Ini dia tampilan pesawat Stealth Cina J-20, gambarnya benar benar bersih dan jelas.

Melihat knalpotnya mungkin bukan termasuk pesawat Stealth, tetapi pesawat tempur dengan sayap ganda dan kecepatan tinggi dengan 2 mesin

Sekilas tentang J-20 Mighty Dragon, adalah pesawat jet generasi ke 5 buatan China. Setidaknya sudah 60x  melakukan test terbang. Tetapi pesawat ini baru dipakai pada tahun 2017-2019.

J-20 dibuat oleh Chengdu Aircraft Corporation dan disainnya bukan salinan pesawat barat atau Rusia. memang tampilannya mirip seperti Raptor  F-22 atau si T-50 Pak-Fa.Mesin J-20 yang dipakai masih buatan SU-27 yang dipakai pada tahun 1980an.

Cina sendiri mencoba membuat mesin yang sama buatan sendiri, tetapi kalah bagus dibanding mesin buatan Rusia. Baik kehandalannya maupun ketahanan.

Walau Cina sudah mampu membuat pesawat jet tempur sendiri. Cina masih membeli terus pesawat buatan Rusia, sepert SU-35 baru saja dipesan sebanyak 48 unit. Rusia memiliki pesawat dengan 2 mesin AL-41F1C, konon mesin tersebut mampu membawa pesawat mencapai kecepatan hipersonic tanpa afterburner.

Cina ingin membeli mesin pesawat saja lalu dipasangkan ke J-20, tetapi ditolak oleh menteri pertahanan Rusia. Katanya, kalau mau beli lengkap ya broo, jangan di copy.



Desember 2016
Dari foto satelit terlihat 2 pesawat Stealth Jet Fighter J-20 bersama 3 pesawat angkut Y-9. Foto diambil bilan November 2016, berada pangkalan udara Dingxin.

Angkatan udara China PLAAF setidaknya telah menerima 6 pesawat J-20 pada 12 Desember 2016. Pesawat lainnya juga tampak di landasan pacu pabrik pesawat Chengdu Aircraft dan siap dikirim.

Pesawat J-20 pesawat tempur stealh milik China November 2016

Disain pesawat ini belum final. Karena masih ditambahkan beberapa prangkat avionik canggih termasuk radar AESA dan mesin rusia AL-31 tipe turbofan yang digunakan pada pesawat Sukhoi SU30MKL, Su-27, termasuk pesawat China Chengdu J10 dan J11.

September 2017
Mesin WS10 mungkin dikembankan kembali. Sementara model prototipe masih mengunakan mesin turbofan AI-31 buatan Rusia. Dan China masih tergantung dengan produk Rusia.
Tetapi kabarnya tidak lama lagi, China akan membuat sendiri untuk mesin jet tempur sekelas stealh fighter.

Nantinya China akan membuat sendiri mesin jet tempur yang sekarang dalam tahap pengembangan, setelah muncul mesin WS-10 Taihang yang dibuat perusahaan Shenyang Liming.

Terlihat setengah lingaran di flap kecil, baling baling yang mengendalikan arus pendorong mesin jet. Pada bagian nosel di bagian dalam, dan afterburning lebih besar.
Dibanding mesin jet AI-31, fitur tersebut tidak ada.

Entah nama mesin akan diberi nama WS-10X, atau WS-10G atau WA-10IPE. Disain bagian belakang mirip seperti milik F-35 atau F-119.

Sistem exhaust dengan pilah di bagian belakang, membuat mesin pesawat jet dapat terbang diatas 1 mach, tanpa memboroskan bahan bakar. Seperti pengembangan jet Eropa Eurofighter Typhoon juga memiliki kemampuan terbang rendah yang serupa tapi hemat bahan bakar.

Bila blade dibagian belakang harus terkena panas, diperlukan bahan khusus. Kabarnya Chengdu Aerospace Superalloy Technology Company atau CASTC mampu membuat pisau turbin kelas dunia dari bahan superalloy renium-nikel. Dimana bahan tersebut tahan panas, tapi ringan.

Pengembangan mesin WS-10 sempat tertunda karena sulitnya merancang blade mesin jet tersebut. Sekarang masalah sudah selesai setelah CASTC mampu membuat blade untuk pesawat China sendiri.

mesin jet WS 10 dikembangkan China sendiri