Berapa storage yang diberikan smartphone 16GB


Kategori : Smartphone | Date : 27 January 2016
Kadang produsen terlalu banyak menambah fitur dengan aplikasi (sampah) yang harus diterima penguna
Bila anda berharap mendapatkan storage besar seperti model smartphone high end.

Smartphone kapasitas internal memory 16GB, ternyata anda tidak mendapatkan kapasitas tersebut di memory internal.

Mengapa kita tidak akan mendapatkan semua storage, karena sebagian storage telah di isi oleh software pabrikan.

Apple 16GB internal storage, hanya kosong 12GB. Tapi masih lebih baik dari produk Smartphone Android.

Paling parah, smartphone 8GB internal storage hanya tersisa 4-5GB saja di memory internal. Artinya memory internal pada smartphone 8GB yang kosong hanya separuh.

Samsung Galaxy S4 hanya memberikan separuh kapasitas memory internal sekitar 8GB dari kapasitas 16GB yang ada.

Bayangkan saja, penguna smartphone berharap memiliki kapasitas memory 16GB, mungkin untuk data navigasi, musik, video dan lainnya.

Ketika memeriksa smartphone, ternyata sisa isi storage 8GB yang dapat dipakai sendiri.

Demikian juga dengan merek LG G2, HTC One Mini atau BlackBerry 30. Tapi yang terakhir masih menyisakan kapasitas lebih besar dibanding Samsung Galaxy S4.

Yang baik seperti Google Nexus 5 menyisakan 12GB dan Sony Xperia Z1 tersisa 11Gb.



Bahkan Samsung Galaxy S8 yang canggih dengan 64GB, menyisakan hanya 40GB storage. Yah 24GB hilang dari kapasitas 64GB

Bila kita membeli smartphone dengan internal storage 16GB karena harganya lebih murah. Mungkin sekarang anda harus memikirkan kembali, duh seharusnya beli yang 32GB storage saja.

Mengapa internal memory berkurang, karena di isi dengan Blootware atau aplikasi dari pabrik pembuatnya tanpa diminta atau dibutuhkan oleh pembeli.

Sampai penguna memerlukan memory microSD untuk menambah kapasitas storage.

Mengapa internal storage berkurang walau smartphone baru.

Internal memory smartphone berisi bagian penting yaitu OS Android. Tanpa bagian ini, smartphone tidak bekerja.

Sama seperti computer harus di install dengan Windows OS di harddisk storage untuk menampilkan aplikasi OS Windows.
Bagian OS adalah bagian paling penting dan mengunakan storage internal pada smartphone.

Penguna dilarang mengutak-utik bagian tersebut, misalnya membuang file yang ada sama saja mengacaukan sistem OS Android.

Penguna akan menambah aplikasi lain di smartphone, sama seperti di computer PC kita dapat menginstall aplikasi Word, Game dan lainnya.

Bagian ini masuk ke internal storage atau ekternal storage (MicroSD). Aplikasi seperti ini bisa di install.

Tapi beberapa adalah aplikasi yang dibuat oleh produsen dimasukan ke internal memory di dalam smartphone.
Disebut stock app atau aplikasi bawaan dari pabrik smartphone.

Bagian tersebut juga tidak bisa di install oleh pemilik smartphone, walau kita tidak memerlukan.

Sebagian adalah pengaman sistem OS, tampilan depan UI (theme), fitur update.
Bagian ini penting dan harus terima oleh penguna, kadang ukurannya cukup besar.

Bayangkan seperti ini.
Anda memiliki computer Windows, dengan internal memory / harddisk 8GB.
2GB akan di isi sistem OS Windows, tanpa bagian ini computer tidak dapat bekerja.
Di dalam OS terdapat browser seperti Internet Explorer, Setting Hardware dan lainnya. Bagian tersebut penting bagi computer bekerja, sebagian lagi mungkin tidak pernah anda gunakan. Tapi sudah terinstall otomatis, walau sebagian aplikasi bisa dihapus dari internal storage.
Nah computer anda hanya tersisa internal memory 6GB yang dapat digunakan, 2GB adalah Sistem Operasi.

Sama seperti di Smartphone Android, produsen memasukan aplikasi (yang kadang tidak penting) agar penguna langsung siap mengunakan.

Walau kadang aplikasi yang diberikan tidak pernah kita pakai, inilah yang disebut aplikasi Bloatware (aplikasi yang membuat sesak internal memory).

Masalahnya di Android, aplikasi yang diberikan dari pabrik tidak bisa dibuang begitu saja.

Beberapa aplikasi mencatat kebiasaan penguna, memberikan sistem update, aplikasi chatting yang tidak perlu dan lainnya.



Mengapa storage memory smartphone berkurang sangat banyak. Dan apa saja software yang dimasukan bahkan tidak dapat dibuang dari memory storage smartphone.

Skin UI atau tampilan depan smartphone. Membuat smartphone tampil berbeda dan menarik, skin biasanya sudah di install dan tidak dapat dibuang.  Tapi dapat diganti dengan skin pengembang lain.

Bloatware. Disini biasanya untuk fitur keamanan, update  dan hal lain. Sebenarnya tidak semua tambahan itu penting, tapi produsen menganggap penting untuk mengisi beberapa fitur software bawaan smartphone mereka.

Misalnya Samsung pernah menginstall aplikasi ChatOn sebagai aplikasi chatting. Tapi layanan ChatOn tersebut sudah di hentikan, masalahnya aplikasi tersebut tetap ada di dalam storage smartphone model lama dan tidak dapat dibuang dari memory storage smartphone kita.

Aplikasi Update. Umumnya setiap produsen memiliki sistem update agar terhubung ke server mereka. Tujuannya untuk memudahkan pengguna dengan sekali click dan smartphone akan memberikan update otomatis.

Space kosong. Kadang sengaja dikosongkan untuk digunakan cadangan dari sistem Android yang di install pabrikan.

Banyak lagi aplikasi yang sudah ada di smartphone. Dari aplikasi "sampah" agar tampilan smartphone lebih menarik. Misalnya aplikasi Wheather (cuaca) sering di install di smartphone, mungkin sebagian dari kita tidak pernah peduli dengan laporan cuaca. Bahkan aplikasi seperti itu mengunakan koneksi data dari smartphone.

Sekarang kita tahu mengapa smartphone Android tidak memberikan 16GB storage atau 32GB storage. Atau 128GB sekalipun.

Hasilnya isi storage smartphone akan terpakai oleh beberapa aplikasi penting dan kadang tidak sangat penting. Bahkan aplikasi bekerja secara background dan menghabiskan baterai dan kuota internet.

Bila diperlukan, kita bisa menghentikan aplikasi yang berjalan dari Star-up agar tidak di load ketika smartphone dihidupkan.

Selain mengunakan power baterai, termasuk diam diam menghubungkan ke internet walau jumlah pemakaian bandwidth kadang kecil. Sampai membuat sesak RAM smartphone.

Contoh aplikasi untuk mematikan aplikasi background dan menghapus file sampah seperti cache dapat mengunakan All In One Toolbox

Termasuk fitur untuk memindahkan aplikasi dari internal storage ke microSD storage dapat memanfaatkan aplikasi tersebut. Agar software Android yang di download dan di install, otomatis dipindahkan ke storage microSD. Termasuk menonaktifkan aplikasi bila tidak diperlukan. Tapi tidak membuang aplikasi (tidak di uninstall)

Hal lain mengunakan OS dari pengembang independen, seperti OS alternatif yang diberikan gratis. Hanya resikonya, mengisi OS Android dengan OS non original dapat menghilangkan garansi dan dukungan dari produsen pembuatnya. Biasanya OS alternatif digunakan untuk upgrade OS dari smartphone lama.

Terakhir, bila anda tertarik dapat mengunakan model smartphone dari Stock ROM Google Anrdroid.

Walau tampilannya mungkin kalah menarik dibanding tampilan smartphone dengan UI dari pabrikan. Dengan stock OS Android, tidak banyak aplikasi bloatware yang dimasukan ke sistem smartphone.

Salah satu Stock ROM ada di Android One, atau smartphone yang mendapatkan sertifikasi Android One.

OS lain dari Oxygen OS alternatif dari OS Android, hanya ada di smartphone Oneplus.

OS Modifikasi seperti Cyanogen dan Lineage adalah OS ROM yang bersih dan dapat di install di smartphone model lama. Walau resiko kehilangan masa garansi bila smartphone relatif baru (masih garansi)

Dibawah ini contoh kapasitas storage smartphone yang tidak pernah didapatkan pembeli sesuai angka yang tertera. Dibawah ini internal memory yang dapat anda pakai dari 8 model smartphone dengan memory internal 16GB



Jadi tidak heran bila membeli smartphone dengan storage 16GB, bisa saja isinya hanya 10GB bahkan hanya separuhnya 8GB saja.

Jadi telaah lebih lanjut berapa besar kapasitas storage yang anda butuhkan. Bukan karena harga lebih murah dan melihat 16GB sudah cukup. Ternyata hanya tersisa 10GB saja di internal storage.

Karena internal storage digunakan untuk OS Android, yang rata rata mencapai 1GB. Sisanya adalah aplikasi lain, seperti aplikasi Bloatware, aplikasi sistem pengaman, update, partisi OS Android dan lainnya.

Bila ingin membeli smartphone, kita harus memikirkan berapa sisa kapasitas storage yang tersisa.

Bila kita membeli 8GB internal memory, dikhawatirkan hanya tersisa 4-6GB saja memory yang dapat digunakan. Sehingga kita harus membeli sebuah microSD untuk menambah kapasitas internal memory yang ada. Atau memilih smartphone dengan internal storage lebih besar.

Jangan lupa, internal storage di smartphone sangat penting.
Karena bekerja lebih cepat untuk load aplikasi, dan file aplikasi lebih baik di simpan ke internal memory. Sedangkan data boleh disimpan di microSD card.
Demikian penjelasan storage smartphone yang berkurang dari spesifikasinya.
Bila memiliki pilihan ketika membeli smartphone. Ada baiknya memilih kapasitas yang dibutuhkan. Bila harga 16GB dengan 32GB atau kapasitas internal lebih besar yang selisih harganya 300-400 ribu. Akan lebih baik membeli model 32GB atau lebih besar. Dibanding anda membeli microSD yang dipasang ke smartphone untuk menambah kapasitas stroage ekternal.

Samsung Galaxy Beam memiliki fitur dengan projektor resmi diperkenalkan di Tiongkok. Dengan spesifikasi layar 4.7 inch WVGA display, quadcore 1.2Ghz, 1GB RAM, camera belakang 5Mpix, microSD slot dan terinstall OS Android 4.2.2.

Penguna smartphone di Korea selatan akan mendapatkan hak untuk menghapus aplikasi blootware yang tidak perlu. Bulan April 2014, perusahaan telekom harus mengijinkan user untuk membuang aplikasi yang tidak perlu.


No popular articles found.