Bila dihitung dari jumlah bintang yang ada. Kemungkinan besar planet di galaksi Bima Sakti mencapai 2-3 trilyun planet. Sebanyak itu jumlah planet di dalam galaksi Bima Sakti. Tinggal dikalikan dengan angka rata rata saja, satu bintang seperti matahari memiliki 7-10 planet, dan dikalikan dengan jumlah bintang yang ada.

Bagaimana bentuk rata rata planet. Bisa diambil dari sampel di planet dekat kita. Dari Asteroid, Bulan, Venus yang panas, Mars yang lebih dingin dan berbatu, Titan dan Bumi dengan kandungan air.



Bagian paling susah adalah mencari dimana planet yang begitu banyak berada.
Bagaimana ilmuwan mengamati sebuah planet, walau planet tidak memiliki cahaya. Cara pertama dengan teknik "stellar wobble" atau getaran gravitasi orbit antara planet dan bintang induknya. Karena keduanya saling tarik menarik dan menyeimbangkan gravitasi.



Cara kedua ketika planet melintas di depan bintang. Cahaya bintang akan tertutup planet. Ketika melintas itulah dihitung dari ukuran, kandungan dan ukuran. Dihitung berdasarkan cahaya bintang yang di blok oleh planet ketika mengorbit di depan.



Walau tidak semudah cerita diatas, teleskop Kepler yang sudah berakhir masa kerjanya menemuklan sekitar ratusan sampai ribuan planet dari 100 ribu planet di analisa. Angka itu terlalu kecil dibanding jumlah planet yang ada.

Masalahnya ketepatan menentunkan ukuran sebuah planet menjadi tantangan di dunia astronomi saat ini. Planet seukuran Merkurius dan Mars terlalu kecil untuk memblokir cahaya dari sebuah bintang. Untuk menentukan secara tepat membutuhkan waktu lebih lama, khususnya pencarian Exoplanet atau planet yang kira kira seukuran planet Bumi. Seandainya data dari Kepler menemukan 100 ribu bintang seukuran matahari. Nyatanya baru ditemukan 410 planet dari total 700 planet lain di sekitar mereka.



Beruntung dari penemuan Kepler memiliki angka lebih besar. Ditemukan 11 ribu bintang dan ada 18 ribu planet berpotensi. Yang unik, orbit planet kandidat tersebut ada yang hanya 12 jam, dan terlama mencapai 525 hari.
Tidak itu saja, beberapa planet yang kira kira ideal, ternyata memiliki bintang kembar atau lebih dari satu bintang utama.




Penemuan planet lain ada yang yatim juga, alias tidak memiliki bintang induk. Dan mengambang sendirian.



Dari data diatas dipastikan sebuah bintang memiliki planet kecil yang mengikuti. Khususnya bintang M-Class, yang ini paling dicari. Memiliki ciri dengan planet berbatu lebih banyak seperti bumi atau Mars.



Melihat berapa banyak planet di satu galaksi seperti Bima Sakti, ilmuan bisa memperkirakan jumlah planet di alam semesta ini sangat besar jumlahnya. Ingat galaksi Bima Sakti tidak sendirian, tapi ada galaksi lain. Setidaknya ada 200 miliar galaksi atau mungkin lebih.
Jumlah planet di alam semesta ini diperkirakan 10.000.000.000.000.000.000.000.000 planet.
Entah seperti apa ukurannya, sampai saat ini manusia belum memiliki teknologi untuk pergi kesana.