Galaksi Triangulum Messier 33 atau NGC 598 dari teleskop Hubble


Kategori : Digital | Date : 7 January 2019

Februari 2014
Foto galaksi Messier 33 dibuat oleh Andre van der Hoeven bersama Michael van Doorn.

Membuat foto galaksi Triangulum / Messier 33 atau NGC 598. Galaksi berbentuk spiral ini berada 3 juta tahun cahaya dari bumi

Galaksi Messier 33 adalah galaksi ke 3 dari lokal grup galaksi kita, termasuk Andromeda dan Bima Sakti. Galaksi yang dekat setelah Andromeda ini memiliki ukuran diameter 50 ribu tahun cahaya. Lebih kecil dibanding galaksi Andromedia. Diperkirakan disana ada 40 milyar bintang, sedangkan Milky Way sekitar 400 miliar bintang, dan jauh lebih besar lagi Andromeda dengan 1 triliun bintang.

Andre mengunakan teleskop biasa untuk astronomi Celetron C11 dengan f2.0, memiliki kemampuan zoom 560mm. Satu lagi teleskop TEC-140 dan camera QSI 583 sebagai alat tambahan.

Untuk membuat foto galaksi ini ternyata susah. Kata Andrew, keduanya mengambil gambar selama 11 jam.

Sensor camera QSI 583 memang dirancang khusus untuk mengambil gambar dalam waktu sangat lama. Hanya memiliki resolusi 8,3Mpix tipe sensor CCD, terintegrasi dengan filter. Untuk sensor camera yang ditempel ke teleskop ini tidak kurang $2.000. Pantas saja gambarnya sudah sekelas Hubble.



Januari 2018, foto dari tleskop Hubble membuat foto Triangulum paling tajam.

Resolusi gambar menrcapai 665 juta pixel. Memperlihatkan bagian tengah galaksi dan lengan berbentuk spiral.


Galaksi Triangulum relatif lebih kecil yang membentang dengan lebar 60 ribu tahun cahaya. Disana diperkirakan memiliki 40 juta bintang.

Keunikan galaksi pada kandungan bintang yang lebih kecil dibanding Bima Sakti.
Galaksi ini tidak memiliki tonjolan dibagian tengah, serta tidak membentuk belalai yang menonjol ke arah tengah galaksi, walau disebut galaksi spiral.
Namun galaksi tersebut masih memiliki sejumlah kandungan besar debu dan gas. Memungkinkan suatu hari nanti akan terbentuk bintang baru yang lebih cepat.
Pembentukan bintang disana rata rata membuat bintang seukuran matahari setial 2 tahun sekali.

Berlimpahnya gas dan awan di galaksi ini membuat astronom melakukan pengambilan gambar lebih rinci.

Galaksi Triangulum paling detil dari teleskop Hubble terlihat muncul cluster bintang

Teleskop Hubble memperlihatkan wilayah yang disebut kelompok bintang NGC 595 dan NGC 604. Terlihat di area tersebut bercahaya akibat terionisasi dari hidrogen.. Mungkin salah satu daerah pembentukan bintang terbesar yang pernah diketahui disana.
Seperti satelit galaksi yang dimiliki Bimasakti yang disebut LMC dan SMC

+ Hubble

+ Space Stargazing

Satu foto di pulau Bali, mendapatkan garis galaksi Bima Sakti. Diabadikan pada hari Nyepi tanggal 21 Maret 2015.

Matt Payne mengabadikan foto galaksi Bima Sakti dalam bentuk setengah lingkaran. Mungkin foto ini paling bersih karena bentuk cahaya bintang paling banyak.Galaksi Bima Sakti membuat foto 219 juta bintang, penemuan terbaru galaksi kita tidak rata seperti yang dibayangkan.



Mantan astrophotographer Jim Abels memiliki pengalaman dalam pengambilan gambar malam hari, khusus untuk bintang atau planet. Pertengahan tahun lalu dia pergi ke pinggiran kota New Jersey, tepatnya di Ocean City. Apa yang di dapat disana.

Astrofotografi Cassey mengabadikan gambar pada tanggal 2 Agustus 2014. Dia mendapatkan gambar menarik dimana ada 3 objek dalam satu foto. Pertama adalah garis galaksi Bima Sakti, kedua sebuah meteor melintas, terakhir dia mendapatkan galaksi Andromeda.

Tjoez membuat satu foto menarik dengan galaksi Bimasakti. Kali ini dibuat lebar ala panorama. Dengan camera software Lightroom 5 dan digabung dengan Photoshop.

Fotographer Miloslav Druckmuller mendapatkan foto 2 galaksi di malam hari. Mengabungkan 13 foto untuk meningkatkan citra gambar. Akhirnya terbentuk 2 objek seperti awan, tapi bentuk tersebut adalah galaksi lain setelah Bimasakti.

Jared Earle seorang admin dan fotographer mengabadikan foto supermoon atau bulan. Uniknya dia hanya mengandalkan iPhone dan sebuah teleskop. Mengunakan teleskop Celestron 5 inch, dan iPhone 4s, hasilnya mantap.

Ketika anda berada di pegunungan Himalaya dengan ketinggian 7000 meter. Anda bisa melihat galasi Bima Sakti atau Milky Way. Anton Jankovoy melakukan pendakian di wilayah Annapurna mendapatkan pemandangan seperti ini



No popular articles found.