Bunyi dari telinga yang berdenging bisa terjadi di salah satu telinga atau keduanya. 10-20% penduduk Amerika mengalami hal tersebut, tapi 1-2% cukup parah dan membutuhkan perawatan medis. Penyakit Tinnitus bisa disebabkan infeksi, atau gangguan di telinga, usia, stress, infeksi hidung, pertumbuhan abnormal dari tulang telinga, gangguan pembuluh darah dan berbagai gangguan neurologis.

Penyebab telinga berdenging karena gangguan di telinga. Di dalam telinga (cochlea) terdapat ribuan rambut halus atau sell yang bergetar bila terkena gelombang suara. Getaran akan dirubah menjadi signal listrik oleh sell rambut berbentuk rumah siput dan mengirim ke saraf otak. Bagian rambut yang rusak karena terlalu sering mendengar suara keras, neuron pada bagian telinga akan tetap aktif mengirim sinyal palsu ke otak. Padahal tidak ada suara yang  di dengar oleh telinga.


Penyebab Tinnitus dapat disebabkan hal lain seperti oleh obat seperti aspirin dan antibiotik untuk obat kanker atau obat malaria. Beberapa obat dapat menyebabkan kerusakan pada telinga bila diberikan dalam dosis tinggi atau terlalu sering diminum. Tetapi dalam kondisi wajar, misalnya konsumsi obat dalam waktu singkat tidak menimbulkan Tinnitus.

Hal lain yang menyebabkan Tinnitius seperti mendengar musik terlalu keras, ketutan suara, kotoran telinga, keracunan timbal / merkuri, cidera kepala, penyakit tiroid, kekurangan vitamin B12, depresi dan lainnya.
Contoh mereka yang mendengar musik dengan earphone antara 1 sampai 6 jam sehari. Kemungkinan akan mendapat gangguan seperti Tinniius. Atau rasa cemas berlebihan dan gelisah, mendadak sering muncul suara di telinga.

Gangguan ditelinga dapat mencapai suara 70dB, seakan suara sangat keras terdengar di telinga bahkan lebih keras dari suara vacumm cleaner. Untuk menghindari gejala Tinnitus, bila disebabkan gangguan dari obat. Sebaiknya menjauhi obat obatan yang disebutkan diatas. Menurut FDA mereka tidak memasukan satu obat untuk menyembuhkan Tinnitus.

Info diatas hanya sebagian dari berita WebMD, informasi lebih lanjut bisa menanyakan ke ahli medis

Update dari WHO
WHO melakukan studi dari 1,1 milliar remaja dan orang dewasa. Dan memperingatkan kesehatan telinga bila terlalu sering mendengar musik. Disarankan mendengar musik hanya 1 jam sehari, dan mengecilkan volume. Dari 43 juta orang dengan rentang usia 12-35 tahun, mereka kehilangan pendengaran. Telinga berbunyi ketika tengah malah, itu disebut Tinnitus. Salah satunya disebabkan gangguan pendengaran.

Selain suara keras dari eartphone, tempat lain yang dapat merusak telinga seperti club malam dan acara olahraga. Tapi pemicu terbesar bukan dari kedua yang disebutkan. Kebanyakan kerusakan telinga datang di negara berkembang dan maju. Lebih banyak disebabkan pemakaian earphone atau mendengar musik terlalu keras.

Saran untuk mendengarkan musik hanya di volume 80%, dan durasi 1 jam. Bila mengunakan teknologi Noise Canceling, turunkan volume ke tingkat terendah. Dari tim WHO Dr Eltienne Krug menjelaskan alasan dari sebuah media Inggris. Kami berusaha meningkatkan kesadaran untuk mereka yang mendengar musik agar tidak tuli permanen. Sehingga kerusakan telinga dapat mudah dicegah.
Bila mendengar konser musik dengan tingkat suara diatas 118dB. Bawalah sumbat telinga, akan mencegah gangguan telinga dibanding harus menderita pendengaran dalam jangka panjang.

Gangguan pendengaran di usia 20 tahun.
Itu lebih umum terjadi, hampir 20% mereka yang berusia 20 tahun sudah memiliki gangguan pendengaran. Lebih tinggi dibanding orang yang kehilangan pendengaran dari yang bekerja di suara keras.
Aktivitas gangguan pendengaran dapat terjadi tanpa disadari. Duduk berjam-jam di lingkungan lalulintas yang keras, atau sering mengunakan mesin pemotong rumput.

Tabel dibawah ini dari menunjukan  mereka yang berusia 20-40 tahun juga mengalami gangguan kesehatan telinga. Seperti tidak dapat mendengar suara dengan nada tinggi.

Kerusakan di rongga telinga akibat suara bising

Penyebab Tinnitus dapat disebabkan hal lain seperti oleh obat seperti aspirin dan antibiotik untuk obat kanker atau obat malaria. Beberapa obat dapat menyebabkan kerusakan pada telin
Dr Anne schuchat direktor CDD mengatakan, orang yang kehilangan pendengaran akibat terlalu dekat dengan suara bising. Mereka yang berusia 20-29 tahun sudah mengalami kerusakan pendengaran.

Di Amerika sekitar 40 juta orang dibawah usia 70 tahun sudah terganggu untuk mendengar suara. Tapi separuh dari mereka mengalami masalah pendengaran bukan disebabkan di tempat kerja. Hanya 20% orang dewasa saja yang terganggu kesehatan telinganya karena bekerja di lingkungan suara bising.

Kerusakan telinga permanen tidak ada obatnya, sebaiknya dicegah. Hal ini juga menyebabkan tinnitus, suara dering konstan atau berdengung di telinga. Jadi hati hati saja dengan suara keras yang setiap kali kita dengar.