Baterai Lithium gBatteries mampu membuat kapasitas baterai 40 persen lebih besar


Technology | 6 February 2014

Keterbatasan perangkat portabel adalah baterai. Kemampuan dan kapasitas baterai yang kecil. Baterai lithium umumnya dapat dipakai sampai 500 pengisian, atau sekitar 1,5 tahun. Setelah masa tersebut kemampuan baterai menurun dibawah 70%.

Idaman penguna gadget adalah baterai yang kuat dan tahan lama, serta bisa di isi berulang kali. Pastinya umur baterai akan lebih lama. Nick Sherstyuk seorang insinyur listrik bersama putranya Tim mahasiswa kimia sudah menemukan agar umur baterai Lithium lebih lama.

Mereka sudah memegang paten dengan gBatteries SmartG BMS atau sistem manajemen baterai di tahun 2012. Sekarang mereka mencari industri yang mau mengunakan penemuan mereka sebagai baterai masa depan. Saat ini baterai yang mereka modifikasi masih bentuk baterai lithium silinder tipe 18650.

Nick membuat penemuan kapasitas baterai yang ditingkatkan 10-40% lebih besar. Tergantung bahan kimia Li-ion yang dipakai. Kedua siklus pengisian baterai naik 4x lebih banyak tanpa menurunkan kapasitas baterai secara signifikan setelah pemakaian. Menurut Nick baterai lithium memiliki kemampuan 380-460 Wh/kg , walau angka tersebut hanya teori. Di dunia nyata, produk baterai Li-ion menampung 100-120Wh /kg. Nick mengatakan dengan menguankan sel aktif dengan manajemen baterai, kapasitas baterai dapat ditingkatkan menjadi 110-175 Wh/kg.

Masalahnya apakah produsen mau membuat baterai dengan penemuan Nick tersebut. Produsen ingin menjual perangkat, dan 1 tahun setelah itu mereka bisa menjual baterai untuk produk mereka. Seandainya mereka mengunakan baterai 4x lebih tahan lama, tentu butuh 4 tahun lagi penguna produk mereka menganti baterai. Atau baterai yang mereka siapkan malah tidak laku, karena produk sudah usang. Nyatanya masyarakat sekarang akan membeli perangkat baru setelah melihat baterai di perangkat mulai lemah.

Menurut Nick ini masalah di industri dan pemasaran produk elektronik. Bila produsen mau mengerti, sisa limbah dari perangkat elektronik dapat dikurangi.


+ www.gbatteries.com


Berita terkait
Peneliti universitas Stanford telah mengembangkan baterai Lithium yang tidak akan kepanasan atau terjadi Overheating. Artinya baterai tidak akan membuat masalah terhadap semua produk. 2019 Samsung mungkin menjadi perusahaan pertama yang menawarkan smartphone dengan bateari Graphen

Kerja sama antara universitas Kyoto dan Sharp, mereka membuat bahan baru dengan senyawa lithium iron phosphate. Dengan material baru dalam perhitungan mampu mencapai 25.000 kali charge dan kapasitas baterai baru drop ke 70%



Tesla dan Panasonic bekerja sama membangun pabrik Gigafactory untuk memproduksi baterai Lithium. Menghabiskan dana 5 miliar dollar dengan 6500 karyawan pabrik. Panasonic akan menyuplai bateari untuk Tesla.

Ini teknologi lampu kendaraan dengan teknologi OLED. Dapat bersinar, dimmer dan tampak efek futuristik.

Dari Leylen Energy menceritakan bagaimana baterai Lithium diproduksi. Baterai buatan Leylen mampu bekerja pada suhu tinggi, sedangkan baterai lithium biasa hanya stabil pada suhu lebih rendah

Baterai lithium mampu menampung energi lebih besar dibanding baterai NiMH. Sebagai perbandingan 100Wh/kg NiMH setara 150-250Wh/kg baterai lithium. Baterai lithium kecil, mampu menampung energi lebih besar dan ringan. Bahkan memiliki umur lebih lama dari NiMH.

Dari Discovery Channel. Baterai Lithium memiliki keunggulan dengan bobot ringan tetapi power besar. Bagaimana bateerai Lithium untuk kendaraan dibuat.




No popular articles found.
< /body>