Bila sebuah bintang mati, meledak dapat berubah menjadi 3 benda berbeda. Pertama bisa menjadi Black Hole bila ukurannya sangat besar, atau menjadi Neutron Star. Bila ukurannya terlalu kecil, akan berakhir menjadi Dwarf white atau bintang kerdil berwarna putih dan perlahan menjadi planet yang padat.

Black Hole adalah benda raksasa yang sangat besar, tapi tidak banyak terlihat karena bentuknya memang hitam. Yang menarik kalangan astronom adalah bintang Neutorn
Bintang Neutron ukurannya mungkin sebesar satu kota saja, tapi masanya setara matahari. Memiliki gravitasi sangat kuat dan menghasilkan radiasi di kedua arah kutub di bintang mati tersebut.

Bintang Neutron akan berputar, begitu cepat bahkan mencapai ratusan kali permenit dan membentuk medan magnit. Menimbulkan radiasi gama dan bintang tersebut menjadi bintang dengan efek cahaya pulsar. Seperti cahaya lampu mercusuar, membentuk cahaya yang menyapu di 2 kutubnya dalam bentuk radiasi gama. Cahaya mungkin tidak terlihat, tapi bisa di tangkap oleh peralatan observasi seperti teleskop radio.

Sejauh ini astronom telah menemukan 18 bintang yang dikenal sebagai Black Widow, dan 9 Redback (bintang pendamping) di galaksi Bima Sakti. Tapi bentuknya bintang ini memang aneh.



Beberapa benda ini terkadang terlihat dimmer, kadang menyala dan kadang terlihat redup. Ketika bintang Neutron berada disisi gelapnya, maka bintang mati itu tidak terlihat. Bila menghadap sisi terang barulah terlihat. Astronom memperkirakan disana ada 2 benda berbeda, dan induknya adalah bintang mati yang berubah menjadi bintang Neutron dan menyemprotkan sinar gama ke bintang yang mengorbit disebelahnya. Sialnya si bintang yang ada didekatnya akan terkena radiasi sangat kuat dan memanas karena radiasi bintang induk.

Disebut Black Widow seperti kehidupan laba laba Black Widow yang mematikan. Ketika menemukanpasangannya maka pasangan si laba laba akan di mangsa. Dan Redback adalah sebuah bintang atau planet disampingnya yang menyala karena semburan radiasi dari bintang induk dan terlihat berwarna merah seakan sedang terpanggang dipanaskan oleh bintang induk.

Ditemukan PSR J1311 - 3430 pada tahun 2012, salah satu bintang neutron paling berat (dalam ukuran masa, bukan ukuran besarnya) yang pernah ditemukan. Di dampingi sebuah bintang pulsar yang ukurannya hanya 12x masa Jupiter disebelahnya.
30 tahun lalu astronom pernah menemukan bintang dengan putaran rotasi 10 mili detik atau kurang. Bintang neutron berputar dengan kecepatan 43 rotasi permenit. Sejauh ini sudah tercatat 300 bintang yang berputar begitu cepat yang mencapai hitungan mili detik.

Tentang bintang neutron PSR J1311 - 3430, disebutkan memancarkan radiasi ke satu bintang yang dekat dengan dirinya. Dan memanaskan (mengoreng si bintang) dengan panas sekitar 12 ribu derajat C atau 2x lebih panas dari permukaan matahari. Bintang biner yang digoreng oleh bintang induknya diperkirakan begitu dekat hanya memiliki jarak separuh dari bumi ke bulan.

Dibawah ini gambar perkiraan simulasi dari jarak bintan neutron dengan satu bintang lain. Jaraknya tidak lebih dari jarak bumi ke bulan.





Jangan salah melihat si bintang neutron dan bintang pendamping Bintang yang kecil itulah adalah bintang neutron yang menarik bintang besar disebelahnya.

Di alam semesta ukuran belum tentu penting. Bintang berukuran kecil memiliki umur hidup lebih lama, bintang raksasa yang menyala akan mati lebih cepat karena lebih cepat membakar materi yang dimiliki. Bintang Neutron walau ukurannya kecil, tapi begitu padat dan mampu menarik benda lain disekitar dirinya.