Harga lampu LED sudah terjangkau. Beberapa merek terkenal menawarkan produk cukup murah, khususnya untuk 9W sudah dibawah 50 ribu.

Tetapi ada perbedaan antara seluruh lampu LED yang ada dipasaran.

Karena dari setiap merek atau model produsen, berganti dari tahun ke tahun (setidaknya sejak tahun 2014).

Kami mencoba mengukur beberapa lampu dan membandingkan konsumsi power sebenarnya.

Apa benar lampu LED memang hemat listrik. Berapa banyak penghematan daya listrik dari lampu LED.

Seberapa besar penghematan listrik antara lampu LED dan Neon CFL.

Perbadingan tertulis Lumen / Watt adalah cahaya yang dihasilkan dibanding konsumsi watt listrik yang sama.
Dibawah ini 3 tipe lampu yang berbeda, dari lampu pijar sebagai lampu paling boros. Di ganti dengan teknologi Neon / CCFL
Dan era terbaru lampu LED.

Lampu pijar - 60W listrik - cahaya 860 lumen - pemakaian 1.000 jam
Lampu Neon - 14W listrik - cahaya 775 lumen - pemakaian 10.000 jam
Lampu LED - 9,5W listrik - cahaya 800 lumen - pemakaian 15.000 jam

Dari lampu LED 9 W sampai 4W. Hasilnya cukup menarik, konsumsi listrik lampu LED umumnya tidak banyak berbeda dengan angka label ketika di uji tahun 2014.

Bandingkan dengan lampu Neon biasa vs Lampu LED akan terlihat berbeda.
Tetapi tidak semua model lampu LED sama setelah memasuki tahun 2016. Produsen bisa saja menulis 9W tapi pengunaan listrik sampai 13W atau lebih.

Walau rancangan lampu LED sebenarnya untuk menghemat listrik. Dibanding lampu Neon mengkonsumsi listrik hampir 2 kali dan memberikan tingkat cahaya yang sama dari lampu LED yang lebih hemat.

Untuk mengetahui berapa kekuatan cahaya lampu. Umumnya di setiap lampu diberikan label berapa cahaya yang dihasilkan oleh lampu dalam angka lumen.



Test lampu LED dan Tube CCFL
  • Lampu Philips CCFL 20W
  • Lampu Panasonic CCFL 18W
  • Lampu Shinyoku CCFL 20W
  • Lampu LED Philips 9W
  • Lampu LED Philips 13W, model lampu standar dijual paket Promo 2017
  • Lampu LED Philips 12,5W, kepala besar 1000 lumen
  • Lampu LED Osram 9W
  • Lampu LED Osram 6W
  • Lampu LED Osram 4W
  • Lampu LED Kawachi ML-10044 10W
  • Lampu LED Unbrand 7W China pemakaian 10 bulan
  • Lampu LED Panasonic Neo 15W 2017
  • Lampu LED Panasonic EVO 13W 2017

Dibawah ini label Watt yang tertulis dengan pemakaian jumlah Watt listrik sebenarnya.

Perbandingan pemakaian power listrik Lampu LED vs Lampu Neon

Catatan Kawachi mengunakan dinamis voltase, bergerak dari 10, 12, 13W. Setelah mengambil power 19W, pemakaian Watt rata rata 12W data lampu Kawachi tidak dimasukan dalam test.

Ratio label W adalah pemakaian power dari label dengan konsumsi litrik. Semakin besar persentase maka lampu semakin boros. Seperti lampu neon Tube Shinyoku tertulis 20W, tapi mengkonsumsi power sebenarnya 30W AC (150%)
  • Hasil test diatas menunjukan konsumsi listrik lampu LED hampir mendekati label yang tertera dengan ratio 1.1 sampai 1.25. Misalnya lampu LED Osram tertulis label 9W hanya mengkonsumsi 10W listrik
  • Kecuali lampu LED China dengan label 7W mengkonsumsi power diatas 50% dari label yang tertulis. Tetapi lampu LED China tanpa merek ini dirancang berbeda dengan auto voltage. Ketika voltase listrik turun dari 220 sampai ke 100V, lampu tetap menyala. Bentuknya lebih panjang dibanding lampu LED biasa.
  • Lampu tabung Tube neon atau lampu TL sekarang menjadi lampu paling boros listrik dan konsumsi power diatas 40+% atau ratio 1.4 dari label yang tertulis. Bila lampu neon 20W di label, kemungkinan konsumsi listrik sebenarnya 28W atau lebih besar. Masing masing merek berbeda beda dalam konsumsi listrik.
  • Lampu LED diatas 10W rata rata mengkonsumsi power lebih besar dari keterangan Watt yang tertulis. Kemungkinan produsen mengikuti kekuatan Watt dengan kekuatan cahaya lampu (Lumen), dan bukan memasukan konsumsi power lampu sebenarnya
Label Watt pada lampu LED sekarang ini adalah cahaya kekuatan lampu dalam hitungan Lumen, bukan konsumsi power pada lampu sebenarnya.
Walau lampu LED menyebut 18W, tidak berarti pengunaan listrik 18-19W. Karena yang dihitung adalah jumlah lampu LED dan cahaya lampu yang terang dengan angka Lumen
Sedangkan energi yang dipakai tidak dimasukan ketika lampu LED mengkonversi listrik 220V menjadi arus DC untuk lampu LED.

Efisien konversi energi dari AC ke DC melalui adaptor AC/DC seharusnya dapat menentukan berapa besar konsumsi listrik sebenarnya.

Masing masing lampu sudah di ukur berapa kekuatan cahaya - Lumen.

Update Juni 2017
Pengujian ulang dengan beberapa model lampu LED terbaru yang dipasarkan tahun 2016 dan 2017.

Konsumsi lampu LED yang dipasarkan di Indonesia sekarang sudah turun, bahkan hanya 1/3 dari harga di tahun 2014

Tetapi konsumsi power listrik (Watt) lebih tinggi dari label yang tertera di label lampu.

Rata rata mencapai 30% lebih tinggi dari label. Panasonic EVO dan NEO dimasukan dalam test konsumsi power lampu LED (Juni 2017).

Sekarang kita akan bertanya, berapa hemat lampu LED dibanding yang tertulis di label lampu LED dengan angka Watt



Selanjutnya kekuatan cahaya lampu LED berbeda beda.