Qualcomm vs MediaTek semakin seru dengan teknologi tidak berbeda.

Jangan bosan membaca artikel yang satu ini. Karena menyangkut sebuah perangkat yang kita gunakan atau akan kita beli.

Setidak dapat mengetahui mengapa  procesor smartphone terus keluar dengan model baru.

Dan apa perbedaan diantara disain smartphone, seperti procesor Mediatek, Snapdragon, Kirin, Nuclun, HiSilicon, Intel, Exynos, Tegra dan Marvel

Awalnya perlu kita mengetahui, nama perusahaan dengan nama procesor yang mereka produksi.
  • Qualcomm mengunakan nama Snapdragon procesor
  • Mediatek mengunakan nama MTxxxx atau Helio
  • Huawei mengunakan nama Kirin
  • LG mengunakan nama Nuclun
  • Samsung mengunakan nama Exynos
  • Nvidia mengunakan nama Tegra
  • Marvell mengunakan nama PXAxxxx
  • Broadcomm mengunakan nama BMCxxxx
  • Intel mengunakan nama Atom X.
  • Xiaomi mengunakan nama LeadCore dan Rifle (2016)

Mediatek dan Qualcomm masih mendominasi produk procesor Android, disamping Kirin dan Exynos. Tapi bagian terpenting, semua produk yang dibuat mengunakan arsitektur procesor ARM. Jadi produsen membuat chip berdasarkan rancangan arsitek yang sama. Apa itu ARM, singkatannya Acorn RISC Machine. Rancangan chip procesor mobile yang dibuat perusahaan Inggris dari perusahaan ARM Ltd.

Masing masing procesor, memiliki perbedaan dari jenis disain arsitek yang dipakai sesuai standar yang dikeluarkan perusahaan ARM.

Disebut arsitek Cortex. Model dari Cortex ini yang membuat procesor lebih canggih atau masih model lama.

Disain Cortex juga dibagi di dalam procesor.

Kita mengenal nama procesor computer
Seperti procesor computer dual core atau quad core (4 core),  mirip seperti procesor smartphone.
  • Misalnya computer memiliki 4 core dalam 1 procesor. Satu core akan bekerja ketika computer diaktifkan
  • Ketika anda membuka Windows dan mendengar lagu, maka ada 2 core yang aktif, satu procesor menangani OS Windows, satu lagi memproses aplikasi lagu. Sedangkan 2 lainnya tidak terlalu aktif.
  • Ketika anda merender video disain CAD, game, kebutuhan proses procesor meningkat. Ada 4 core maka seluruhnya akan aktif memproses untuk proses maksimum
  • Procesor computer bekerja ketika kebutuhan proses, bila aplikasi membutuhkan 1 core akan bekerja satu core, bila 2 core akan aktif dua core. Tapi kecepatan core procesor akan bekerja dengan keceptan yang sama.
Kembali ke procesor smartphone.
Ada perbedaan dengan procesor computer dengan smartphone. Procesor smartphone terbagi antara 1, 2, 4, 8 dan 10 core. Tapi procesor smartphone dengan 8 core umumnya dibagi menjadi 2 bagian. Sedangkan 10 core atau Hexa Core terbagi menjadi 3 bagian
  • Untuk 10 core. Terbaik dari 3 bagian. 4 core pertama untuk low power menangani aplikasi sederhana dan rutin tanpa mengambil power terlalu besar. 4 core lebih tinggi menangani aplikasi besar seperti editing foto, proses foto dan video, dan 2 core paling kuat biasanya untuk game dan editing foto dari smartphone.
  • Untuk 8 core atau Octa Core. 4 core untuk menangani aplikasi sederhana atau ringan saja seperti untuk chatting, GPS, dan menerima SMS dan aplikasi ringan. Ketika 4 core terlihat sudah mendapatkan beban besar, maka proses aplikasi akan dipindah ke 4 core yang lebih cepat dan lebih besar.
  • Untuk Quad Core atau 4 core. Menangani seluruh aplikasi baik kecil maupun aplikasi besar. 4 core bekerja sama, bila satu core sudah penuh, proses dialihkan ke core kedua dan seterusnya.
  • Untuk Dual Core, sejauh ini produsen tidak banyak mengeluarkan tipe procesor dengan dual core. Sama seperti Quad Core tapi yang menangani proses aplikasi hanya 2 saja. Bila kedua proses core sudah penuh, maka smartphone menjadi lebih lambat, karena proses harus antri.
Perbedaan antara Hexa, Octa , Quad vs dual core sebagai contoh
Setiap procesor smartphone 8 core atau dikenal dengan Octa Core memiliki 2 jenis core berbeda.
4 core akan diberikan keterangan dengan nama arsitek Cortex lebih rendah (agar hemat power) sebagai procesor low power.
4 core lain mengunakan tipe Cortex lebih komplek / lebih cepat memproses aplikasi. Misalnya edit foto, gaming, video HD dan lainnya.

Smartphone dengan 4 core atau dikenal dengan Quad Core, akan membagi tugas masing masing core, tanpa membagi tugas. Bila satu penuh akan ditangani oleh core lain. Sampai seluiruh core seluruhnya aktif.

Ketika kita memiliki 4 core procesor, semua core identik. Sedangkan tipe 8 dan 10 core, memiliki arsitek dan kecepatan core procesor berbeda.
Contoh 8 core, 4 core memiliki clock speed dengan Mhz lebih rendah, dan 4 core lebih tinggi. Bila 10 core, maka 2 core terakhir biasanya memiliki clock speed paling tinggi.

Disini kita sudah mengetahui apa perbedaan antara core procesor yang ada di smartphone. Sekarang tentang disain procesor ARM.

Disain ARM Cortex
Arsitek ARM adalah disain procesor yang dibuat untuk perangkat mobile. Memiliki disain berbeda dengan procesor computer.

Procesor high end disebut arsitek Arm Cortex A73
Terakhir ARM memiliki disain procesor Cortex 64 bit paling efisien tipe Cortex A53, serta kelas Cortex A9 32bit
Di kelas procesor High End 64, mengunakan tipe Cortex A57 dan Cortex A72.
Di kelas lain masih ada disain Cortex A15 dan A17, tapi tipe 32bit.

Satu lagi Cortex A35 64bit, dibuat lebih murah dan lebih efisien. Mengunakan power 10% lebih rendah dibanding Cortex A7. Bila dibanding dengan Cortex A53, tipe Cortex A35 memiliki ukuran 25% lebih kecil, dan pemakaian power lebih hemat 32%. Procesor ARM Cortex A35 baru tampil di akhir tahun 2016.

Jangan lupa, disain procesor tersebut akan terus berganti sesuai teknologi yang ada.

Dibawah ini perkembangan pengunaan arsitek dari disain ARM yang digunakan pada generasi procesor smartphone.
Tahun 2014 Mediatek menampilkan procesor mobile MT 6595 dengan disain dari arsitek Arm Cortex A17 Octa Core , dan MT 6732 dari disain Cortex A53 Quadcore. Mediatek sudah memiliki roadmap MT 6591 dengan 6 core, dilanjutkan Mediatek baru menyiapkan versi 64bit Octa core MT 6752 dengan Arm Cortex A53 dengan arsitek yang sama di Qualcomm Snapdragon 600.
Tahun 2015 MediaTek MT6795 dengan True 8 core.

Qualcomm menampilkan 2 procesor 64 bit Snapdragon 600. Cortex A53 quad core MSM8936 dan Octo core MSM8939.
Snapdragon 810 untuk 64bit dan teknologi video 4K. Akhir tahun 2015 Snapdragon mengeluarkan banyak procesor baru di semua kelas, termasuk paling tinggi Snapdragon 820.

Proses produksi pembuatan chip kedua perusahaan agak berbeda. Qualcomm akan mengunakan proses 28nm LP untuk memproduksi procesor mereka. Biaya produksinya lebih murah. Sedangkan Mediatek akan mengunakan proses produksi HKMG untuk performa.

Mengapa selalu ada kata ARM Cortex ketika melihat spesifikasi procesor smartphone,  dijelaskan lebih rinci dibawah ini.

Apa perbedaan diantara procesor tersebut dan hubungannya dengan kata ARM.

Sebelum membandingkan perbedaan Mediatek vs Qualcomm. Yang perlu diketahui dengan produk procesor dan disain procesor
  • Kembali ke rancangan procesor mengunakan disain chip berbasis arsitek ARM. Jadi ARM mendisain standar instruksi procesor.
  • ARM adalah teknologi arsitek procesor. Tapi perusahaan ARM bukan pabrik procesor, hanya disainer atau perancang chip dan memberikan paten disain chip mereka untuk diproduksi ke pabrik lain.
  • ARM merancang alur procesor, membuat sampel dan menguji. Nantinya gambar rancangan procesor ARM dibuat oleh pabrik procesor seperti Mediatek, Qualcomm atau Samsung dan Huawei Kirin atau pabrik lainnya.
  • Masing masing pabrik mengembangkan model dan disain lanjutan dari ARM. Misalnya dibuat dengan teknologi baru seperti kerapatan procesor.  Untuk rancangannya sama, tapi bentuk chip dan kecepatannya belum tentu sama. Masing masing pabrik harus menguji sendiri procesor yang mereka buat bahkan menambahkan perangkat lain. Contoh Mediatek membuat chip procesor smartphone dengan penerima satelit navigasi GPS. Qualcomm memberikan internal navigasi mereka dengan Glonass dan GPS. Tapi perbedaan tersebut bisa berubah sesuai kebutuhan pasar dan produsen pembuat chip. Atau teknologi 4G LTE, ketika chip procesor Qualcomm sudah memberikan fitur tersebut. Tapi tidak beberapa bulan kemudian barulah Mediatek menawarkan 4G LTE. Demikian dengan Mediatek, awalnya hanya menawarkan procesor untuk menerima sinyal GPS, model terbaru sudah dapat menerima sinyal GPS Glonass bahkan satelit Baidou.
  • Tahun 2015, Snapdragon mulai mengunakan disain ARMv8-A. Dan mengambil arsitek procesor Arm Kyro. Dan tampil di tahun 2016, Snapdragon 820 dan Snapdragon 821 hanya memiliki 4 core. Di dalam procesor terbaik menjadi 2 kecil + 2 besar. Perbedaan dua bagian pada L2 Cache, 2 core memiliki 512Kb dan 2 core Big memiliki 1MB.
  • Tahun 2016, ARM masih mengembangkan teknologi procesor perangkat mobile dengan rancangan teknologi ARM CoreLink CCI sebagai kontroller perangkat mobile untuk tranfer data.
  • Akhir tahun 2016, Samsung menyiapkan Exynos 7 7570, di dalam chip sudah memasukan semua perangkat utama dari GPS, Bluetooth, WIFI dalam satu chip untuk smartphone murah.

Beberapa contoh disain pasar procesor yang di produksi sendiri, diproduksi oleh pabrik lain, dijual atau diberikan lisensi ke perusahaan lain.
  • Intel, disainer chip procesor, membuat procesor sendiri, dan memasarkan sendiri. Intel adalah perancang atau disainer chip, pabrik chip dan procesor tapi tidak membuat motheboard untuk computer. Sebagian seperti chipset dijual untuk dipakai pabrik lain untuk dipakai pada motherboard notebook dan computer. Di pasar computer Intel tidak membuat PC, jadi Intel hanya menjual chip.
  • AMD, disainer chip procesor dan GPU, seluruh procesor dan GPU di produksi dari pabrik lain, hasil produknya dijual sendiri seperti procesor, beberapa produk seperti VGA di kemas oleh pabrik lain dan AMD hanya menjual chip GPU. AMD tidak memproduksi chip dan procesor, karena produksi dibuat pabrik lain dan perusahaan pembuat computer dapat memesan ke AMD.
  • Nvidia, disainer chip procesor GPU, chip seluruhnya diproduksi oleh pabrik lain. Nvidia meminta diproduksi dan membeli chip sendiri, lalu dijual ke pabrik lain. Pabrik lainnya akan  memproduksi menjadi barang jadi dalam bentuk VGA. Praktis Nvidia hanya memesan banyak chip di pabrik lain. Produk jadi dibuat oleh perusahaan lain.
  • Untuk perangkat Android berbasis arsitek ARM, maka ARM sebagai disainer chip. Memberikan lisensi ke pabrik/merek lain dan chip diproduksi oleh pabrik seperti Mediatek, Qualcomm, Samsung, atau LG. Tapi chip dijual kembali ke produsen smartphone / tablet atau dipakai sendiri menjadi produk Samsung, LG smartphone, Huawei, Oppo, dan merek lain. Contoh Samsung bisa saja menjual procesor Exynos ke Huawei untuk smartphone mereka. Dan Samsung bisa mengunakan procesor buatannya sendiri untuk smartphone Samsung. Mediatek hanya memproduksi chip , dan di jual ke produsen smartphone. LG , Huawei membuat procesor Culun untuk produknya sendiri. Atau Snapdragon buatan Qualcomm dibuat oleh TSMC dan Samsung, lalu Qualcomm menjual kembali ke pabrik smartphone lain.

Apakah Mediatek kalah dengan Qualcomm Snapdragon, karena kedua nama ini terbesar.
Tidak ada yang kalah dan menang, yang berbeda adalah teknologi
Informasi bulan Februari 2015, dari Geekbench. Chip Mediatek MT6795 dengan kinerja Full Core memiliki score 4536. 
Dibanding dengan Snapdragon 810 mendapatkan score 4345 atau dibawah kemampuan Mediatek.
Perbedaan lain di Single Core, Mediatek lebih rendah dengan score 885 dan Qualcomm Snapdragon 810 lebih tinggi 1144. Kedua chip mengunakan teknologi Octa Core 64bit.
Untuk Full Core 8 bit Mediatek saat ini lebih tinggi, tapi chip MT6795 belum tampil dipasaran. Snapdragon 810 sudah tersedia, setidaknya digunakan oleh LG.
Procesor Exynos dari Samsung dikabarkan lebih hemat power dibanding Snapdragon 820 berasis Kyro arsitek, walau Samsung Exynos dirancang dengan 8 core, dan Snapdragon 820 mengunakan 4 Core.


Test score Mediatek vs Snapdragon Februari 2015

Masalahnya apakah penting kecepatan procesor smartphone. Sebenarnya tidak, yang penting adalah berapa jumlah core yang dibutuhkan untuk aplikasi yang kita pakai. Bukan kecepatan dengan harga smartphone yang mahal. Semakin mahal semakin baik kualitas smartphone, tapi belum tentu kita butuhkan atau terlalu baik untuk kita pakai. Tentu yang baik harus dibayar lebih mahal.

Procesor Mediatek merancang procesor murah, tentu untuk smartphone kelas menengah ke bawah, sedangkan Qualcomm memilih seluruh pasar dari high end dan low end. Disini kita yang menentukan, apakah membutuhkan begitu canggihnya sebuah smartphone dengan procesor dan teknologi camera. Dan itu tidah murah bagi sebagian orang.

Mengapa Mediatek kadang agak terlambat merilis procesor baru mereka untuk diproduksi
Mungkin strategi Mediatek yang sama seperti merek procesor lainnya, sementara produsen lain menawarkan teknologi LTE sejak tahun 2014 lalu. Tapi Mediatek memilih menunggu pasar lebih matang. Atau bisa saja Mediatek tidak mau mengeluarkan uang terlalu besar untuk penelitian sebelum pasar siap menerima produk baru. Tahun 2016 semua procesor Mediatek terbaru sudah mendukung 4G LTE.

Berbeda dengan Samsung, memiliki procesor Exynos. Umumnya digunakan untuk produk mereka sendiri dan sebagian di jual ke merek smartphone lain. Karena Samsung memiliki pabrik chip procesor smartphone sendiri, selain pabrik memory yang digunakan pada perangkat mobile.

Qualcomm lebih siap untuk jaringan LTE di negara Eropa, Amerika dan negara maju di Asia, karena menjadi Hit untuk promosi. Qualcomm Snapdragon 820 edisi 2016, dibuat oleh 2 pabrik yaitu TSMC Taiwan dan Samsung. Mengapa harus ada 2 pabrik, Qualcomm ingin menjaga stok procesor mereka selalu tersedia. Satu pabrik belum tentu cukup.

Tetapi kalangan analis mengatakan teknologi Mediatek hanya menunggu waktu untuk mengejar teknologi Qualcomm, dan benar. Mediatek lebih memilih pasar kelas menengah ke bawah, karena pasar belum memerlukan teknologi terbaru tapi membutuhkan procesor murah. Dan itu terjadi, tahun 2015 Mediatek sudah menyiapkan 4G LTE, hanya agak lambat saja mengeluarkan procesor dibanding Qualcomm yang memilih heboh lebih dahulu walau ketika itu teknologi jaringan 4G LTE (2014) belum banyak digelar di beberapa negara. Tahun 2016 di Indonesia masih mengunakan 4G LTE Cat 4
Tahun 2015 Mediatek hanya menawarkan 4G LTE Cat 4, karena jaringan terbanyak yang dipakai adalah jenis Cat 4. Walau Qualcomm sudah heboh menyiapkan beberapa procesor untuk Cat 6 atau lebih tinggi dengan kecepatan data lebih cepat di smartphone high end. Tahun 2016 menyiapkan Mediatek Helio X25 untuk 4G LTE Cat.6 dan VoLTE.

Mediatek X30 dengan teknologi 10nm, dibuat perusahaan chip TSMC dengan 10 core - 2 x Cortex A7x + 4 x Cortex A53 + 4 x Cortex A35. Menanganti camera 26Mpix.

Baik Mediatek dan Qualcomm memiliki roadmap berbeda. Kedua perusahaan terlihat unik, karena memperhitungan beberapa variabel kebutuhan pasar termasuk keinginan produsen smartphone.Awalnya Mediatek tetap bermain dipasar low dan kelas menengah. Karena smartphone dengan harga terjangkau lebih banyak dibutuhkan masyarakat. Teknologi Mediatek terlihat mundur satu langkah, karena ingin menawarkan produk lebih murah khususnya smartphone kelas menengah kebawah (setidaknya sampai tahun 2015 ini). Tapi Mediatek memiliki satu procesor X20 yang paling heboh dengan 10 core sementara Qualcomm belum memiliki procesor 10 core di tahun 2015.

Qualcomm mengejar teknologi terbaru seperti jaringan LTE, video recording 4K dan sensor camera lebih besar. Teknologi terbaru seperti Codec H.265, 4G LTE, kemampuan recording 4K dan sensor MegaPixel sudah ada di chip Qualcomm terbaru. Hanya teknologi baru seperti ini pasti mahal, dan hanya menarik produsen smartphone papan atas dan pembeli yang kaya.

Hari ini Qualcomm mengumumkan chip 64 bit sudah diproduksi pada merek smarpthone A, tapi beberapa bulan kemudian Mediatek akan menawarkan teknologi yang sama dan murah untuk produsen di merek B.
Kemarin produsen menawarkan smartphone 2GB RAM, sekarang sudah ada 3GB RAM, 4GB RAM dan mungkin 6GB RAM. Dan teknologi tersebut mengikuti perkembangan model procesor yang ditawarkan. Tanpa procesor, semua perangkat belum tentu bekerja. Jadi batas kemampuan smartphone juga ditentukan oleh procesor.

Selanjutnya tentang teknologi chip dan harga