Kematian dari langit momok menakutkan di era perang dingin. Rusia, Amerika membangun rudal balistik antar benua.

Seperti apa kedatangan rudal nuklir tersebut sebelum jatuh ke sasaran. Satu video memperlihatkan roket pembawa hulu ledak nuklir menjatuhkan hulu ledak nuklir di dekat Jepang.
Tentu ini uji coba dan roket tidak membawa bom sebenarnya.

Perbandingan jenis rudal balisitik dan jarak jangkauan rudal
  • Rudal tactical antara 150-300km
  • Short Range - SRBM 1000km, TBM -300-3500km
  • Medium -1000-3500km
  • Long Range / LRBM sampai 5500km
  • Minuteman III masuk kategori rudal ICBM. Sebagai rudal jelajah (nuklir) jarak jauh atau intercontinental dengan jarak lebih dari 5500km. Kecepatan mencapai 23 Mach.



Rudal balistik antar benua Minuteman III milik Amerika setara rudal buatan Rusia R-36. Tapi lebih langsing yang mampu membawa 3 hulu ledak nuklir, sedangkan varian lain dari R 36 milik Soviet mampu membawa 10 hulu ledak nuklir. Rudal balistik Minuteman III dibuat tahun 1970 sebagai generasi ke 3.

Mampu menjelah sampai 13000km dan akan terbang melewati stratosfer sebelum dilepas ke bumi. Sampai saat ini Amerika masih menyimpan rudal sekelas tersebut, dan sudah di upgrade dengan kekuatan 475 kiloton.

Kabarnya ada lima ratus silo misil jenis ini disembunyikan di beberapa tempat dan di belahan dunia. Semoga saja semua rudal tetap aman ditempatnya dan tidak pernah diluncurkan dalam kondisi terisi.



Proses peluncuran rudal balistik seperti roket pembawa kapsul ke antariksa dan diluncurkan dari Silo.

Di dorong dengan roket utama selama 60 detik, lalu di dorong roket ke 2 selama 120 detik dan terakhir roket ke 3 sampai 180 detik.

Sampai di ruang angkasa rudal siap kembali menuju bumi. Dan akan bergerak ke arah sasaran lalu masing masing kepala nuklir dilepaskan. Bagaimana bentuk rudal nuklir ketika memasuk atmosfer bumi. Dibawah ini video dari Live.





Rudal balistik atau ICBM (Intercontinental Ballistic Missiles) dapat dikatakan tidak dapat tangkal.

Setelah berada di udara, melewati garis stratosfer, rudal mulai mengarahkan kembali ke Bumi. Dan jatuh ke target yang ditentukan disebut fase 2
Teorinya, rudal ditembakan ke atas, dan diam sementara diatas. Menunggu putaran orbit bumi, dan kembali turun.
Meluncur seperti balistik dengan kecepatan 24 mach bahkan 27 mach (27ribu km perjam), karena diatas tidak ada hambatan udara.

Posisi keberadaan rudal yang sudah berada di ruang angkasa inilah yang sulit ditangkal. Karena ketika kembali turun ke bumi, kecepatan rudal begitu cepat.
Target diposisikan dengan posisi bintang untuk memebantu rudal mengarah ke sasaran..

Bila rudal ICBM kembali memasuki atmofer, disebut fase 3.
Dan dalam hitungan menit roket pendorong mengarah ke sasaran. Ketika kembali ke bumi, badan ICBM harus memiliki pelindung dan tampak pelindung perisai panas akan terbakar.
Bila rudal telah mencapai batas yang ditentukan, tinggal berurusan dengan ledakan dan kaboom, tugasnya selesai.