DSLR vs Mirrorless yang lebih baik atau lebih murah


Product | 26 February 2014

Camera mirrorless awalnya mengisi ke kosongan antara DSLR dan camera pocket. Mirrorless dibuat untuk kepraktisan dengan ukuran lensa lebih pendek. DSLR lebih mengarahkan seseorang ke arah profesional.

Masing masing bodi camera memiliki mounting lensa berbeda.
Lensa mounting DSLR dari disain Nikon tidak dapat digunakan untuk bodi camera Canon, demikian sebaliknya.
Demikian juga bodi camera yang disebut Mirrorless atau MILC. Namanya saja sama tapi mounting lensa berbeda beda.
  • Panasonic dan Olympus menyebut Micro Four Thirds
  • Samsung dengan NX Mount
  • Sony E-Mount, Nikon 1-mount
  • Canon EF-M Mount.
Lensa dan bodi camera tidak dapat dipasang bila berbeda mounting dari masing masing produsen, kecuali ditambahkan adapter.



Camera mirrorless atau CSC pertama diperkenalkan tahun 2008.
Panasonic mengunakan nama Micro Four Third dan generasi terbaru sekarang seperti Sony Alpha 7 sudah dilengkapi sensor Full Frame tipe mirrorless.

Pendapat lain mengatakan sebaiknya membeli camera pocket berkualitas, sekedar untuk fun dan hemat biaya serta mudah dibawa. Karena lebih praktis dengan ukuran lebih kecil.

Banyak pembeli camera mirrorless menganggap mereka memiliki camera DSLR.
Dari sisi pabrikan, Nikon lebih jelas membedakan tipe camera CSC seperti Nikon 1. TIpe itulah yang disebut camera CSC mereka. Sedangkan DSLR akan diberi nama depan D. Dan Canon memberikan nama huruf D diakhir masing masing model camera. DSLR dan Mirrorless berbeda dengan dukungan mounting lensa (sambungan lensa ke bodi camera). Membeli lensa harus memilih antara mounting Mirrorless dan standra mounting DSLR dari masing masing produsen. Jadi lensa tidak bisa digunakan dengan 2 model camera berbeda bahkan berbeda merek.

Disain DSLR dan Mirrorless
  • DSLR mengunakan sebuah cermin yang menutup di depan sensor. Cermin tersebut memantulkan gambar ke prisma dan jendela bidik. Mewakili bidang gambar yang akan diambil. Mirrorless tidak mengunakan cermin, tapi gambar langsung di tangkap oleh sensor. Di proses secara digital baru gambar ditampilkan ke LCD / View Finder atau jendela bidik digital
  • DSLR mengunakan pengkuran metering. Fotographer tergantung dari akurasi metering untuk menentukan gelap dan terangnya gambar yang diambil, dan mengatur setting camera secara manual. Kecuali setting dibuat Auto maka camera yang mengatur ISO dan kecepatan aperture. Setting ini bisa tidak akurat, sehingga perlu pengalaman mengunakan camera. Mirrorless memiliki live view. Apa yang ditangkap sensor langsung diproses ke LCD atau view finder. Gambar tersebut adalah gambar final. Apa yang dilihat sebelum mengambil gambar dan gambar yang nantinya akan diambil akan sama.
  • DSLR membutuhan ruang sekitar 4 cm untuk menempatkan jendela bidik, sehingga bodi camera lebih besar. Mirrorless praktis membuang bagian tersebut, karena sensor diatur sesuai kecepatan yang dibutuhkan oleh pemiliknya. Dan gambar dilihat di LCD atau LCD eletronik di dalam jendela bidik
  • Lensa DSLR biasa umumnya besar dan berat. Sedangkan Mirrorless dibuat lebih pendek dan kecil





Keduanya mengunakan teknologi berbeda, terkadang penguna memiliki persepsi Mirrorless adalah DSLR.


Berita sebelumnya
Kenyataan dipasar, mirrorless dibuat untuk tujuan praktis. Bodi camera kecil dengan kemampuan lebih baik dari pocket. Persepsi yang salah, kelihatannya disain mirrorless lebih murah dari DSLR yang bodinya lebih besar. Tapi coba hitung berapa harga lensa untuk camera mirrorless. Ketika ingin menambah dengan lensa ukuran berbeda, harganya sama saja bahkan lebih mahal dari lensa DSLR. I

ni yang harus diperhitungkan oleh pembeli. Membeli camera Mirrorless dan tidak menguprade dengan lensa baru, tentu lebih murah. Tetapi membeli lensa tambahan, coba hitung dahulu dan bandingkan dengan lensa yang ditawarkan untuk camera DSLR. Lensa DSLR sementara lebih banyak tersedia.

Sampai saat ini DSLR tetap memimpin pasar camera. Bisa dilihat grafik camera CSC atau Mirrorless dari tahun ke tahun semakin surut. Mengapa penjualan camera mirrorless menurun tahun lalu. Walau penjualan camera CSC turun, penjualan camera DSLR juga turun.




Dalam teknologi, DSLR dari sisi lain tidak berubah. Ukuran lebih besar, memiliki kecepatan, bodi dan lensa tersedia dari kelas amatir sampai profesional sudah tersedia. Mungkin masyarakat Amerika memiliki semboyan "lebih besar lebih baik". Mereka yang pernah mengunakan camera pocket pasti mengingat keterbatasan dengan camera kecil, sedangkan hasil camera DSLR bisa terlihat di setiap kompetisi foto.

Lihat kembali keberhasilan penjualan camera mirrorless seperti Fuji. Camera kecil dengan bentuk agak aneh, seperti tetap mempertahankan manual bidik dari camera DSLR lama. Fuji memiliki popularitas tersendiri ketika disain camera baru mereka dirilis. Mungkin ini persepsi dari pencitraan sebuah merek, tampil klasik dan banyak yang menyukai.


Apakah pendapat media Amateur Photographer bisa dibenarkan
Opini pribadi, membeli camera yang dapat diganti lensa seperti mirrorless dan DSLR. Jangan melihat harga paket standar yang ditawarkan. Coba pertimbangkan berapa biaya ke depan, seperti harga lensa dan dukungan dari pabrikan lensa non brand.

Membeli camera DSLR dan Mirrorless bukan bodi camera yang penting dimiliki, karena teknologi ketajaman sensor camera terus berkembang. Beli model DSLR paling canggih saat ini, akan mulai usang dalam 2 tahun ke depan.

2 tahun lalu camera DSLR memiliki ketajaman sensor 16Mpix, tahun lalu sudah 20-24Mpix. 2 tahun lagi mungkin sudah 30Mpix. Yang tertinggal adalah lensa yang bisa dipindah ke bodi camera terbaru. Sedangkan bodi camera akan tergantikan oleh model lebih canggih. Belum lagi teknologi memory card, dan chip engine untuk mengolah gambar sampai recording video. Akan terus berubah dari tahun ke tahun.

Apa yang sama dari mirrorless dan DSLR
Mirrorless seperti katanya, tidak memiliki cermin atau mirror. Melihat gambar mengunakan sistem elektronik Viewfinder. Dan gambar diambil dari CMOS sensor. Artinya sensor akan tetap terbuka ketika seorang penguna Mirrorless melihat gambar. Artinya tidak ada pergerakan udara di dalam camera.
Sedangkan DSLR perlu mengangkat cermin mekanik, dan efeknya terdapat perubahan udara di dalam camera ketika mengambil gambar.



Keterangan diatas adalah ringkasan dan pendapat yang rangkum dari media AP. Memiliki kedua sistem camera diatas merupakan keputusan pembeli. Dan teknologi camera terus berkembang sehingga semakin banyak produk dan lensa yang ada akan memudahkan pemakai.

Keunggulan Mirrorless (2015)

Teknologi Mirrorless terus berkembang. Panasonic mengeluarkan camera mirrorless dengan kemampuan merekam 4K. Beberapa produsen lain mulai rajin merilis lensa baru untuk camera Mirrorless
Bagaimana dengan teknologi saat ini. Khusus untuk Mirrorless vs DSLR agak berubah
  • Autofocus Mirrorless sekarang lebih cepat, bahkan hampir menandingi kecepatan DSLR Nikon D4s. 
  • Kualitas gambar Mirrorless sekarang tidak kalah dengan DSLR. Karena kemajuan sensor CMOS.
  • Video di Mirrorless lebih baik. Karena lebih cepat dan akurat untuk fokus dan tracking di video mode. Bahkan beberapa model dapat  mengikuti fokus pada objek dengan cepat.
DSLR vs Mirrorless sebelum memilih Mirrorless dalam kehidupan nyata
  • Baterai. DSLR mampu bertahan lebih lama. Viewfinder manual dapat menghemat baterai dibandingkan Viewfinder elektronik. Seri Pro 5D Mark III mampu mengambil gambar sampai 1000 dengan satu baterai. Mirrorless seperti Sony 7, hanya 1000 shoot, Olympus 300 shoot.
  • Viewfinder. DSLR memiliki optik mirror tanpa kebutuhan baterai. Sedangkan Mirrorless mengunakan sistem elektrik viewfinder yang memerlukan power
  • Autofocus. Keduanya relatif. Bila dipasang dengan lensa yang sama, Mirrorless akan lebih lambat
  • Low Light. Untuk foto juga relatif, bisa dilihat dari hasil ISO tinggi dengan kualitas foto dan video.

Pemenang dari disain keduanya
  • Ukuran - Mirrorless lebih ringan dan kecil
  • Fokus -  DSLR lebih baik untuk model High End, Mirrorless unggul untuk camera kelas menengah
  • Image Stabilizater -  Sama
  • Mirrorless lebih cepat memfokus objek bahkan bisa mengikuti gerakan objek dengan posisi gambar tetap tajam pada mode Video.
  • Mirrorless sekarang semakin canggih, dan gambar bisa saja lebih tajam di kelas yang sama. Karena sensor Mirrorless sudah mengunakan pixel lebih besar

Berita terkait
Apakah lensa FX dan DX kompatibel dengan camera FX dan DX seperti Canon EF dan EF-S. Keduanya bisa saling tukar lensa dan body. Apa beda lensa Nikon FX dan DX, apakah menghasilkan foto dengan bidang yang sama. Lensa AF-P mungkin tidak kompatibel dengan bodi camera Nikon lama.

Tip membeli camera DSLR bekas. Dari berapa kali shutter digunakan, memeriksa jamur, tombol dan komponen yang bekerja baik, sensor camera dalam kondisi baik, dan memeriksa dari camera dari pemilik aslinya.



Lensa atau camera, apakah camera anda lebih penting dari lensa. Menurut ThePhotoblographer lensa lebih penting. Alasannya sederhana, camera atau bodi camera DSLR akan diganti. Setidaknya 2 sampai 3 tahun sekali. Tapi lensa tidak. Tunggu dulu, ada alasannya dalam sisi ekonomis.

Membeli camera dengan lensa kit, atau langsung naik kelas ke tele zoom. Ada yang mengatakan sebaiknya belajar dari Kit lens, tapi menurut JP Morgan langsung membeli lensa sesuai kebutuhan.

Dari SLR Launge menceritakan hasil test dari baterai AA untuk lampu flash. Mengunakan satu model lampu flash dan diuji seberapa cepat  lampu flash dapat menyala dengan satu merek baterai. Hasilnya tidak banyak berbeda

Kemudahan pengunaan DSLR sebagai video camera lebih banyak menguntungkan. Seperti setting aperture, menganti lensa dan mengatur ISO untuk pencahayaan dapat memperbaiki kualitas video.

Ada yang mengatakan 100, tetapi hidup sampai 200. Ada yang menyebut 100 tapi sudah blep di 50 ribuan sudah ngaco. Melihat berapa kali shutter sudah dibuka di camera untuk jumlah total jepretan camera. Coba hitung berapa banyak camera anda membuat foto.



Video dengan durasi 30 menit lebih memberikan pelajaran bagaimana mengunakan lampu dan reflektor untuk objek foto




No popular articles found.
< /body>