Benda di ruang angkasa memiliki skala raksasa.

Mungkin tidak pernah dibayangkan oleh manusia dalam 30 tahun terakhir.

Perlahan benda tersebut mulai terungkap, yang terlihat seperti meteor, planet, bintang dan galaksi.

Sampai kandungan gas super raksasa yang sangat luas ada di ruang angkasa. Hanya baru baru ini saja mulai di teliti lebih lanjut oleh para ilmuwan.

Sekarang bisa diukur seberapa besar benda yang dilihat oleh manusia. Setelah mengetahui, ada beberapa benda di ruang angkasa yang tidak masuk akal bagi masyarakat umum.

Tetapi benda itu benar benar ada. Jangan melihat benda di sekitar kita, atau di planet Bumi. Ini adalah skala kosmos, yang tidak terbayang besarnya.

Dimulai dari benda diruang angkasa yang terkecil.

Asteroid Ceres

Melihat meteor yang jatuh, umumnya hanya bentuk batuan dan akan terbakar habis di atmofer. Akan terlihat menyala di atas langit, khususnya malam hari.

Bentuknya meteor rata rata akan mengecil menjadi batu atau hanya ukuran kerikil. Meteor adalah nama benda yang jatuh ke Bumi, sebelum jatuh atau tetap disana disebut asteroid dan komet. Asteroid dan Komet adalah benda yang mengorbit ke matahari, tapi lintasannya acak. Jumlahnya sangat banyak, disebut juga sebagai puing di ruang angkasa.

Beberapa meteor berukuran besar dapat sampai ke permukaan Bumi. Tapi yang terbesar beberapa tahun lalu, memiliki ukuran seperti bongkahan batu.

Kadang Asteroid dan Komet terlihat tiba tiba dan ukurannya sangat besar. Bahkan dapat mencapai ratusan meter, bisa dibayangkan bila bumi ditabrak meteor dengan ukuran 200 meter atau 500 meter. Umumnya para astronom lebih dahulu melihat, dengan catatan bila ukurannya cukup besar.

Sisanya tidak pernah terlihat, dan tiba tiba saja jatuh dan membentuk bola api ketika menembus atmofer bumi. Kita hanya menyebut sebagai bintang jatuh.

Dimulai dari bentuk asteroid. Asteriod umumnya berbentuk batu yang kecil atau sangat besar. Batuan ini mengambang atau melayang bebas di ruang angkasa. Bentuknya bisa seperti batu di bumi dan bentuknya rata rata tidak bulat.

Tapi ada juga batu yang terus membesar sampai membentuk seperti bola batu raksasa. Pecahan Asteroid sebagian terkumpul dan mengorbit Matahari.

Lalu apa bedanya antara asteroid, komet dan meteor. Sama saja sebagai batuan yang melayang bebas di ruang angkasa.
  • Meteor adalah batu yang jatuh ke bumi
  • Asteroid masih berada mengorbit seperti planet atau mengambang bebas. Material asteroid lebih banyak di dominasi batuan.
  • Komet seperti asteroid tapi komet umumnya mengorbit bebas serta belum tentu berasal dari lingkaran tata surya. Biasanya komet berasal dari Oort Cloud (awan Oort) yang jauh di belakang planet Pluto. Memiliki orbit ke matahari dan kadang lewat mendekati matahari dan bumi. Ketika mendekati bumi, akan terlihat seperti memiliki buntut. Karena tekanan gelombang matahari mendorong lapisan es dan batuan yang ada di komet sehingga buntut komet seperti menjauhi matahari.
Asteroid terbesar di tata surya kita adalah asteroid Ceres bentuknya sudah bulat dan ukurannya sangat besar dengan diameter 950km, lingkaran Ceres mencapai panjang pulau Jawa. Ditemukan 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Menjadi asteroid pertama yang di klasifikasi sebagai planet kerdil (seukuran planet cmini).

Lalu dimana saja ada benda asteroid atau batuan yang mengambang liar tersebut.

Tata surya kita memiliki 2 sabuk asteroid (cincin asteroid).
Asteroid Ceres ini terletak di sabuk asteroid (Asteroid Belt), tepatnya di antara planet Mars dan sebelum planet Jupiter. Sabuk asteroid membentuk lingkaran kumpulan batuan / asteroid yang orbitnya mengitari matahari.

Pecahan batu asteroid disana umumnya memiliki ukurannya kecil, sedang dan jumlahnya sangat banyak. Seperti batu berserakan tapi membentuk lingkaran sangat besar. Asteroid Ceres ini memiliki ukuran paling besar dan terlihat dengan teleskop dari bumi.

Menurut penelitian, cincin asteroid tersebut berasal dari planet yang gagal terbentuk. Ketika planet Jupiter bergerak mundur menjauhi matahari, beberapa orbit protoplanet (cikal bakal terbentuknya planet) di dekat planet Mars tersebut terganggu, bertabrakan kembali dan gagal membentuk planet.

Lingkaran dari sabuk asteroid lainnya ada di sekitar planet Pluto. Disebut lingkaran sabuk Kuiper Belt berada setelah garis orbit planet Neptunus. Seperti Asteroid Belt, sabuk Kuiper belt memiliki lingkaran lebih besar lagi, mungkin 20x-200x lebih panjang dan terus memanjang sampai di belakang lingkaran planet Pluto.

Mengapa ada 2 sabuk asteroid terkumpul dalam bantuan kecil yang jumlah sangat besar.
Kembali melihat pembentukan sebuah tata surya. Terbentuk dalam waktu jutaan bahkan miliaran tahun. Sebuah bintang raksasa (asal mula matahari) pertama terbentuk, lalu membuat ledakan pertama. Lontaran debu dan gas di ruang hampa terdorong jauh sampai jutaan - miliaran km. Perlahan bintang yang tenang kembali tapi hidup menyala dengan sisa gas seperti sekarang ini (matahari sekarang)

Debu dan gas yang terlempar inilah dari sisa bintang raksasa akhirnya terkumpul kembali. Jadilah planet dan bintang utamanya adalah matahari, dan sekarang disebut tata surya.

Perlahan gas dan batu akan menyatu kembali. Dari ukuran kecil sebesar kerikil, lalu saling tarik menarik sampai membesar menjadi planet. Bila di sekitar planet juga terdapat kandungan gas, maka planet akan menjadi planet gas seperti Jupiter, Saturnus, Neptunus dan Uranus. Karena sifat gas lebih ringan, akan terlempar lebih jauh. Membuat planet gas lebih berada di tengah.

Ketika terbentuk planet, seperti Venus, Jupiter, Saturnus dan planet lainnya. Planet bumi juga terbentuk dari kumpulan debu, dan mengalami proses jutaan tahun sampai akhirnya membentuk bola raksasa seukuran bumi. Bumi adalah planet berbatu.

Masih ada sisa sampah dari planet yang gagal terbentuk menjadi besar. Karena tidak semua planet terbentuk sempurna dan berakhir menjadi sabuk asteroid.

Seperti perkiraan pembentukan dibawah ini.
  • Planet, terbentuk dari batu besar, lalu menarik batu kecil sehingga ukurannya semakin membesar.
  • Asteroid adalah tabrakan dari 2 batu besar dan keduanya pecah berantakan sehingga gagal menjadi batu besar. Serpihannya ini yang disebut Asteroid Belt
Seandainya kedua sabuk tersebut tidak terjadi tabrakan yang menghancurkan. Mungkin ada 2 planet yang ukurannya sudah sama besar masuk di dalam daftar planet di tatasurya kita.

Manusia tidak pernah tahu apakah sabuk asteroid suatu hari akan membentuk menjadi sebuah planet utuh kembali. Mungkin jutaan bahkan miliaran tahun lagi, itupun seandainya manusia masih ada.

Sekarang tersisa sebuah asteroid paling besar yaitu Ceres dengan lapisan luar berbentuk debu, lalu es dan paling dalam batu inti. Mirip seperti bulan tapi ukuran asteroid Ceres jauh lebih kecil.

Dibawah lingkaran asteroid belt / sabuk asteroid yang berada diantara Jupiter dan Mars.

Dibawah ini posisi sabuk Kuiper Belt berada di sekitar planet Neptunus dan Pluto




Ketika jaman dinosaurus, bumi pernah ditabrak meteor sebesar 10km. Ketika itu kehidupan bumi nyaris hancur dan musnahnya kehidupan dinosaurus. Walau belum dipastikan apakah meteor yang pernah menabrak bumi, akhirnya memusnakan sebagian besar dinosaurus. Tapi dampak kerusakan dapat saja seperti itu, dimana permukaan Bumi akhirnya tertutup debu yang disebabkan tabrakan meteor, dan dinosaurus kehilangan makanan karena tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintetis.

Bisa dibayangkan bila orbit asteroid Ceres terganggu dan lepas kendali dan mengarah ke bumi. Dampak tabrakan meteor seukuran 10km saja mampu menerbangkan debu ke atmofer dan menutup cahaya matahari masuk ke bumi. Bila ditabrak oleh asteroid sekesar Ceres, sejarah manusia mungkin tamat. Di bidang astronomi, Asteroid Ceres disebut juga Dwarf Planet atau planet kerdil.

Demikian juga terbentuknya bulan, diperkirakan dahulunya bumi pernah ditabrak oleh planet lain yang lebih kecil. Planet bumi tidak hancur dan planet lain yang menabrak akhirnya menjadi bagian bumi. Tapi tabrakan bumi dan Planet X juga berdampak dengan tersebarnya batuan ke luar angkasa.  Pecahan tanah di bumi yang terlempar tersebut menjadi bulan yang melingkar orbitnya di bumi.



Ceres adalah batuan kecil yang membengkak menjadi besar dan Ceres adalah asteroid yang ada di sekitar tata surya.

Sekarang keluar dari tata surya kita.

Planet berbatu terbesar Wasp 17B

Sebelum mengetahui ukuran planet berbatu terbesar yang pernah ditemukan. Kita perlu mengetahui bagaimana tata surya dan jenis planet terbentuk.

Secara umum pembentukan planet dalam tata surya kita memiliki 2 bagian. Planet bagian dalam dan planet bagian luar.
  • Planet dalam seperti bumi, Mars, Venus dan Merkurius umumnya berukuran lebih kecil dan disebut planet permukaan berbatu. Kandungan gas (seperti oksigen, hidrogen - atmosfer) di planet bagian dalam relatif sangat sedikit sehingga disebut planet berbatu. Jadi atmofer di bumi relatif lebih tipis.
  • Planet bagian luar umumnya berukuran besar posisinya lebih jauh dari matahari. Dan planet ini umumnya berbentuk planet gas seperti Jupiter, Neptunus, Saturnus dan Uranus. Disana mungkin intinya tidak berbeda dengan bumi, tapi gas yang dimilikinya jauh lebih besar.

Yang ini berbeda, penemuan planet Wasp 17B.
Karena planet ini ukurannya luar biasa besar dan memiliki kandungan material berbatu. Ditemukan di lingkar bagian dalam sebuah tata surya Wasp-17. Ukuran planet ini lebih besar dari Jupiter, mungkin 1.5 - 2x lebih besar dari Jupiter. Ditemukan tahun 2009, menjadi Exoplanet dan memegang rekor planet berbatu terbesar yang ditemukan. Benar benar sebuah planet berbatu dan sangat besar.

Jarak dari bumi ke planet Wasp 17B sekitar 1000 tahun cahaya. Planet Wasp 17B diperkirakan memiliki lingkaran 300 ribu km. Bandingkan dengan diameter Bumi yang memiliki lebar sekitar 12.742km.

Seandainya ingin terbang keliling dunia dengan pesawat komersil dengan kecepatan rata rata 800km perjam, di bumi saja membutuhkan 15 jam nonstop. Disana mungkin membutuhkan waktu 375 jam atau setara 15 hari baru bisa mengelilingi satu putaran planet.

Bentuk planet ini besar ini diperkirakan dengan permukaan berbatu, tapi ukuran besar menjadi tidak biasa besarnya menjadi keunikan dari astronomi. Bandingkan dengan Jupiter yang ukurannya juga besar, tapi planet Jupiter memiliki kulit luar (atsmosfer) berbentuk gas yang tebal. Jadi intinya tidak sebesar badannya yang terlihat bongsor.

Planet Wasp 17B , ukurannya sudah besar dan isinya di dominasi dari batuan. Gravitasi disana dipastikan sangat kuat dan manusia tidak mungkin tinggal disana. Seandainya bisa berdiri disana aja, tekanan atmosfer dan gravitasi tidak bisa membuat manusia bisa berdiri.



Bintang terbesar NML Cygni dan Canis Majoris

Masuk ke sisi bintang yang ada di galaksi Bima Sakti. Bintang di tata surya kita adalah matahari. Bisa dilihat link ini tentang Matahari terbuat dari apa
Melihat ukuran matahari terlihat sangat besar, menyala dan panas seperti tabung gas hidrogen raksasa.

Tapi tidak ada artinya bila melihat diameter kedua bintang yang ini. Masih berada di galaksi Bima Sakti. Beberapa bintang raksasa seperti bintang Cygni memiliki diameter 1.97 miliar km atau radius 823,4 juta km (bandingkan dengan diameter bumi yang hanya 12.742km) dan matahari hanya memiliki diameter 1,39 juta km atau radius 696 ribu km. .

Bintang kedua terbesar adalah bintang Canis Majoris yang hampir sama besarnya. Ukurannya setara 1650x dari rentang ukuran matahari. Bukan massanya, tetapi rentangnya atau panjangnya berlipat kali dari matahari. Dibayangkan seperti gas super dasyat besarnya, menyala, terbakar di ruang hampa. Hanya berdasarkan kepadatan, bintang Canis Majoris adalah bintang yang pernah diukur dan menjadi bintang terbesar yang pernah di temukan astronom saat ini.

Ukuran bintang seperti Canis Majoris tidak banyak di galaksi kita. Tapi tidak diketahui apakah ada bintang lebih besar dari  Bintang seperti Canis Majoris lain mungkin belum terlihat atau di galaksi lain.

Volume bintang NML Cygni memuat lebih 4,5 miliar matahari dan angka tersebut tidak salah. Gambar dibawah dengan titik kuning kiri atas adalah matahari (Sol = Solar). Dibanding dengan 2 ukuran bintang super raksasa tersebut.

Seandainya kedua bintang raksasa ini mengantikan matahari. Setiap hari manusia akan melihat cahaya bintang ini dan siang hari hanya tampak cahaya terangnya si bintang raksasa akan menghiasi langit. Karena kita akan tinggal di dalam bintang tersebut.

Karena salah satu bintang tersebut memiliki lingkaran bintang mencapai planet Saturnus.



Bintang terbesar yang pernah ditemukan di galaksi kita Canis Majoris

Walau ukurannya besar, cahaya bintang yang jauh maka cahayanya akan terlihat redup. Dari seluruh bintang terbesar, hanya 10 bintang yang terlihat paling terang di bumi. (- magnitude adalah kekuatan cahaya terlihat di bumi)
  • Sirius (-1.46)
  • Canopus (-0.72)
  • Alpha Centauri (-0.27)
  • Arcturus (-0.04)
  • Vega (0.03)
  • Capella (0.08)
  • Rigel (0.12)
  • Procyon (0.38)
  • Achernar (0.46)
  • Betelgeuse (0.50)
Berikutnya benda lain yang lebih besar diluar ukuran bintang dan planet