Sean Zhang seorang profesor dari universitas Jilin, bersama timnya membuat tinta printer dari air. Disebut Hydrochromic Molecular Switches untuk kertas Water-Jet rewritable paper. Mengapa mereka mencari cara untuk menganti tinta printer dengan bahan ramah lingkungan. Umumnya kertas cetakan akan dibuang setelah sekali pakai.



Sean membuat tinta dengan bahan air, dengan kertas khusus yang dapat digunakan kembali sampai 50 kali. Apakah catridge harus khusus, katanya catridge tinta printer tidak berubah, hanya diganti dengan air biasa. Hasil cetakan baru terlihat setelah tinta air tersebut mulai mengering, tetapi ketika basah tidak bisa dilihat (repot juga). Sejauh ini sudah 4 warna yang bisa dibuat dan hasil cetakan dapat terlihat selama 22 jam. Kualitas cetakan Water-Jet ini sebanding dengan cetakan ink-jet. Perubahan ada di kertas yang dipakai. Setelah di cetak , dibaca, besoknya tulisan akan hilang dengan sendirinya.
Tinta air lebih murah dibanding tinta biasa. Selain murah, pengunanya tidak merusak hutan karena kertas dibuat dari penebangan pohon.

Masalah lingkungan dari pemakaian kertas, angkanya cukup mengesankan. 40% dokumen di kantor dicetak hanya untuk sekali pakai. Ditambah biaya tinta printer yang mahal. Atau mungkin kita membutuhkan cetakan koran, sepertinya tinta ini lebih cocok. Pagi atau malam dibaca, besok bisa digunting dan dipakai untuk kertas sendiri.