Satelit teleskop Gaia memetakan bintang di galaksi Bima Sakti


Kategori : Science | Date : 31 August 2018
Juli 2014
Badan antariksa ESA Eropa akhirnya mempublikasi foto pertama dari kelompok bintang di awan Magellanic ( Large Magellanic Cloud (LMC)) - 
Teleskop Gaia yang diluncurkan 19 Desember 2013 mengorbit  di sekitar titik L2 (1,5 juta km dari bumi). Selama mengorbit, teleskop ini akan berputar secara perlahan dan memfokus 2 teleskop yang dimiliknya untuk mengabadikan target diruang angkasa. Satu camera yang dibawa memiliki sensor 1 milyar pixel.

Misi dari teleskop Gaia adalah melakukan pemetaan gambar 3D dari galaksi Bima Sakti. Sejauh ini satelit Hipparcos yang sudah memetakan bintang. Tapi jumlah bintang tersebut baru 1% dari total semua bintang. Teleskop Gaia tidak dirancang seperti teleskop Hubble. Hubble memiliki lensa optik dan sensor, dan mengambil gambar dengan 1 titik.  Teleskop Gaia digunakan untuk mengambil 2 gambar dari 2 tempat orbit berbeda. Usia teleskop Gaia direncanakan bekerja selama 5 tahun untuk pemetaan. Teleskop akan terus mengambil gambar yang ditargetkan berulang kali.

Sejak diluncurkan teleskop Gaia sempat bermasalah. Termasuk pendingin untuk optic dan pelindung satelit. Setelah dilakukan kalibrasi, Gaia kelihatannya mulai bekerja. Satelit ini mampu mengambil 2 juta bintang setiap jam. Dan menyimpan 50 GB data setiap hari.

Contoh teknik pengambilan gambar teleskop Gaia. Karena pergeseran sebuah bintang harus diukur dengan teknik segitiga / paralak. Teleskop Gaia harus mengambil gambar berulang kali untuk mendapat sudut di angka presisi sampai 7 micro derajat.



Sayangnya gambar dibawah yang mengambil foto gugus bintang di galaksi mini tersebut menjadi gambar terakhir saat ini. Teleskop Gaia akan melakukan uji coba keselarasan dan fokus dengan instrumen lain selama proses kalibrasi.

Foto dibawah ini ada di daerah Large Magellanic Cloud (LMC)



+ Foto besar LMC

+ sci.esa.int/gaia

Tugas teleskop Gaia untuk mengamati bintang yang jaraknya sampai 65.200 tahun cahaya dari bumi. Dan pemetaan 3D dari teleskop ini hanya mencakup 1/4 isi galaksi Bima Sakti.

Lokasi pemetaan galaksi oleh teleskop GAIA

Update Juli 2015
ESA baru mengeluarkan gambar utuh dari galaksi Bima Sakti yang diabadikan dari satelit teleskop Gaia. Dari seluruh gambar dibawah ini, bagian terang adalah cahaya dari titik kecil bintang. Daerah terang disebut juga kepadatan yang tinggi dengan bintang. Sedangkan daerah gelap adalah daerah yang tertutup / diblok oleh debu dan gas sehingga bintang disana tidak terlalu terlihat.

Lokasi pemetaan galaksi oleh teleskop GAIA dari galaksi Bima 
Sakti

Update September 2016
ESA dengan teleskop Gaia telah memetakan Bima Sakti dalam bentuk 3D. Menampilkan bentuk bintang di sekitar galaksi kita dengan jumlah 1 miliar bintang. Dimanan 400 juta bintang lain yang mungkin belum pernah kita lihat.

Data terbaru akan dirilis 2017, setelah jumlah bintang diperkirakan mencapai 1,1 mliar. Tapi semua bintang yang dipetakan baru sebagian dari miliaran bintang lain di seluruh galaksi.

Data teleskop GAIA dengan 1 miliar bintang



April 2018
Misi Gaia dari ESA mengumumkan data bintang terbesar di galaksi Bima Sakti pada 26 April 2018.
Teleskop Gaia telah memetakan bagian dari bintang di galaksi kita. Mendapatkan 1,7 miliar bintang, serta informasi terbaru dengan misteri kosmik.

Tahun 2016 telah merilis data 1,1 miliar bintang, tapi bulan April 2018 dengan misi DR2 dengan jarak lebih jauh 16x  lebih luas.
Jumlah bintang yang ditemukan baru sebagian kecil. Diperkirakan hanya 1 persen bintang yang ada di galaksi Bima Sakti

Jumlah bintang di galaksi Bima Sakti dipetakan sekitar 1,7 miliar 
bintang

  # Data Gaia DR2 # Data Gaia DR1
Total number of sources 1,692,919,135 1,142,679,769
Number of 5-parameter sources 1,331,909,727 2,057,050
Number of 2-parameter sources 361,009,408 1,140,622,719
Sources with mean G magnitude 1,692,919,135 1,142,679,769
Sources with mean GBP-band photometry 1,381,964,755 -
Sources with mean GRP-band photometry 1,383,551,713 -
Sources with radial velocities 7,224,631 -
Variable sources 550,737 3,194
Known asteroids with epoch data 14,099 -
Gaia-CRF sources 556,869 2,191
Effective temperatures (Teff) 161,497,595 -
Extinction (AG) and reddening (E(GBP-GRP)) 87,733,672 -
Sources with radius and luminosity 76,956,778 -




Agustus 2018
Dibawah ini bentuk dari peta 3 dimensi dalam lembaran data.
Setidaknya ditemukan 1 miliar objek, 40 ribu bintang tipe A, O,B (bintang ukuran besar dan panas).
5000 bintang tercatat di area pemetaan adalah bintang sangat panas dan berada di wilayah HII
Peta ini hanya mengambil data sampai jarak 10.000 tahun cahaya dari Bumi.

Konsentrasi bintang terlihat dalam bentuk jari jari yang memanjang dari inti, dan bukan berbentuk seperti lengan spiral.

Gambar dibawah memperlihat perbedaan visual
Ungu dan pink - adalah wilayah dengan kepadatan tinggi bintang.
Ungu - kebiruaan - adalah wilayah dengan kepadatan bintang sedang.
Biru adalah wilayah populasi bintang kepadatan rendah.

Click gambar untuk memperbesar peta.

Peta 3 dimensi kepadatan bintang di sekitar kita

Atau dapat melihat peta asli dengan fitur zoom. Peta Gaia teleskop zoom Galaxymap.org/dr2
Posisi matahari ada dibagian tengah peta.

Data Gaia DR2

Teleskop Jamess Web selesai dan masuk tahap pengujian. Teleskop yang mampu melihat 13,5 miliar tahun ke belakang. Proses pembuatan mencapai 20 tahun. Sekarang teleskop ini hanya diam di bumi. Kesalahan rancangan, bila gagal bekerja di ruang angkasa dan tidak bekerja. Triliuan hanya menjadi sampah

Tugas Kepler berlanjut dengan Mission K2, sebentar lagi akan berakhir. Setelah menemukan 2.245 exoplanet, Nasa mengumumkan bahan bakar teleskop mencapai titik terendah. Artinya tidak akan lama misi berakhir. Agustus misi ke 19 mungkin misi terakhir.

Tugas Rosetta berakhir, pencapaian manusia mengejar dan melihat permukaan komet dari dekat. Probe Phile yang akan mendarat di atas komet kabarnya sempat mental 2x, karena jangkar yang ditembakan gagal menyebar. Philae sudah mendarat, tapi baterainya drop. 17 Feb 2015 ESA publikasikan video komet 67P



Setelah melakukan perjalanan selama 5 tahun. Pesawat Juno kirim 1300 gambar dari jarak 2,8 miliar km. Foto planet Jupiter diambil dari tanggal 12 - 29 JUni 2016

Berapa jumlah satelit di ruang angkasa yang mengorbit Bumi. Mungkin terbayang ratusan atau ribuan. Satu data satelit realtime ini memberikan gambaran, bahwa bukan Bumi saja yang sesak dengan pesawat terbang. Tapi di ruang angkasa kondisinya sama dengan 1000 lebih satelit. Amerika memiliki separuh satelit di ruang angkasa

Kehancuran sebuah kota oleh meteor hanya terlihat di film sain fiksi atau cerita novel. Tetapi penelitian terbaru menyebut bumi sangat rentan dengan jatuhnya meteor dari ruang angkasa. Sejak tahun 2000 sudah 26 meteor ukuran besar menabrak bumi.


No popular articles found.