Bintang tertua ditemukan sebagai bintang generasi ke 2 atau Population II


Kategori : Science | Date : 5 November 2018
Bintan tertua ditemukan sebagai bintang generasi ke 2 atau Population II
Ketika bintang generasi pertama berisikan gas murni. Lalu terbakar menghasilkan cahaya di alam semesta ini dan pada akhirnya gas habis dan meledak.
Ketika bintang meledak, ada bagian yang terbakar atau hasil sampah bintang yang disebut metal atau materi padat.

Materi padat atau gas lain terkait dengan perubahan materi yang dikenal dengan tabel periodik.

Bintang kembali lahir dan membawa materi sisa tersebut dan membakar kembali, lalu menghasilkan materi padat lain dan seterusnya.
Bintang dengan materi padat atau metal dari generasi ke generasi akan semakin banyak membawa materi metal.
Dan berlangsung berkali kali bahkan ratusan ribu kali daur ulang.

Peneliti saat ini mengunakan metode kandungan bahan metal dari sebuah bintang.
Bila bintang memiliki kandungan metal atau membawa materi padat di dalamnya, selain unsur gas yang terbesar. Maka semakin banyak metal, bintang tersebut berusia lebih muda.

Bintang kita atau disebut matahari, diperkirakan menjadi bintang generasi ke sekian kali setelah terjadinya Big Bang.

Bintang populasi I.
Bintang ini relatif bebas dari logam. Bintang ini umumnya relatif jauh dari bumi. Umumnya memiliki ukuran raksasa dengan suhu pans 100 kali dibanding panas matahari. Rata rata bintang generasi pertama memiliki ukuran 100 sampai 1000 kali lebih besar dari Matahari.

Bintang populasi II
Bintang jenis ini memiliki kandungan metal lebih rendah atau jumlahnya relatif sedikit. Umumnya memiliki umur lebih tua dan lahir mendekati waktu terjadinya Big Bang. Bintang kelas ini masuk kategori raksasa, Red Giant dan Subgiant. Dengan kandungan metal lebih kecil dari 0,1%



Bintang populasi III.
Bintang dengan kategori populasi I adalah bintang yang kaya bahan logam. Matahari adalah salah satu contoh bintang dengan materi logam di dalamnya. Umumnya bintang di lengan galaksi masuk kategori bintang Population I.

Kalangan astronom masih sepenuhnya belum mengerti, mengapa bintang paling tua ada di galaksi sendiri yaitu Bima Sakti. Dengan perkiraan usia 13,6 milyar tahun, ternyata jejak pembentukan bintang ada disamping bumi. Mungkin bintang SM0313 dibentuk karena terisolasi dari gumpalan gas, kemudian diserap lalu berkembang.

Bintang  2MASS J18082002–5104378 B November 2018
Sebuah bintang yang tertiteksi diberi nama  2MASS J18082002–5104378 B, diperkirakan bisa menjadi salah satu bintang tertua di alam semesta.

Bintang  2MASS J18082002–5104378 B memiliki bahan metal atau metalicity mencapai 10% dari metalicity bumi.
Berarti bintang tersebut bisa terbentuk dari cakram padat bintang di galaksi kita dan jauh lebih tua 8-10 miliar tahun sebelumnya.
Bintang berusia tua tidak terkait dengan re-generasi bintang, bisa saja bintang tua terus menyala lebih lama.

Peneliti juga menyimpulkan, bintang bintang generasi pertama atau bintang tua tidak selalu dihasilkan dari bintang berukuran sangat besar atau bintang super yang mati dan meledak lalu menghasilkan bintang baru. Terlihat dari bintang 2MASS J18082002–5104378 masih menyala sampai saat ini.

Bintang  2MASS J18082002–5104378 B memiliki massa 20% lebih ringan dari matahari. Dan komposisi bintang tepat di ambang batas untuk membakar hidrogen dan bintang mampu menghasilkan fusi nuklir dan menyala.

Untuk menganalisa bintang Bintang  2MASS J18082002–5104378 B, cahaya bintang sangat redup, peneliti melihat dengan spektrum bintang.

Bintang 2MASS J18082002–5104378 B terlihat karena bintang tersebut memiliki pasangan bintang lain atau bintang biner. Dan peneliti berhasil mempelajari gerakan yang samar dari bintang. Dan orbitnya berada di tepi galaksi.

Bintang raksasa sekelas super red giant atau super blue gaint memiliki usia sangat singkat. Walau ukuran sangat besar tetapi volume gas yang dibakar bintang raksasa jauh lebih cepat. Sampai ratusan juta tahun bintang akan meledak dan regenerasi membentuk bintang baru.

Sedangkan bintang dengan massa 14-20% lebih kecil dari matahari, usianya menjadi sangat lama, dengan ukuran kecil yang disebut bintang katai merah.
Bahkan dengan mudah mencapai usia lebih dari 13 miliar tahun. Bahkan tetap menyala selama triliunan tahun.
Dibanding matahari kita dengan ukuran besar, memiliki usia hanya 10 miliar tahun sebelum memadam.

Disini peneliti menerangkan, hal ini bertentangan dengan usia alam semesta sendiri.

Bintang 2MASS J18082002–5104378 B melampaui kedua bintang yang disebutkan sangat tua.
Karena komposisinya lebih dekat ke materi yang mengisi alam semesta seletah terjadi Big Bang sebelum di konversi oleh beberapa generasi bintang.
Komposisi bintang 2MASS J18082002–5104378 memiliki kandungan metal sangat rendah, begitu tuanya dan masih hidup (menyala) sampai sekarang.
Casey pemimpin penelitia menyebut bintang ini sangat langka.
Seperti menemukan jarum di satu hektar tumpukan jerami.

Bintang tertua J0815+4729 - Feb18
Peneliti Spanyol mengunakan data spektrograf teleskop William Herschell and Grain di kepualaan Canary. Menghitung panjang gelombang elemen sebuah bintang.

Bintang J0815+4729 memiliki kandungan hidrogen dan helium, tapi dibintang tersebut sangat sedikit memiliki unsur berat termasuk sangat sedikit unsur besi.
Sebagian elemen di bintang J0815+4729 memiliki elemen lebih ringan seperti elemen karbon dan kalsium.



Peneliti mengatakan unsur besi dan kalsium hanya 1 / 1.000.000 dibanding besi di matahari kita. Masuk kategori Ultra-Low Metalicity Star.
Jaraknya 7.500 tahun cahaya dari Bumi, dengan suhu sekitar 6200 derajat Celcius lebih panas dari matahari
Jadi bintang J0815+4729 masih memiliki unsur lebih murni dibanding bintang matahari kita.
Massa bintang hanya 0,7 dari bintang matahari.

Bintang HE 1523-0901 raksasa merah Mei 2017
HE 1523-0901 adalah sebutan yang diberikan kepada bintang raksasa merah di galaksi Bima Sakti
Jaraknya sekitar 7500 tahun cahaya dari Bumi. Diperkirakan menjadi generasi kedua, Populasi II, atau bintang yang miskin kandungan logam, bintang ([Fe / H] = ?2,95). Bintang itu ditemukan dalam sampel bintang halo metal ringan dari Survei Hamburg / ESO oleh Anna Frebel dan kolaborator.

Usia bintang HE 1523-0901, yang diukur oleh Very Large Telescope milik ESO, usianya diperkirakan 13,2 miliar tahun.
Ini membuatnya menjadi bintang tertua dan hampir setua usia alam semesta itu sendiri (13,8 miliar tahun yang diukur dengan Planck). Ketidakpastian pengukuran dalam perkiraan usia adalah 0,7 hingga 2,7 miliar tahun.

HE 1523-0901 adalah bintang pertama yang usianya ditentukan menggunakan peluruhan unsur radioaktif uranium dan torium bersamaan dengan pengukuran beberapa elemen penangkapan neutron. Hal ini diyakini telah terbentuk langsung dari sisa-sisa bintang generasi pertama yang mencapai akhir umur panjang mereka dan meledak sebagai supernova pada awal sejarah materi yang diketahui.

Gambar ilustrasi

Bintang tertua di Bima Sakti Bintang HE 1523-0901


Bintang SMSS J031300.36 - 670.839,3. Februari 2018
Astronom menemukan bintang paling tua yang pernah diteliti di alam semesta ini.

Jaraknya tidak jauh, 6000 tahun cahaya dari bumi Artinya masih di dalam galaksi Bima Sakti. Letaknya ada di konstelasi selatan Dorado.

Bintang dengan singkatan SM0313 telah lahir 13,6 milyar tahun lalu. Atau hampir mendekati 100-200 juta tahun sesudah terjadi big bang.

Berdasarkan analisa spectografik, bintang SM0313 terbentuk dari sisa salah satu supernova pertama di alam semesta. Bintang SM0313 memiliki koordinat atau nama lengkap SMSS J031300.36 - 670.839,3.

Pertama kali ditemukan oleh teleskop SkyMapper di Australia. Awalnya laboratorium tersebut untuk memetakan milyaran bintang, galaksi, asteroid di daerah selatan.

Setelah ditemukan, kembali dilanjutkan penelitiannya di lab teleskop Chile dengan resolusi gambar lebih tinggi.



Keunikan bintang SM0313 diperkirakan tidak banyak mengandung elemen metal seperti elemen besi.

Kandungannya hanya 1 berbanding 10 juta dari metal yang ada seperti bintang  matahari. Jadi bintang ini murni dengan kandungan gas lebih besar.

Dan lahir ketika generasi bintang Population I meledak dan membentuk bintang SM0313 bersamaan dengan bintang lain setelah terjadi Big Banng.

Ketika terjadi big bang kandungan alam semesta menyebar gas hidrogen, helium dan sebagian kecil lithium.  Ketika alam semesta mulai dingin, daerah gas padat hidrogen akan menyatu karena gravitasi. Ketika semakin padat terjadilah reaksi fusi dan pembentukan nyala bintang.

Keunikan bintang SM0313 disana kandungannya hidrogen hampir murni bersama gas helium. Disana nyaris tidak ada unsur material berat.


Bintang SM0313 Maret 2014
Satu lagi bintang yang memiliki kandungan karbon, magensium dan kalsium, yang umumnya bahan padat tersebut terbentuk akibat supernova dengan energi rendah.
Bahan CH Methylidyne juga terditeksi. Bintang SM0313 masuk dalam kategori bintang K atau bintang kerdil yang usianya sangat lama

Usia bintang SM0313 diperkirakan sudah berusia 13,6 miliar tahun. Sedangkan bintang tersebut sudah berada di galaksi Bima sakti yang baru terbentuk 13,2 miliar tahun. Mengapa bintang ini masih ada, kemungkinan bintang SM0313 terbentuk dari sisa gumpalan gas yang terisolasi. Sedangkan bagian besar di serap menjadi galaksi Bima sakti



Bintang tertua HD140283 atau bintang Methuselah Star
Diperkirakan menjadi bintang di generasi ke 2 atau Population II star. Bila dihitung usianya antara 13,2 - 14,5 miliar tahun. Tapi astronom menyatakan usia alam semesta sekitar 13,7 miliar tahun. Kemungkinan bintang HD140283 memang hampir seusia alam semesta sendiri, dan lahir dari sisa  bintang generasi pertama lahir.

Bintang ini berada hanya 190 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang paling tua HD140283



Usia bintang dengan usia alam semesta yang dimulai dari ledakan besar atau Big Bang tidak dapat dipastikan. Berapa tepatnya tidak dapat diambil angka yang tepat. Karena sudah terjadi di masa lampau setidaknya 13,7 miliar tahun lalu. Dan para ahli hanya dapat memperkirakan.

Sangat jarang kita menemukan di planet ini dari batuan dengan usia lebih tua dari Bumi. Meteorit merupakan bukti, mengapa batuan tersebut penting. Ilmuwan memperkirakan telah menemukan sebuah batu yang usianya 4,6 miliar tahun. Hampir sama tuanya dengan tata surya kita, dan jauh sebelum Bumi ada seperti sekarang.

2 bintang biner, sebenarnya bukan hanya biner. Tapi 2 bintang ini akan saling bertabrakan. Jarak kedua bintang dari Bumi sekitar 1800 tahun  cahaya dari Bumi. Bila perkiraan astronom benar, kedua cahaya tabrakan bintang dapat dilihat dari Bumi secara visual.

Sebuah tempat yang disebut awan molekuler raksasa paling dekat dengan bumi. Disebut awan W51 dan jaraknya hanya 17.000 tahun cahaya. Menjadi sumber lahirnya bintang, bahkan satu bintang yang baru lahir memiliki ukuran supermasif. Peneliti dapat mempelajari bagaimana bintang lahir ketika galaksi terbentuk.



Bintang Tau HL atau disebut HL Tauri adalah bintang dengan tata surya yang baru terbentuk. Ditemukan oleh Hublle dan terlihat memiliki cincin yang belum selesai membentuk planet. Umur bintang baru berusia 1 juta tahun, nantinya menjadi tata surya dengan munculnya beberapa planet mengorbit di bintang Tau HL.

Tanggal Supermoon tahun 2014, ada 3 antara Juli, Agustus dan September. Salah satu yang terakhir tahun ini 9 September 2014 ini. Apa yang menarik dengan Supermoon

Foto ini adalah bentuk kelahiran sebuah bintang. Diambil oleh Hubble Telescope tampak begitu indah, seakan tidak nyata. Seperti gambar artistik tapi foto ini adalah foto asli.

Bila bintang meledak mati menjadi bintan neutron atau black hole. Bila menjadi bintang neutron dan ada benda lain disampingnya, apa yang terjadi. Akan hangus terbakar karena radiasi si bintang induknya.



Akhirnya ada jawaban yang satu ini. Lubang hitam yang ada ditengah galaksi bukan hanya bentuknya saja yang sangat besar. Ternyata lubang hitam itu berputar, dan putarannya sangat cepat. Tidak bisa dihitung, karena dapat mendekati kecepatan cahaya. Apakah lubang hitam akan terus membesar, dijawab tidak

Satu objek di galaksi M82 ditemukan sebuah cahaya sangat besar. Ilmuwan mengatakan sebuah cahaya begitu cerah di galaksi tersebut, ada sebuah ledakan supernova. Cahaya yang terditeksi 21 Januari 2014 kemarin

Mengapa planet dekat matahari lebih kecil dan menjauh terjadi planet besar. Materi yang dekat dengan bintang umumnya memiliki kandungan batu dengan material metal. Sedangkan planet diluar seperti Jupiter memiliki kesempatan menarik lebih  material seperti gas.

Awal tahun ini astronom menditeksi satu objek sangat terang, seperti ledakan. 7 bulan kemudian baru diketahui cahaya seperti ledakan tersebut berasal dari bintang mati GRB 130427A. Bintang tersebut melepaskan radiasi sinar gamma.

Nasa memberikan data bintang yang dekat dengan matahari. Cukup banyak, terdapat 53 bintang. Ada yang berada di garis lintang tengah bila dilihat dari bumi, yang lain sebagian lagi ada di bagian utara dan selatan bumi.


No popular articles found.