Ada lagi hobi foto malam hari disebut Nightscapes, khusus untuk mengabadikan keindahan malam hari atau membuat foto bintang. Menurut situs Photofocus memberikan beberapa tip penting

Bawa peralatan yang tepat

Karena bidang yang diambil adalah cahaya langit seperti bintang, gunakan lensa 28mm atau lebih pendek.
Senter bila foto dibuat selama malam hari.
Lepas semua filter di lensa karena dapat mengurangi kontras dan efek ghost pada gambar.
Jangan lupa baju hangat, sarung tangan. Satu sesi foto malam hari setidaknya membutuhkan waktu 30 menit dan anda akan kedinginan (bila di pegunungan).

Gunakan aplikasi untuk melihat dimana posisi  matahari atau bulan.
Contoh aplikasi Photopills sementara untuk iPhone, memiliki fitur perkiraan lokasi dan sudut munculnya bulan atau matahari. www.photopills.com/tutorials
Atau aplikasi SkEye dan SkyMaps untuk Android



Contoh teknologi smartphone dengan aplikasi bagi fotografi

Meet PhotoPills from PhotoPills on Vimeo.

Dibawah ini setting camera berbeda menghasilkan foto berbeda.




Tambahan dalam setting camera

Setting camera

  • Setting lensa ke infinity, lensa dapat di set ke manual
  • Atur kompisi gambar.
Ketika mengambil gambar bintang dengan durasi cukup lama, misal shutter 20 detik. Cahaya bintang terlihat berbentuk garis. Alasannya bumi bergerak. Untuk meminimalkan efek tersebut gunakan rumus pembagian 600 dengan focal length (panjang lensa) untuk mendapatkan waktu exposure. 18mm memiliki hasil sekitar 33 detik atau kurang masih mendapatkan gambar bintang lebih tajam.

StarTrail
Untuk foto Startrail atau membuat lintasan bintang dapat diambil dengan iso lebih kecil dan waktu lebih lama. Bila camera memiliki batas maksimum Exposure, bisa dibantu dengan StarTrail software dan di proses kembali dengan computer



Tentang F.stop

Stop dengan Shutter Speed.
Cahaya yang masuk ke sensor disebut Exposure. Efeknya dari 3 setting di camera yaitu Shutter Speed (1/30, 1/60s), Aperture diameter (f.3.5) dan ISO (ISO 200, ISO 400)
Merubah kecepatan dari 1/100s ke 1/200s. Sensor akan menerima cahaya lebih sedikit. Artinya mengurangi Exposure 1stop.
Merubah kecepatan 1/60s ke 1/30/s. Sensor akan menerima cahaya2x lebih banyak diterima sensor. Artinya menambah Exposure 1 stop
Setting di camera dapat diatur dari 1/3 stop dengan mengeser ke angka 3.

Stop dengan ISO Speed
ISO digunakan agar sensitif cahaya yang masuk ke sensor lebih kuat. Sensor semakin sensitif mendapatkan cahaya gambar.
Menaikan double ISO (200 ke 400 sama seperti meningkatkan 1stop, dan sebaliknya.
Misalnya ISO 100 dinaikan ke 200, menghasilkan peningkatan 1stop. Dari ISO 800 diturunkan ke 400, menurunkan 1 stop.

Stop dengan Aperture diameter
Aperture disebut juga f. pada lensa atau disebut sebagai f.stop dengan memperbesar lensa menerima gambar. Pembagian angkanya adalah 1.41 (akar 2).
Tetapi angka f tidak berhubungan dengan angka 2x atau separuh. Misalnya f.28 ke f4 akan menurunkan 1 stop (4=2.8 x 1.41.
Merubah f.16 ke f.11 meningkatkan 1stop (16/1.41)


Kapan mengunakan ke 3 parameter tersebut
  • Shutter Speed -  Bila objek foto diambil terlalu lambat membuat gambar menjadi blur. Perubahan Shutter Speed lebih penting
  • Aperture -  Efeknya dari objek gambar. Antara memilih efek blur dengan gambar depan tajam dapat berubah bila mengunakan perhitungan f.stop dengan Aperture
  • ISO - meningkatkan ISO dapat meningkatkan noise pada gambar.

Dibawah ini tambahan penjelasan sederhana dengan F-Stop di camera