Perbedaan EarbBud vs Earphone vs Headset vs Headphone bentuk beda fungsi berbeda


Kategori : Technology | Date : 23 November 2018
Perangkat untuk mendengar musik seperti earbud dan earphone.

Kadang kedua peralatan dianggap sama, tapi dasarnya berbeda.

Earphone atau ear headphone memiliki disain bagian lebih memanjang dan masuk ke dalam telinga.

Sedangkan earbud ditempel di luar lubang. Entah apa tepat nama kedua alat ini, tetapi memiliki fungsi berbeda.

Earbud paling umum dijual bagi perangkat smartphone, musik player dan bentuk speaker kecil ini paling banyak dijual bebas di pasar.
Disain terbaru juga dilengkapi dengan karet atau busa.

Nama Earphone sebenarnya memiliki bentuk lebih menonjol, berguna untuk menutup suara dari luar.

Manfaatnya suara dari speaker tidak perlu disetel terlalu keras untuk terdengar ke gendang telinga.

Tidak ada batasan untuk nama dari earbud dengan tonjolan karet, earphone dengan ukuran speaker mini.

Model earphone klasik sebelumnya hanya menempatkan driver speaker kecil yang di selipkan di lubang telinga.

Tetapi perkembangan teknologi, busa kecil yang di disain untuk earphone model lama terlihat kurang. Sampai produsen menempatkan sebuah karet agar suara langsung masuk ke dalam liang telinga.



Model terbaru diberikan karet yang masuk ke dalam lubang telinga. Mengantikan busa, karena beberapa penguna kurang merasa nyaman dengan kualitas suara.




Headset
Lebih dikenal dengan adanya tombol pengatur. Seperti kontrol untuk volume dan mengaktifkan microphone.

Headset lebih umum dikenal di era telepon internet, atau VOIP. Dan jauh sebelum pengembangan smartphone Android.
Heaset seperti headphone, ukuran dibuat dengan driver speaker lebih kecil dan dilengkapi microphone.

Tetapi perkembangan jaman berubah. Headset dibuat dengan bentuk earphone dengan speaker kecil.
Dengan tambahan tombol menerima panggilan, dan dilengkapi microphone kecil yang terhubung ke handset ponsel model lama atau smartphone Android.




Headphone
Memiliki ukuran driver atau speaker lebih besar. Dikenal di kalangan audiphiles, perangkat ini juga dibuat bagi produk premium yang mencapai jutaan rupiah.

Driver dibuat besar, dengan pelindung busa besar, dan di tahan dengan sebuah lingkaran penjepit kepala.
Di kalangan gamer, headphone juga dilengkapi microphone dan suara Surround 3D.

Kelas headphone ini seperti Bose, AKG atau Shinheizer serta merek lainnya. Ada yang dirancang dengan kabel, atau dengan bluetooth.
Beberapa disain dibuat dengan speaker lebih kecil sesuai kebutuhan seperti lebih portabel, dapat dilipat dan di lepas pasang.






Sebenarnya tidak ada batas jelas yang membedakan antara headphone, earphone, earbud atau headset.
Pada umumnya dibagi antara :

Headset lebih dikenal untuk mendengar suara komunikasi, seperti headset untuk smartphone yang dilengkapi tombol dan microphone.

Earphone dan earbud. Umumnya memiliki kualitas lebih tinggi seperti kualitas suara, dan tidak memiliki tombol seperti headset. Walau disain terbaru sudah disertakan unit tombol agar earphone atau earbud dapat dimanfaatkan untuk mendengar musik dan menerima telepon. Nama earphone, earbud dan headset tidak dapat dibedakan lagi, tapi dibedakan dari fungsinya.

Headphone memiliki ukuran driver speaker lebih besar. Dari ukuran medium dan kelas antusias musik. Mengunakan driver besar dimana speaker dapat menghasilkan suara dari rentang rendah dan tinggi. Walau teknologi headphone premium dapat dikejar oleh kualitas suara eartphone.


Sebagian lain dibuat standar, tapi ciri utama pada driver dengan ukuran sedang dan besar.

Ukuran driver terkait dengan kualitas suara.
Besar speaker maka suara semakin besar, rentang bass atau suara rendah lebih ditampilkan
Semakin kecil maka suara cenderung menghasilkan treble lebih kuat. Kekurangan kemampuan suara rendah seperti bass.

Seperti produk AKG dibawah ini. Dapat dibedakan dari harga dan kualitas earphone vs headphone.

Harga mengikuti rentang dari kekuatan suara dan rentang frekuensi yang dihasilkan oleh driver.



Ukuran bukan harga. Sennheiser menawarkan model earphone Sennheiser IE 800S untuk kalangan Audiophile.

Dapat dilihat rentang frekuensi yang dihasilkan dari eartphone tersebut, termasuk suara nada sangat rendah dan tinggi.



Istilah yang benar Over Ear, On Ear, Earbud dan In-Ear
Over Ear, driver speaker besar lebih jauh dari daun telinga. Bentuk seperti mangkok, paling nyaman tetapi ukuran besar. Suara dari luar akan terisolasi.
On Ear, driver speaker lebih mendekat ke arah telinga. Tutup busa dibuat lebih tipis, disain kompak
Earbud, atau earphone. Driver speakr ukuran sangat kecil, portabel tapi tidak menutup lubang telinga seluruhnya, dan posisi driver berada di ujung lubang telinga.
In-Ear, mengunakan busa yang dimasukan ke dalam lubang telinga. Suara di sekitar praktis terisolasi
Disini lain, karet busa atau karet tidak termasuk dalam 4 kategori ini. Earbud dan In-Ear memiliki disain sangat mirip, hanya posisi atau jarak speaker kecil ke lubang telinga yang membedakan kedua nama tersebut. Lebih jauh disebut Earbud, menempel ke lubang telinga disebut In-Ear.

Batasan earphone, earbud, headset atau headphone tidak pasti, mengingat teknologi terus berubah. Dan pengembangan produk akan saling mengisi satu sama lain.
Kecil bukan berarti lebih murah, malah teknologi tinggi ada disana. Ukuran besar mungkin terlihat kuno, tapi lihat headphone diatas dengan frekuensi 10-25Khz ditawarkan dengan harga luar biasa. Karena salah satu teknologi suara seperti SPL Terlalu kencang hati hati telinga. Dapat dilihat kekuatan suara mencapai 110dB, setara mendengar konser rock.

Sisanya adalah lipstik dari kebutuhan teknologi, seperti noise cancelling, wireless atau bluetooth dan lainnya.

Sebaik apapun kualitas suara, ada baiknya tidak mendengar musik terlalu keras dengan perangkat ini. Untuk menghindari hilangnya pendengaran sementara waktu. Bila terlalu sering mendengar musik terlalu keras, dapat meningkatkan gangguan pendengaran permanen.

Earphone khusus untuk smartphone, tapi kualitas sedikit diatas standar earphone bawaan smartphone, yang umumnya hanya bersuara pas saja. Berbeda dengan realme Bud memiliki tingkat suara bas 160% lebih besar. Mengunakan driver 11mm.

Landasan pesawat dapat dibangun lebih dari 1. Bahkan landasan airport tersibuk memiliki 3 atau lebih landasan pesawat. Jarak antara landasan tidak kurang dari 1,3km bila dibangun paralel. Agar pesawat dapat landing bersamaan. Arus angin terlalu kencang, pilot harus memutuskan untuk mendarat di bandara lain.

Pertama kali manusia membuat roket pada tahun 1926. Hampir satu abad tidak berubah. Masih mengunakan bahan bakar padat atau cair. Biaya pengiriman ke ruang angkasa membutuhan biaya 10.000 dollar / kg. Beberapa konsep dan disain mulai muncul. Walau biayanya masih sangat mahal



Tesla dan Panasonic bekerja sama membangun pabrik Gigafactory untuk memproduksi baterai Lithium. Menghabiskan dana 5 miliar dollar dengan 6500 karyawan pabrik. Panasonic akan menyuplai bateari untuk Tesla.

Ini teknologi lampu kendaraan dengan teknologi OLED. Dapat bersinar, dimmer dan tampak efek futuristik.

Sean Zhang seorang profesor dari universitas Jilin, bersama timnya membuat tinta printer dari air. Disebut Hydrochromic Molecular Switches untuk kertas Water-Jet rewritable paper. Mengapa mereka mencari cara untuk menganti tinta printer dengan bahan ramah lingkungan.


No popular articles found.