Kaca basah tidak perlu wiper di kendaraan


Technology | 18 December 2013

McLaren mengembangkan kendaraan tanpa perlu windshield wiper untuk membersihkan kaca dari air hujan. McLaren mengunakan teknologi kaca pesawat jet tempur, dengan kaca yang tidak perlu dibersihkan dari air walau dalam kondisi hujan deras.

Ide ini sangat bagus, mengingat wiper di kendaraan terkadang tidak efektif membersihkan kaca dalam kondisi hujan lebat. Bagaimana kaca kendaraan dapat dibuat dengan teknologi anti air. McLaren mengatakan mereka tidak mengunakan cat khusus untuk pelapis permukaan luar. Tapi mengunakan sebuah frekuensi tinggi dengan sistem elektronik. Mengunakan gelombang frekuensi tranduser 30Khz saja.

Teknologi tersebut akan dipasang di kendaraan baru McLaren edisi 2015. Mungkin perangkat tersebut akan dijual bebas dipasarkan, dan pemilik kendaraan dapat memasang sendiri. Apakah teknologi frekuensi untuk wiper kendaraan efektif untuk menghilangkan salju dan debu di kaca, itu tidak dijelaskan oleh Mclaren. Tetapi dengan gelombang getar, dipastikan semua kotoran dihilangkan dari kaca. Teknologi tranduser sudah lama digunakan bagi industri.



Berita terkait
Perusahaan Corning pembuat kaca Gorilla Glass 6 untuk kaca smartphone. Data terbaru dari peneliti Toluna. Rata rata penguna smartphone menjatuhkan 7x smartphone mereka setiap tahun. Dan 50% jatuh dari ketinggian kurang dari 1 meter. Corning juga mengumumkan Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+.

Samsung Turtle Glass adalah kaca buatan Samsung sendiri. Dan sudah masuk ke merek dagang di Korea Selatan. Selama 5 tahun Samsung mengunakan kaca pelindung Samsung dari pabrik luar, tahun depan sepertinya berubah.



Pabrik kaca Sapphire GT Advanced Technologies akan digunakan untuk iPhone. Tahun ini diperkirakan mampu memproduksi 1,35-2,25 unit untuk ukuran 5 inch

Kyocera mengembangkan kaca Sapphire untuk smartphone. Lebih keras, tahan gores bahkan tahan terhadap goresan batu. Kabarnya iPhone 6 akan mengunakan kaca jenis ini.

Kaca smartpone dengan pelindung baru dari CU dan Nanofiber dikembangkan oleh universitas Akron. Kendala kaca smartphone saat ini hanya tahan gores, tapi tidak anti pecah ketika terjatuh.

Koenigsegg produsen super car mengunakan bahan carbon untuk beberapa komponen. Setidaknya ada 400 komponen mengunakan bahan carbon, dari bodi luar dan dibagian mesin. Mengapa tidak mengunakan besi, atau bahan aluminium di kelas mobil super car.

Canon berhasil mengabadikan kunang kunang atau Yaeyama malam hari. Mengunakan sensor baru 35mm CMOS yang sensitif pada Maret 2013 lalu. berbeda dengan sensor yang ada saat ini. Sensor Canon 35mm memiliki ukuran sensor Full Frame.



Dari Leylen Energy menceritakan bagaimana baterai Lithium diproduksi. Baterai buatan Leylen mampu bekerja pada suhu tinggi, sedangkan baterai lithium biasa hanya stabil pada suhu lebih rendah

Perusahaan satelit komunikasi Globalstar baru baru ini mengumumkan telepon satelit ringan. Dapat menerima panggilan telepon, SMS dan pengirim data. Kecepatannya tidak secepat GPRS atau 3G, hanya 28kBPS atau sekelas modem computer jaman dulu.

Asahi Glas (AGC) membuat perekat untuk ikatan kaca panel gadget seperti layar smarphone dan tablet. Sehingga layar lebih jelas dilihat. Perekat berbahan resin buatan AGC bahkan bisa dipakai untuk layar kerapatan tinggi seperti IPS.

Lebih tahan benturan dan lebih tahan gores. Pada demo ditampilkan kaca Gorilla Glass 3 ditekan dengan bobot sekitar 40 kg dan tidak pecah.

Kecepatan terbaru dapat ditarik sepanjang 6000km, dengan tranfer 100Gbps. Dalamnya kecil seperti batang lidi, tetapi bungkusnya sangat besar




No popular articles found.
< /body>