Beda 4 core vs 8 core procesor smartphone apa benar 8 core
Membeli smartphone, ada yang mengatakan sebaiknya memiliki procesor lebih hemat power dengan Quad Core.
Apakah lebih baik dari Octa Core. Ada anggapan bila smartphone dengan procesor lebih sedikit akan lebih hemat power, tidak juga

Misalnya memiliki 4 core akan lebih hemat dibanding 8 core. Dijawab belum tentu, karena procesor 8 core di smartphone hanya bekerja 4 core + 4 core. Artinya 4 core menangani aplikasi sederhana, dan 4 core lain untuk kebutuhan lebih bertenaga. Jadi 8 core procesor hanya bekerja sebagian saja, mungkin 1 atau 2 core untuk menangani aplikasi.

Mengunakan sensor camera digital, lebih besar megapixel akan lebih tajam. Tapi tidak mempengaruhi kualitas gambar, bila mengunakan lensa standar hasilnya mungkin tidak berbeda. Apakah procesor lebih sedikit tidak berbeda dengan procesor lebih banyak. Tentu berbeda.

Menghitungnya seperti ini.
Bila memiliki 8 juru masak untuk menyajikan masakan, tentu ada yang harus diatur untuk memaksimalkan kinerja di dapur agar lebih efisien. Diantara 8 juru masak mungkin 4 juru masak lebih ahli dibanding 4 juru masak lainnya.

Demikian juga procesor smartphone antara 8 dan 4 core memiliki perbedaan. Secara umum procesor smartphone di tahun 2015 hanya bekerja dengan sistem 4 core + 4 core. Ketika aplikasi kecil berjalan, maka sebagian 4 core paling hemat bekerja. Bila aplikasi bekerja dan membutuhkan kinerja procesor lebih tinggi, akan ditangani oleh 4 core lain yang lebih cepat. Tahun 2016 sejauh ini Mediatek mengeluarkan 10 core, 2 core tambahan untuk menangani kinerja aplikasi lebih berat seperti gaming.

Aplikasi game akan bekerja lebih baik dengan banyak procesor. Tapi tidak terjadi di semua game. Bahkan pada aplikasi belum tentu 8 core lebih cepat dibanding 4 core. Aplikasi smartphone rata rata masih bekerja dengan single core, dan paling banyak dual core. Hanya kondisi tertentu, seperti mengambil foto resolusi tinggi dan di edit maka core procesor akan bekerja maksimal.

Arsitek ARM merancang ide dari Big.Little untuk bagian core terbesar sebagai kinerja core procesor paling tinggi. Dimana chip dipecah menjadi dua bagian dengan kombinasi 4 core dan 4 core di Big Little. Satu set procesor 4 core bekerja maksimum, 4 core lainnya bekerja untuk efisiensi agar kinerja yang kecil ditangani oleh bagian lebih hemat power ini.

Apakah kedua bagian tersebut bekerja secara terpisah atau seluruhnya bekerja bersamaan. Teorinya yah, tapi pada prakteknya jarang terjadi.
Karena big.LITTLE procesor dengan 8 core untuk pemakaian power lebih efisien dan bukan untuk performa.

Octa Core artinya 8 core. Tetapi 8 core tidak berjalan bersamaan. Dan sebuah aplikasi tidak membutuhkan pengolahan sebanyak 8 core secara bersamaan. Tapi penguna harus mengerti dari rancangan keluarga procesor ARM. Misalnya Arm Cortex A dibuat dalam beberapa model, dari A72, A57, A53, A17, A15, A9, A7, A5.

Mediatek MT6792 diperkenalkan tahun 2013. Procesor ini masih populer digunakan untuk smartphone Android budget.
Mediatek MT6792 memilik 8 core ARM Cortex A7 dan bekerja bersamaan dengan kecepatan 1,7 sampai 2Ghz.
Nvidia Tegra 4 diperkenalkan tahun 2013 adalah procesor quad core. Berbasis ARM15, performa lebih baik dibanding MT6592.
Artinya seluruh procesor smartphone mengunakan arsitek yang sama yaitu Arm. Hanya dibuat berbeda-beda oleh pabrik chip, dengan tambahan kebutuhan pada perangkat hardware.
Bila membeli smartphone, lihat tipe procesor. Dan periksa apakah tipe tersebut adalah procesor terbaru yang lebih efisien.

Bagaimana dengan 10 core.
Smartphone dengan procesor Mediatek Helio X20 atau Helio X25 (Maret 2016) mengunakan 10 core procesor. Procesor ini malah memiliki 3 blok pembagian. 4 core untuk aplikasi ringan, 4 core lain untuk aplikasi lebih berat, dan 2 core untuk aplikasi khusus dengan kecepatan tinggi.

10 core tidak berjalan bersamaan, procesor akan membagi tugas dari 3 bagian procesor berbeda. Bila untuk email, Facebook dan aplikasi ringan, hanya 4 core paling kecil bekerja dengan kecepatan paling lambat. Untuk video atau game baru tugas 2 procesor lebih tinggi mengambil alih 4 procesor kecil. Ketika banyak aplikasi bekerja seperti navigasi, video dan lainnya, bagian di tengah yaitu 4 core yang cukup cepat mengambil alih pekerjaan proses di smartphone.
Seperti di procesor Mediatek Helio X20 memiliki 2 core paling tinggi dengan Cortex A72, 2.5Ghz, 4 core ditengah Arm Cortex A53 2.0Ghz, dan paling kecil Cortex A53 1.4Ghz

Untuk aplikasi yang memanfaatkan jumlah core procesor`
  • Gmail aplikasi terbagi rata dari 2-4 core. Tetapi hanya memanfaatkan 50% dari masing masing core. Bila smartphone memiliki 4+ atau 8 core, pemakaian procesor lebih rendah lagi dan kurang dari 35%.
  • Youtube. Dengan smartphone dual core hanya mencapai 50%. Smartphone 8 core akan dipakai 4 core dan sesekali naik di sampai 6 core dan turun ke 3 core. Pemanfaatan rata rata hanya 30%.
  • Game Riptide GP. Dengan 4 core, hanya mengunakan 2 core, dan sedikit mengunakan 2 core lainnya. Tetapi di procesor 8 core, lebih banyak mengunakan bagian besar pada core 6 dan 7. Namun pekerjaan sebagian besar ditangani sampai 3 core.
  • Game TempleRun 2. Pada smartphone 8 core, mencapai core 4 disusul core ke 5 dan konsisten sampai beban puncak mencapai core ke 7.

Sehingga masing masing aplikasi mengunakan kinerja procesor berbeda beda.

Menjawab apakah jumlah core procesor lebih boros.

Bagaimana dengan jaringan internet. Disini juga menentukan, ketika jaringan internet lambat, maka kita akan membuka layar smartphone lebih lama. Artinya baterai akan dipakai lebih banyak untuk melihat layar smartphone tetap menyala. Bagaimana dengan game, sama saja dan paling boros mengunakan baterai. Karena display layar dan procesor akan bekerja.

Faktor lain, aplikasi juga memboroskan baterai smartphone. Terlalu banyak mengunakan aplikasi chatting maka data paket internet sering aktif.

Jadi ... banyak faktor yang menentukan boros tidaknya sebuah smartphone.

Yang boros power bukan hanya procesor. Tapi di layar smartphone adalah bagian paling boros, karena membutuhkan cahaya dan terus aktif ketika kita melihat smartphone. Semakin lambat kinerja procesor, semakin lama kita melihat layar smartphone. Artinya procesor lebih banyak membutuhkan power, dan layar juga mengkonsumsi baterai lebih lama. Bila kita mengunakan smartphone dengan 8 core, maka aplikasi akan lebih respnsif. Dan kita sudah melihat lebih singkat. Karena melihat layar smartphone lebih singkat, artinya konsumsi power baterai lebih rendah. Smartphone 8 core bisa saja lebih hemat power.

Akhirnya kebutuhan kita yang menentukan, untuk hemat tidaknya perangkat dengan konsumsi baterai smartphone.