ponsel dimatikan total. Jet komersil capai kecepatan supersonik pada 19 Februari 2019, tiba 48 menit lebih cepat akibat dorongan angin. Ventilasi udara di pesawat dapat menghindari penyakit. Maskapai menempatkan camera keamanan untuk memonitor penumpang (Agustus 2019)

Pesawat lago kelas Boeing 747 yang sudah di modifikasi salah masuk landasan. Mendarat di landasan yang kecil bahkan tidak memiliki menara kontrol. Pesawat berhasil mendarat di landasan yang pendek, masalah kedua take off



Jakarta ke Bandung bukan penerbangan paling singkat. Masih ada lagi jarak penerbangan paling pendek, ada di Skotlandia. Logan Air melayani penerbangan antara 2 pulai dari pulau Westray ke Papa Westray, tapi keduanya memiliki batas air laut.




No popular articles found.