Ini data dari tabel data penduduk di Amerika. Sekarang sekitar 80% jumlah pekerja di Amerika bekerja tanpa kegiatan fisik. Dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan, seperti serangan jantung bisa melanda kapan saja.

Di tahun 1960an, hampir separuh pekerjaan membutuhkan aktivitas fisik, sekarang hanya 20% saja yang bekerja dengan kegiatan fisik.

Setiap hari warga Amerika duduk sampai 2.5 jam lebih lama dibanding mereka yang kurus. Memicu kegemukan karena kurang bergerak. Tahun 2000 saja , penduduk Amerika meningkat dengan duduk lebih lama sampai 8% dibanding tahun 1980 an, memicu 2x lipat jumlah obesitas.

2/3 karyawan disana sudah biasa bekerja dengan computer. Dampaknya 75% penguna computer menghadapi masalah pada mata.

Bila seorang karyawan kurang bergerak apa yang harus dihadapi. Serangan jantung dapat meningkat 2X lipat bagi dibanding mereka yang bekerja dengan melakukan banyak gerakan.

Dampak ketika bekerja sambil duduk. Kegiatan aliran listrik pada kaki akan terhenti , hal ini menurunkan tingkat pengeluaran enzim untuk menurunkan lemak anjlok 90%. Pembakaran kalori melambat sampai 1 kalori permenit. Mereka yang duduk 2 kali lebih lama akan menghadapi resiko 2 kali lebih tinggi terhadap penyakit jantung dibanding yang sering berdiri.

Sebuah studi dengan 200 ribu orang

  • Mereka yang bekerja atau hanya duduk 11 jam sehari, dibanding orang yang duduk 4 jam atau kurang. Mereka yang terlalu banyak duduk menghadapi kematian lebih dini sampai 40%
  • Kita orang duduk, produksi Enzim dapat turun sampai 90%
  • Tingkat efektif insulin dan kolesterol baik ikut turun
  • Tapi tekanan darah bisa meningkat
  • Tekanan di tulang leher dan pungung juga terpengaruh.
  • Kita sering duduk akan berdampak dengan obesitas, diabetes dan penyakit jantung. Mereka yang kerja di belakang meja akan mengalami gangguan jantung 2x lebih tinggi dibanding orang yang bekerja atau beraktivitas diluar ruangan
  • Kanker payudara dan usus besar kabarnya terhubung dengan terlalu lama orang duduk.

Dampak lain adalah stress, 1 juta karyawan mengalami sakit setiap hari karena stress. Yang berbahaya atas dampak stress, biasanya mulai bertingkah kasar seperti sering memaki. Beberapa lainnya mulai bermain tangan untuk melakukan kekerasaan.

Bagaimana menghadapi hal diatas, ternyata mudah:

  • Lagi lagi berolahraga, tidak perl berat. Seperti melakukan stretching beberapa kali setiap hari, dan lari keliling beberapa blok dari tempat tinggal.
  • Tetap aktif setelah pulang kerja, dan hindari menonton televisi berlebihan.
  • Biasakan duduk dengan sudut 135 derajat ketika bekerja.
  • Jangan lupa, keyboard adalah sumber penyakit. Biasakan membersihkan tangan secara rutin.

Apa saja yang berbahaya ketika bekerja di ruang seperti kantor.

Duduk -  dalam waktu panjang, bisa bertahun tahun. Akan menimbulkan rasa nyeri dan sakit. Duduk terlalu lama bahkan dapat membuat seseorang meninggal lebih dini. Dari gangguan skeletal, obesitas, kanker, penyakit jantung dan lainnya. 85% karyawan di Amerika duduk sepanjang hari di kantor. Alan Hedge profesior disain ergonomi dari Cornell menyarankan, rubah pusisi duduk setiap 8 menit dan 2 menit untuk bergerak, dan istirahat setelah bekerja lebih dari 2 jam.

Posisi duduk kurang baik dapat merubah tulang tubuh.Disarankan mengunakan kursi duduk yang meluruskan posisi postur tubuh.

Makan pagi -  adalah hal penting. Bila tidak sarapan, membuat stres pada tubuh dan menganggu metabolisme. Orang yang tidak sarapan akan beresiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi dan kelebihan berat badan serta penyakit jantung. Kapan sarapan yang baik, 2 jam setelah bangun pagi.

Perlu di hindari adalah makan siang cepat saji, karena meningkatkan resiko penyakit jantung. Makanan cepat saji memiliki 2x lipat kalori.

Kemacetan - ketika berkendara selama 15 km, menyebabkan banyak pekerja menghabiskan waktu di jalan. Mereka menjadi kurang tidur, kolesterol tinggi dan meningkatnya depresi. Mengunakan kendaraan umum lebih baik

Rapat -  tujuannya pertemuan antara para karyawan untuk saling memotivasi. Penelitian berbeda dengan dampak rapat, memaksakan seseorang untuk merasa positif dengan apa yang mereka tidak yakinkan. Dampaknya membuat depresi bagi sebagian karyawan.

Bekerja lebih dari 10 jam - Peneliti dari Eropa mengatakan orang yang bekerja lebih dari 10 jam atau lebih, memiliki 60% memiliki resiko kardiovaskular.

Bekerja dengan pemimpin yang buruk -  meningkatkan ke khawatiran para karyawan, dampaknya ke tubuh adalah jantung dan kesehatan.

Layar monitor menganggu mata - bukan dari radiasi monitor, karena monitor modern tidak memiliki dampak itu. Tapi mata yang menatap terus menerus ke layar dapat menganggu penglihatan karyawan. Walau sifatnya sementara.

Kurang cahaya matahari -  seseorang akan mengalami susah tidur dan konsentrasi ketika bekerja. Studi Journal of Clinical Sleep Medicine mengatakan, karyawan yang tidak terkena matahari di tempat kerja, akan tidur 48 menit lebih lambat pada malam hari

Studi lain dengan pekerjaan

Bekerja terlalu keras adalah sebuah resep untuk kelelahan. Pertanyaan seperti ini. Apakah anda tidak pernah mengambil cuti, karena anda menganggap tidak ada orang yang dapat mengerjakaan pekerjaan anda. Apakah anda melepas rencana pribadi anda untuk bekerja sampai larut malam dan libur akhir pekan. Anda ingin mengabdi sepenuhnya bagi perusahaan dan pekerjaan. Atau anda merasa bersalah bila pulang tepat waktu.



Bila jawaban diatas adalah Yah. Anda sudah menjadir martir pekerja. Dampaknya stress dan kelelahan akan didepan anda.

Seorang pekerja muda usia 25 tahun Patel tinggal di Caroline Utara Amerika. Dia mulai bekerja 2 tahun lalu di industri startup di bidang kesehatan. Ketika itu baru 12 orang karyawan. Dia bekerja selama 12 jam, atau setara 2x waktu bekerja normal. Awalnya positif dan terlihat adiktif.

Patel akhirnya menemukan dirinya tidak efisien dalam bekerja dan kurang produktif.  Patel tidak sendiri, karena studi baru dari The Workforce Institute at Kronos. 29% pekerja masih bekerja dengan menambah 1 atau dua hari setiap minggu. Dan 81% juga masih bekerja melebihi jam kantor.

Studi lain dari Time Off campaign menemukan kemungkinan pekerja berlebih akan menjadi martir dibanding rekan mereka yang lebih senior. Bekerja lama dikantor bukan tujuan perusahaan, bahkan pemimpin perusahaan menetapkan tujuan yang jelas. Untuk mencegah kelelahan bagi pekerja.

Studi  Marianna Virtanen of the Finnish Institute of Occupational Health, masalah stres sangat dekat dengan kerja lembur. Termasuk depresi, ganguan tidur, dan menjadi pemabuk.

Studi lain dari di Amerika, bila seorang karyawan bekerja lebih dari 55 jam perminggu. Beresiko 33% terkena stroke, 13% beresiko terkena penyakit jantung koroner dibanding karyawan yang bekerja 40 jam seminggu.

Pahlawan atau martir

Bila pekerja martir terus mengunakan jam kerja berlebihan. Lalu siapa yang menjadi pekerja martir ini, rata rata di usia 18 -35 tahun. Sebuah studi menyebutkan, tidak ada hubungannya antara bekerja melewati batas jam kerja atau berlebihan dengan kemajuan karir. Mereka yang bekerja lebih lama di kantor bukan berarti mereka lebih produktif dibanding rekan kerja lain.

Dampak bekerja melewati batas jam kerja

  • Stres di rumah dan kantor
  • Pendapatan berkurang
  • Tidak mampu mendukung pekerjaan
  • Tekanan terhadap dirinya sendiri
    Kebanggaan yang salah

Dampak bekerja berlebihan di kantor melewati batas jam kerja

Banyak perusahaan tidak membiarkan karyawannya bekerja melebihi batas jam kerja. Agar karyawan tetap sehat dan produktif.

Tapi ada cara lain untuk lebih sehat menjadi pekerja pahlawan. Seorang pahlawan pekerja  dapat melakukan pekerjaan besar dan menyimpan harinya ketika ada pekerjaan yang salah. Orang seperti ini bukan maju karena lama waktu bekerja, bahkan dirinya tidak tahu sudah menjadi pahlawan dalam pekerjaannya.