Bila dihitung dari jumlah bintang yang ada.
Kemungkinan besar planet di galaksi Bima Sakti ini saja mencapai 2-3 triliun planet. Sebanyak itu jumlah planet di dalam galaksi Bima Sakti. Tinggal dikalikan dengan angka rata rata saja, satu bintang seperti matahari memiliki 7-10 planet, dan dikalikan dengan jumlah bintang yang ada. Ukurannya berbeda beda, dan tidak ada yang persis sama.

Bagaimana bentuk rata rata planet. Bisa diambil dari sampel di planet dekat kita. Dari Asteroid, Bulan, Venus yang panas, Mars yang lebih dingin dan berbatu, bulan Titan yang besar di planet Saturnus dengan ukuran 2 atau 3x dari bulan dan Bumi dengan kandungan air.



Rata rata bentuk planet memiliki bentuk dasar seperti gambar diatas.
Posisi planet ke arah bintang yang menentukan apakah sebuah planet memiliki suhu sangat dingin, bahkan sangat panas seperti permukaan lahar cair.
Semakin dekat bintang ke mataharinya, umumnya memiliki permukaan berbatu yang padat.
Semakin jauh bintang dari arah mataharinya, kemungkinan berbentuk planet gas seperti Jupiter, Saturnus, Uranus atau Neptunus.

Bagian paling susah adalah mencari dimana planet yang begitu banyak berada.
Melihat bentuk benda di alam semesta, tidak semuanya tampak dengan teleskop biasa. Bintang memiliki cahaya, galaksi dengan milyaran bintang akan terlihat bentuknya. Karena kumpulan bintang membentuk seperti pola cahaya. Tapi planet tidak, walau permukaannya dapat memantulkan cahaya, jaraknya mungkin terlalu jauh untuk diamati..

Bagaimana ilmuwan mengamati sebuah planet dari bintang lain yang terlihat di malam hari. Walau planet tidak memiliki cahaya terkadang tampak dan bisa diteliti.
Cara pertama dengan teknik "stellar wobble" atau getaran gravitasi orbit antara planet dan bintang induknya. Karena keduanya saling tarik menarik dan menyeimbangkan gravitasi. Teknik ini tidak mudah, dan kurang tepat dibanding teknik untuk meneliti planet.



Cara kedua ketika planet melintas di depan bintang. teknik ini paling umum dipakai sekaligus dapat menganalisa kandungan atmosfer planet. Cahaya dari bintang akan tertutup planet ketika mengorbit dan menghalangi cahaya bintang induk.

Ketika sebuah planet melintas itulah dihitung dapat dihitung:

  • Ukuran
  • Kandungan di atmosfer
  • Ukuran masanya
  • Jarak dengan bintang induknya
  • Dan waktu orbit.
Peneliti menghitung perkiraan berdasarkan cahaya bintang yang di blok (tertutup) oleh planet. Spektrum warna dari tepian planet dapat ditentukan seberapa jauh planet tersebut berada dari bintang induknya, kandungan atsmosfer, kemungkinan suhu dapat diperkirakan.

Gambar dibawah ketika sebuah planet melintas di depan matahari dapat di analisa seperti apa kandungan dan ukuran planet.



Walau tidak semudah cerita diatas, salah satu teleskop ruang angkasa adalah teleskop Kepler. Teleskop ini yang bertugas mencari planet lain di sekitar bumi. Sayangnya tahun lalu teleskop tersebut mengalami kerusakan, karena bagian roda pengerak sumbu bermasalah, disusul satu roda lagi yang rusak. Praktis kemampuan teleskop Kepler sudah berakhir di awal 2014.

Setidaknya, jasa teleskop Kepler sempat menemuklan ratusan sampai ribuan planet dari 100 ribu planet yang di analisa. Tentu jumlah tersebut masih terlalu kecil dibanding jumlah planet yang ada. Tapi planet yang dianalisa adalah planet yang rata rata dekat ke bumi

Masalahnya ketepatan menentukan ukuran sebuah planet menjadi tantangan saat ini. Karena ilmuwan dan astronom hanya mengutamakan pencarian planet dengan ukuran seperti bumi. Mungkin sedikit lebih besar atau sedikit lebih kecil, tapi planet yang dicari harus memiliki air sebagai sumber kehidupan.Kedua memiliki atmosfer untuk bernapas. Planet jenis yang dicari seperti Bumi, masalah kapan bisa berkunjung kesana. Itu urusan masa depan.

Masalahnya lain adalah planet seukuran Merkurius dan Mars ini terlalu kecil untuk memblokir cahaya dari sebuah bintang. Untuk menentukan secara tepat membutuhkan waktu lebih lama, khususnya pencarian Exoplanet atau planet yang kira kira seukuran planet Bumi. Seandainya data dari Kepler menemukan 100 ribu bintang seukuran matahari. Nyatanya baru dapat dipastikan 410 planet dengan ukuran seperti bumi dari total 700 planet lain yang dapat di analisa.



Beruntung dari penemuan Kepler memiliki angka lebih besar. Ditemukan 11 ribu bintang dan ada 18 ribu planet. Yang unik, orbit planet kandidat tersebut ada yang hanya 12 jam , dan terlama mencapai 525 hari satu kali orbit (satu tahun waktu bumi 365 hari)

Tidak itu saja, beberapa planet yang ditemukan dan diteliti, kira kira ideal, ternyata memiliki bintang kembar atau 2 matahari. Ada lagi planet yang ditemukan memiliki gravitasi unit. Tidak berbentuk lingkaran, tidak elips tapi berputar mengitari bintang dan naik turun. Ternyata di sekitar planet tersebut malah terdapat 2 bintang besar lainnya yang ikut membentuk gravitasi. Semua keanehan tentang dunia kosmos mulai ditemukan oleh teleskop Kepler.



Ada lagi penemuan planet lain ada yang yatim juga, alias tidak memiliki bintang induk. Dan mengambang sendirian dan tertangkap teleskop Pan-STARRS 1. Jarak planet ini tidak jauh sih, hanya 80 tahun cahaya dari bumi. Disebut planet  PSO J318.5-22, usianya masih muda baru 12 juta tahun. tapi ukurannya 6x dari masa Jupiter.  Setelah diteliti, planet ini tidak memiliki bintang induk dan planet ini mengambang sendirian saja.



Dari data diatas dapat dipastikan sebuah bintang akan memiliki planet kecil dan besar yang mengikuti. Khususnya bintang M-Class seukuran matahari (ukuran sedang atau lebih kecil), adalah bintang yang ini paling dicari untuk diteliti lebih lanjut. Target utama dengan planet berbatu lebih banyak seperti bumi atau Mars dan terakhir adalah air. Bukan planet gas seperti Jupiter, Saturnus.



Melihat berapa banyak planet di satu galaksi seperti Bima Sakti, ilmuan bisa memperkirakan jumlah planet di alam semesta ini sangat besar. Galaksi Bima Sakti tidak sendirian, tapi ada galaksi Andromedia di sebelah galaksi kita. Diperkirakan jumlah galakasi di alam semesta ini mencapai 200 miliar galaksi atau lebih. Karena manusia belum mendapatkan dimana ujungnya alam semesta.

Jumlah planet di alam semesta ini diperkirakan 10.000.000.000.000.000.000.000.000 planet. 10 x 10 pangkat 24 planet
Entah seperti apa ukurannya semua planet di angka tersebut, sampai saat ini manusia belum memiliki teknologi untuk pergi kesana. Bahkan untuk mendatanya saja sangat sulit. Manusia hanya mampu pergi sampai di Bulan, selebihnya mengunakan pesawat ruang angkasa. Pesawat ruang angkasa Voyager 1 dan 2 hanya mampu pergi terjauh dan baru melewati planet Pluto. Itu pun sudah melakukan perjalanan  sejak tahun 1977.



Dengan informasi ini, semoga dapat lebih mudah di mengerti, bahwa alam semesta sangat luas. Menentukan berapa jumlah galaksi yang ada sangat sukar, terlebih menentukan berapa jumlah bintang di alam semesta, apalagi mendata semua jumlah planet.