Teori ini adalah dasar dari pembentukan alam semesta. Melihat kandungan material yang ada, serta materia terbanyak dalam pembentukan bintang, planet, dan galaksi serta gas nebula.

Alam semesta terbentuk dari atom, tapi jumlahnya amat sangat besar. Atom menjadi dasar awal terbentuknya alam semesta sampai saat ini, kehidupan di alam semesta terkait dengan jumlah atom. Bukan melihat dari proses terbentuknya sebuah tata surya. Tetapi melihat dari mana saja materi pembentukan di alam semesta, dan perubahan bentuk atom menjadi benda di kosmik.

Menjadi pertanyaan, apa nama atom yang membentuk alam semesta ini. Materi apa yang terbesar. Menurut penelitian hanya terdiri dari dua unsur utama atom yaitu Helium dan Hidrogen sampai kumpulan atom tersebut membentuk seperti alam semesta saat ini
Ini satu pelajaran dari dunia sain dan ditampilkan agak berbeda. Tidak menampilkan planet, bintang, galaksi tapi menceritakan kandungan planet dan bintang dan bagaimana materi di alam semesta membentuk semuanya.

Diawali dari molekul yang terdiri dari beberapa atom, terkadang molekul berubah karena berganti atom yang mengikat. Oksigen untuk bernapas, tumbuhan dan lainnya terbentuk karena atom.

Kembali ke pembentuk atom di alam semesta. Pembentukan alam semesta dimulai 14 miliar tahun lalu (teorinya seperti itu) dimana terjadi ledakan sangat dasyat (menurut teori disebut Big Bag).  Ketika terjadi big bang, kandungan di titik awal big bang terlempar dan di alam semesta terjadi penyebaran gas ke semua arah di ruang hampa. Tapi  belum ada planet atau bintang seperti sekarang. Gas yang bertebaran dan mengambang dalam jumlah sangat besar, kandungan terbesar adalah unsur dari  75% atom hidrogen dan 24% atom helium.



Tidak ada oksigen, carbon dan nitrogen di awal pembentukan. Bahkan tidak ada besi dan emas seperti materi padat sekarang.
Pada satu bagian terjadi kepadatan gas lebih banyak dibanding bagian lain. Karena gas berada di ruang hampa, kepadatan gas akan membentuk gravitasi di ruang hampa. Seperti cerita astronot yang ingin minum di ruang angkasa, maka air tidak jatuh menetes, tapi mengambang seperti bola.
Gas yang lebih ringan akan tertarik oleh bagian gas lebih berat. Perlahan semakin banyak gas terkumpul, memadat dan terus memadat melalui proses perlahan dalam waktu miliaran tahun.



Gas yang padat membentuk seperti bola, dan membuat tekanan di tengah bola raksasa. Membuat tekanan besar ditengah dan menimbulkan panas di inti gas. Sekali lagi bukan gas seperti balon atau gas di dalam tangki kapal tangker, tapi ini jumlah gas yang sangat besar di ruang antariksa.





Terkadang panas di inti bola gas raksasa yang semakin padat akan memanas dan menimbulkan fusi nuklir. Atom hidrogen saling bertabrakan dengan atom helium. Dan terjadilah pembentukan cahaya bintang.



Ketika panas yang terjadi di dalamnya dan berusaha keluar, dan bagian luar terus menekan ke dalam. Saat itulah terbentuknya sebuah bintang yang bercahaya karena inti di dalam gas terjadi efek fusi nuklir.



Sebuah bintang besar tidak hanya memiliki kandungan hidrogen menjadi helium. Karena panas dan molekul atom begerak dan saling menumbuk. Sehingga menghasilkan atom atom lain seperti, oksigen dan nitrogen. Bahkan dapat membuat atom lain seperti Flourine, Neon, Sodium, Magnesium, Aluminium sampai Iron (besi). Seperti molekul O2 (udara) ketika terjadi proses pembakaran akan berubah menjadi gas CO2.



Suatu hari bahan bakar yang membentuk bintang tersebut habis karena terus terbakar. Bintang akan redup dan intinya runtuh, akhirnya membuat efek ledakan raksasa yang disebut Supernova.

Ketika sebuah bintang besar meledak, dan melepas energi sangat besar dan melontarkan semua isi dari bintang raksasa. Reaksi fusi ditengah inti bintang menjadi liar dan saling bertumbukan. Materi gas yang terakumulasi dapat membentuk atom lain yang lebih berat seperti besi, silver, emas dan uranium setelah semuanya terlontar dari inti bintang yang hancur.



Sebagian sisa elemen terlempar begitu saja di ruang angkasa akan ada di sekitar bintang yang mati. Dan bercampur kembali dengan gas yang sudah ada sebelumnya. Sekarang gas yang tadinya hanya terdiri dari 2 atom, helium dan hidrogen mendapat atom lain setelah terjadinya supernova.

Matahari misalnya adalah bintang generasi baru yang terbentuk. Karena bahannya terdiri dari 71% hidrogen, 27% helium dan bahan atom lainnya 2%.



Bagaimana dengan bumi.
Bumi terbentuk setelah satu ledakan bintang, atau materi di bumi adalah materi padat dari sisa bintang yang meledak sebelumnya. Planet bumi tidak mampu mengambil bahan hidrogen dan helium terlalu besar. Kandungan Bumi lebih banyak materi padat atau  lebih banyak 32% Besi, 30% Oksigen, 15% Silikon, 14% Magnesium dan sisanya 9% seperti sulfur, nikel dan lainnya.

Sehingga bumi hanya memiliki kandungan 2% gas. Sisa gas lainnnya tidak bisa ditarik oleh gravitasi bumi selama pembentukan planet. Planet bumi dan planet lainnya terbentuk karena pecahan asteroid yang saling tertarik. Karena debu yang mengambang akan terakumulai kembali menjadi benda lebih besar. Perlahan menjadi asteroid, lalu saling tarik menarik. Dan terus bertumbukan dan mengumpul menjadi satu. Semakin lama semakin membesar sampai terbentuk menjadi planet.



Jadi materi di bumi adalah materi mungkin dari sisa sebuah bintang yang meledak. Kandungan di bumi adalah hasil dari proses sebuah bintang sebelumnya. Matahari saat ini dianggap sebagai bintang generasi kedua dari bintang sebelumnya yang lebih dahulu terbentuk.

Materi utama di alam semesta terdiri dari dua unsur utama, Helium dan Hidrogen. Setelah terjadi perubahan dalam waktu miliaran tahun, muncul atom lain untuk membentuk galaksi, bintang, planet dan lainnya di alam semesta.

Cerita diatas untuk menjelaskan bagaimana terbentuknya atom yang mengisi semua benda di antariksa. Proses terjadinya bintang, bulan, planet memiliki teori sendiri yang disebut pembentukan tata surya.