2013
Separuh penduduk dewasa Amerika meminim multivitamin. Harapannya agar tidak terkena penyakit jantung, kanker bahkan mampu meningkatkan otak. Apa benar multivitamin itu bermanfaat, menurut para ahli bukan untuk jangka panjang dan tidak menghindari penyakit bila hidup tidak sehat. Vitamin dan suplemen yang menjanjikan seperti itu hanya membuang uang, karena tidak bekerja.

Annals of Internal Medicine mengatakan, mengunakan vitamin suplemen untuk mencegah kondisi penyakit kronis hanya membuang uang. Vitamin dan suplemen di industri hanya sebuah anekdot. Ada yang membeli lalu mengatakan saya lebih sehat dengan vitamin ini. Jadi hanya ucapan saja.

Belum ada pembuktian bila meminum suplemen dan vitamin dapat bermanfaat untuk jangka panjang. Keduanya tidak bisa mencegah kematian, stroke, dan serangan jantung (ini yang disebut penyakit kronis). Sudah ada 3 studi yang melihat efek multivitamin dalam mencegah serangan jantung dan kanker.

Dari 27 penelitian yang melibatkan 450 ribu orang, ditemukan multivitamin tidak berpengaruh untuk mencegah penyakit jantung dan kanker.

Tetapi multivitamin dan suplemen boleh diminum untuk penganti gizi. Karena di Amerika memiliki makanan yang kurang sehat. Vitamin bisa menambah kekurangan dari makanan yang mereka konsumsi. Block mengatakan, multivitamin dan suplemen dapat menjadi pagar dari kurangnya gizi masyarakat. Seseorang yang melakukan diet seimbang mungkin ada asupan makanan yang kurang sehingga dapat dibantu dengan vitamin dan suplemen dari kurang nutrisi. Tetapi vitamin dan suplemen tidak dapat menutupi kebutuhan pola makan yang sepenuhnya buruk.

Vitamin D tetap dianjurkan karena membantu penguatan tulang. Serta kebutuhan Omega 3 termasuk DHA dan EPA.tetap baik dikonsumsi.

Mei 2017.
Seorang Dr dari Harvard mengatakan suplemen lebih berbahaya dari makanan olahan lain. Dibagian belakang label produk ada 2 kata yang membuat kekhawatiran dengan jantung. Yaitu Proprietary blend.
Di kata tersebut tidak mencantumkan apa rincian dari isi suplemen kata asisten profesesor kedokteran Harvard Medical School Cohen.
Mungkin produsen memasukan bahan tertentu tanpa ijin dan tidak sertai berapa jumlahnya.
Beberapa suplemen dikaitkan dengan peningkatan kanker tertentu, dan lainnya beresiko batu ginjal.
Produsen mengunakan standar GRAS atau aman untuk di konsumsi. Tetapi standar tersebut tidak digunakan untuk pengawasan.
Ada beberapa undang undang yang mengatur produk suplemen makanan. Tahun 1994 membentuk DSHEA untuk pengaturan label dan keamanan suplemen, dan peraturan baru tersebut untuk memastikan produsen membuat produk dengan baik atau standar GMP untuk pengujian bahan
Dibawah DSHEA, bahan yang tercantum ada yang tidak diungkap. Campuran Eksklusif tidak disertakan jumlah dan dalam kategori. Sebagai gantinya mereka mencantumkan total jumlah, dan mencantumkan ramuan yang tidak tertulis sesuai dengan berat. Disini masalah besar bila seseorang mengkonsumsi suplemen dalam hal dosis. Mungkin saja suplemen memiliki efek samping dan berdampak negatif bagi tubuh kita..

Dapat dilihat dari salah satu sampel produk. Kandungan tidak tertulis jelas dengan isi multisuplemen ini.

label obat multisuplemen tidak mencantumkan isinya

Kunci hidup sehat adalah diet dan berolahraga. Serta makan buah dan sayuran.

+ Informasi diatas dari kutipan singkat media di Amerika