Rusia dan Amerika ribut masalah Krimea apakah astronot tidak bisa pulang


Shortstory | 24 March 2014

Cerita menarik dengan kerjasama Rusia dan Amerika. Bila Rusia ribut dengan negara lain seperti Amerika. Sedangkan Rusia yang mengirim astronot ke ruang angkasa. Bagaimana nasib astronot yang sedang berada diatas sana.

Amerika tidak memiliki pesawat untuk mengirim astronot ke stasiun ISS. Saat ini hanya roket milik Rusia dengan roket Soyuz yang mampu membawa astronot ke ruang angkasa. Sedangkan China memiliki sistem sendiri. Amerika sudah tidak mengaktifkan program ruang angkasa, kecuali sistem baru memiliki program baru untuk penerbangan pesawat ulang alik yang lebih kecil dan berbiaya rendah. Saat ini masih melakukan uji coba dan baru berjalan tahun 2017.

Astronot memiliki pendapat berbeda dengan kondisi politik Rusia dan Amerika. Mantan astronot Amerika Leroy Chiao yang memimpin ekspedisi selama 6 bulan pada tahun 2004 dan 2005 mengatakan, semua astronot pasti membicarakan masalah politik antar dua negara tersebut. Bila terjadi sekarang pasti akan menjadi pembicaraan di atas. Astronot Mike Hopkins dari Amerika baru pulang dari ISS setelah setengah tahun tinggal diatas. Menurut mereka, rekan dari Rusia adalah teman dekat dan bekerja sama amat baik. Astronot tidak memusingkan masalah politik, bagi mereka adalah bekerja dalam satu tim dalam melakukan eksperimen di stasiun ISS.

Di stasiun ruang angkasa ISS, tim Amerika dan Rusia memiliki layanan terpisah, seperti  toilet dan sistem pendingin. Karena stasiun tersebut dibangun bersama sama tapi kebutuhannya berbeda. Amerika memiliki sistem kendali stasiun ISS, Rusia memiliki tugas untuk mengirim astronot keatas. Satu astronot menghabiskan biaya 70.7 juta dollar untuk pergi ke ISS.

ISS adalah perwakilan banyak negara, dari Jepang, Amerika, Rusia, Kanada dan Uni Eropa. Stasiun ini akan terus beroperasi sampai 13 tahun mendatang. Nasa sudah memiliki jadwal akan mengirim 3 astronot lain dalam misi ke 39 pada 25 Maret 2014. Disusul pengiriman perlengkapan dengan roket Space-X-3 30 Maret dengan roket Falcon. Jadwal Nasa tetap berjalan sesuai rencana. Krisis di Ukrania dan Kremia juga tidak menganggu hubungan antara Soyuz dan Nasa. Semoga saja Rusia dan Amerika tidak ribut terus dan menyelesaikan urusan politik mereka.

Berita terkait
Rusia kabarnya tidak mau menjual mesin roket untuk Amerika bila peralatan yang dibawa adalah peralatan militer. Tekanan lain seperti pengiriman astronot ke ruang angkasa akan dibekukan untuk sementara waktu.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang International Space Station atau ISS. Stasiun ruang angkasa ini pertama diluncurkan tahun 1998. Sekarang sudah sedemikian besarnya bahkan bisa diabadikan dari bumi.




No popular articles found.
< /body>