Fotographer buka mata Intel Corp dari tambang di negara konflik


Digital | 13 January 2014

Marcus Bleasdale hampir menghabiskan waktunya selama 10 tahun untuk mendokumentasikan kondisi brutal di tambang Kongo bagian timur. Dari sanalah bahan tambang dibuat untuk bahan chip Intel. Marcus berhasil membawa kondisi pekerja disana mata dunia. Karena dia menemukan pekerja anak anak dan kondisi tambang yang diawasi milisi Kongo.

Bulan Oktober majalah National Geographic terbit dengan satu foto berjudul The Price of Precious dari edisi khusus 125 tahun. Memperlihatkan seorang anak anak sedang bekerja dengan sekop di tambang. Bekerja di tambang emas bukan dikelola oleh pemerintah atau swasta. Kongo adalah negara kaya raya, memiliki berlian, emas, kobal, tembaga, tantalum dan lainnya. Tapi disana tidak pernah berhenti perang.

Akhirnya dunia bisa melihat apa yang mereka beli dari produk elektronik, sebagian bahannya dari sana. Artinya setiap pembeli barang elektronik secara tidak langsung menyumbang untuk Kongo ("untuk perang"). Tambang di Bavi adalah contoh sempurna. Dikendalikan oleh seorang panglima perang disebut Cobra Matata.

Harga emas sudah naik 4x lipat dalam 10 tahun terakhir, tetapi disana tidak menunjukan kemakmuran. Mereka bekerja dengan tangan, tidak dengan mesin untuk mendulang emas. Tidak ada perusahaan besar mau datang kesini kecuali semua mau berdamai. Bagaimana nasib si wartawan dari Nat Geo. Dia sempat ditangkap dan di interogasi berjam jam dengan todongan senjata. Alasannya memasuk area terlarang. Kenyataannya semua daerah di Kongo Timur adalah wilayah merah.

PBB sudah mengirim pasukan perdamaian tapi tidak pernah selesai. Ratusan juta dollar untuk pemilu tahun 2006 tidak merubah Kongo. Bagian Kongo Timur adalah wilayah pertempuran. Uganda, Rwanda, Burundi terus saja melintasi perbatasan untuk mensponsori pemberontak. Sejak 2011 situasi mulai berubah. Salah satu tambang Nyabibwe tidak lagi dijalankan militer Kongo. Hanya 10 tambang terlihat bersih dari 55 tambang yang ada. Tambang yang menghasilkan mineral biasa sudah demiliterisasi, tapi sebagian besar tambang emas tetap ditangani militer dan pemberontak. Diam diam pejabat pemerintah berkolusi dengan pemberontak seperti Cobra Matata.

Intel salah satu penguna bahan tambang dari Kongo. Akhirnya Intel meneliti 60 sumber, dan mencari dari mana saja bahan kebutuhan chip mereka ditambang. Sekarang semua sudah dibersihkan, Intel tidak mau membeli dari perusahaan yang tidak resmi atau terlibat dengan perang di Kongo.

Bayangkan bila Marcus tidak berhasil membawa hasil fotonya dan dipublikasikan ke seluruh dunia. Masyarakat tidak pernah tahu dari mana saja produk yang dibuat dan bahan yang digunakan. Semakin banyak membeli, semakin seru perang disana.



Berita terkait
Dana Gruszynski mungkin menjadi penyelamat sebuah acara pernikahan, ketika fotografer yang sudah ditugaskan berhalangan hadir. Dana datang mendapat kabar dari sepupunya datang dan memberikan foto gratis. Cerita pertolongan  Dana akhirnya beredar luas dan sekarang Dana malah mendapat undangan untuk foto pernikahan.

Satu situs Absolute Sound sebuah situs audiophiles atau peralatan audio papan atas memberikan penghargaan sebagai produk Editor Choice. Aneh menurut media lain, kabel AudioQuest Diamond sepanjang 0.75m ditawarkan $549 dan panjang 1.5m, $695.



Sebagian masyarakat Eropa mulai mengkhawatirkan apakah baju mereka dibuat dengan layak. Melihat kecelakaan tragis di Bangladesh, konsumer mulai melihat proses produksi garmen sebenarnya tidak manusiawi. Bila harga T-shirt 14 dollar begitu murah bagi negara maju, berapa biaya sebenarnya.




No popular articles found.
< /body>