Virus Corona Covid 2019 setelah 6 bulan


Green | 25 August 2020



Situs resmi pemerintah Indonesia Covid19.go.id

Situs resmi Pemprov DKI Corona.jakarta.go.id/id

Peta lokasi penderita Covid di Jakarta

Universitas John Hopkins membuat peta penyebaran virus Corona

Data setiap negara dari Google Covid


Penyebaran dari data CDC 29 September 2020
CDC badan penanganan penyakit menular Amerika mengambil data dari 11 fasilitas kesehatan.
7,8% orang dewasa terkena Covid, telah mengunjungi tempat olahraga / Gym dalam 2 minggu terakhir.
8,5%  pernah mengunjungi bar atau kedai kopi.
40.9% pernah makan di luar rumah atau restoran. Penyebab, dari ruangan tertutup ketika orang tidak mengenakan masker


Resiko terkena virus Corona CDC


WHO mengatakan angka kematian resmi mungkin lebih rendah dari jumlah sebenarnya.
Sampai 28 September 2020 tercatat 998.867 orang meninggal.
Amerika memakan kornan 204.825 kematian. Disusul Brasil 141.741 dan India 95.542.
Angka tersebut kemungkinan lebih besar dari perkiraan sebenarnya.
Misal di Amerika, jumlah 200 ribu orang mungkin lebih rendah 28% dari angka sebenarnya. CDC melaporkan sekitar 5.000 orang meninggal di New York pada Mei 2020, tapi tidak tercatat sebagai sakit Covid-19.

Mutasi Corona Virus D61G 24 September 2020
VIrus tidak memiliki pikiran sendiri, tapi alami berusaha untuk mempertahankan diri dan mencari inang sehat untuk mereplikasi.
Proses gen ketika melakukan pengandaan diri, kadang tidak sempurna. Hal itu membuat virus terjadi mutasi dan strain berbeda, atau sekedar kesalahan ketika melakukan mutasi dirinya sendiri..
Di Amerika ada yang disebut strain D614G, lebih menular dan lebih cepat menyebar.
Virus Covid-19 D614G terjadi modifikasi pada jarum atau korona yang ada di badan virus. Mengandakan dirinya lebih cepat, membuat penularan lebih banyak ketika virus mulai menyebar di udara.
Peneliti Houston Methodist Hospital di Amerika, menemukan pertama strain D614G dan sama seperti rincian mutasi yang ditemukan di Asia sebelumnya dan sudah dijelaskan seorang ahli Dr Anthony Fauci. Di kota Houston terdapat 2 strain berbeda.
Transformasi virus D614G tidak membuat virus lebih berbahaya, tapi lebih mudah menyebar. Virus merubah genetiknya, dengan asam amino yang dikenal dengan D asam aspartat mengantikan G glisin di area genom untuk mengkodifikasi mahkota bagian protein.
Walau antivirus sudah dikembangkan, peneliti virus Covid-19 masih terus berlanjut dan melihat perubahan genom virus yang bermutasi.
Asisten Dr Fauci yaitu ahli virologi David Morens mengatakan, virus bermutasi ketika berpindah dari satu populasi ke populasi lain.

WHO menyebut 13 September 2020 kasus naik
Pada hari minggu 13 September 2020 terjadi peningkatan dan rekor baru Corona. 307.930 kasus dalam 24 jam, India 34.372 kasus, Amerika 45.523 dan Brasil 43.718.
Mengalahkan rekor 6 September 2020, dengan 306.857 kasus. Jauh lebih besar dibanding rekor 17 April 2020 yang hanya 12.430 kasus.
India mencetak rekor global pada minggu kedua bulan September dengan jumlah 97.570 kasus dalam sehari menurut data Universitas Johns Hopkins.
India juga mengalami kiris oksigen medis, karena total kasus sudah melebihi 4,76 juta.
Israel melakukan penguncian nasional selama 3 minggu mulai 11 September 2020 setelah gelombang kedua meningkat. Dan menjadi negara pertama di duia yang menerapkan penguncian kedua nasional secara ketat. Warga tidak boleh pergi dari rumah sampai 500 meter, tapi masih di ijinkan bekerja dengan operasi kantor terbatas.

Serangan 4 hari Corona di uji dalam ruang lab (September 2020)
Gambar dibawah ini adalah SARS-CoV-2 atau Covid-19. Yang berbentuk seperti mie adalah Silia (Cilia), struktur rambut di permukaan sel saluran pernapasan.
Dengan pembesaran 1 mikron, hanya bagian silia saja yang terlihat. Tetapi gambar kanan terlihat bentuk virus Corona yang diperbesar sampai 100 nanomikrom.
Partikel virus Corona dibuat oleh Camille Ehre, asisten profesor di Institut Marsico Lung Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Utara.
Dengan mikroskop elektron diabadikan gambar kanan dan diterbitkan Rabu (2 September) di The New England Journal of Medicine.
Para peneliti pertama-tama menginfeksi sel saluran napas manusia dengan virus SARS-CoV-2 di piring laboratorium, dan kemudian memeriksa selnya. setelah empat hari.
Ujung untaian lendir yang seperti jaring, secara alami mulai terinfeksi Covid-19 berbentuk bola bola kecil. Dapat dilihat bagian runcing yang berbentuk paku disekitar bola atau dikenal dengan mahkota.


Mahkota tersebut digunakan virus untuk menyerang sel manusia.

Bentuk virus Corona Marsico Lung Universitas Carolina Utara


Ada gejala lain dari Covid-19 Agustus 2020
Seorang warga Hong Kong terkena 2 kali Covid-19 yang pernah tercatat. Pria berusia 33 tahun, pertama di rawat 29 Maret 2020. Setelah gejala mereda lalu di pulangkan 14 April 2020.
Infeksi kedua terjadi 4 bulan kemudian. Setelah pria tersebut kembali dari Hong Kong ke Spanyol melalui Inggris. Dinyatakan positif pada 15 Agustus 2020, dia dirawat di rumah sakit tanpa gejala.
Peneliti membandingkan genom kedua ternyata sedikit berbeda dari yang pertama dan dipastikan telah terinfeksi kedua.
Virus Covid-19 memang bermutasi secara alami dari waktu ke waktu.
Kedua, kekebalan tubuh perlahan juga mulai menurun atau tidak bertahan lama setelah terkena infeksi pertama. Anti bodi manusia biasanya akan bertahan selama 3 - 6 bulan. Pria tersebut masih memiliki kekebalan tubuh tampaknya menghasilkan antibodi yang membantu untuk melawan infeksi ulang.

29 Agustus, pria 25 tahun di Reno Nevada pertama kali dinyatakan positif April 2020.
    25 Maret - Gejala gelombang pertama, dia merasakan sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, mual dan diare
    18 April - Dia dites positif untuk pertama kalinya
    27 April - Gejala awal sembuh total
    9 dan 26 Mei - Dia dites negatif untuk virus pada dua kesempatan
    28 Mei - Dia mengalami gejala lagi, kali ini termasuk demam, sakit kepala, pusing, batuk, mual dan diare
    5 Juni - Tes positif untuk kedua kalinya, dan hipoksia (oksigen darah rendah) dengan sesak napas

Mark Pandori, direktur Laboratorium Kesehatan Masyarakat Negara Bagian Nevada mengatakan mungkin setiap kasus tidak dapat di generalisasikan ke publik.
Bila seseorang terinfeksi bukan berarti dia telah kebal.
"Itu sangat mengkhawatirkan," kata Dr. William Schaffner, pakar penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville.
Jika infeksi kedua datang, dikhawatirkan seberapa kuat kemampuan vaksin nanti.
Infeksi kedua sangat jarang, dari 37 juta kasus hanya beberapa saja yang terkonfirmasi.

Pendapat Dr. Michael Mina, seorang ahli epidemiologi di Universitas Harvard T.H. Chan School of Public Health, mengatakan temuan itu seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran.
Sebagian orang terinfeksi kedua dan tidak sakit, tidak perlu ke rumah sakit.
Bisa saja infeksi pertama yang tidak mengalami hal buruk, tetapi tubuh kurang mengembangkan respon imun yang baik.

Belanda, Hong Kong, Belgia dan Belanda juga mengatakan ada yang terinfeksi kembali, tetapi tidak terlalu serius.
Satu kasus di Ekuador mirip seperti gejala yang menyerang di Nevada Amerika tapi tidak sampai di rawat ke rumah sakit.

Peneliti USC menemukan urutan gejala dari Covid seperti batuk, nyeri otot, diikutti mual, dan diare. Kombinasi lain seperti sakit kepala dan gejala lain
Tapi paling umum diawali dari deman, disusul batuk, mual dan diare. Deman adalah gejala paling awal.
Disusul batuk sekali lagi, sakit kelapa dan mialgia menjadi tahap kedua.
Demam dan sakit kepala akan berlangsng lama dengan perbedaan yang tidak terditeksi.
Gejala tersebut dapat membantu gejala infeksi pasien dan dokter untuk memutuskan perawatan atau lebih cepat melakukan isolasi mandiri.
Gejala kedua umumnya lebih ringan, karena antibodi sudah dapat mengenal.



Dampak gagal ginjal masih diteliti
Alan Kliger, seorang spesialis ginjal dari Universitas Yale menyebut ada dampak buruk terhadap ginjal.
Resiko orang terkena Corona dapat menyebabkan perawatan dialisis
Ketika Corona melanda Amerika, 2 peneliti di New York menemukan 68 - 76% pasien yang dirawat intensif mengalami gejala kerusakan ginjal. Sebagian dapat pulih kembali setelah sembuh.

Disebutkan 1/3 pasien di ICU membutuhkan cuci darah untuk melakukan penyaringan darah seperti pasien gagal ginjal.
Tetapi Sonia Toure pasien 50 tahun yang pernah dirawat tanpa ventilator dan sembuh, harus melakukan dialisis, setelah sembuh.
Nadkarni dari koordinator universitas New York menyebut Sonia tidak memiliki masalah kesehatan serius.
Dia hanya mengalami batuk selama rapat kerja melalui online pada 25 Maret 2020.
1 hari dia mengalami sakit tenggorokan, demam tapi tidak memiliki gejala pernapasan seperti sesak napas.
Beberapa hari berikutnya, dia lebih banyak merasa demam panas disertai rasa sakit dan nyeri.
Sampai 7 April 2020 pergi ke rumah sakit dan dirawat 1 bulan.
Di rumah sakit Mount Sinai, dokter menemukan dia mengalami gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah.
Setelah pulang 12 Mei 2020. Keesokan harinya dokter memberitahu via telepon tentang kondisi ginjal.

Sebelumnya di ruang ICU, peneliti Ng mengatakan 22.7% orang yang dirawat mengalami cidera ginjal akut.
Tetapi hanya 4% ditemukan berada pada tahap 3 atau paling serius.
Suzanne Boyle, seorang nephrologist Temple, mengatakan dia tidak dapat memberi data statistik, tetapi rumah sakitnya memiliki "volume tinggi" pasien dialisis selama lonjakan COVID-19.

Dokter tidak yakin mengapa ginjal sangat rentan. Salah satu alasannya adalah banyak pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit yang sakit parah, itu berat bagi ginjal. “Pasien COVID yang sakit kritis sangat sakit,” kata Negoianu. Ginjal membutuhkan aliran darah yang kuat, tetapi aliran berkurang saat pasien mengalami dehidrasi atau memiliki tekanan darah rendah. Demam, mual, dan diare dapat menyebabkan dehidrasi. Pada awal pandemi, banyak pasien mungkin takut pergi ke rumah sakit, kata Ng. “Kami melihat banyak pasien yang sangat kekurangan cairan,” katanya.

Beberapa pendapat dari tim medis
Virus Covid-19 menargetkan sel ginjal. Seperti serangan virus masuk ke penyerap udara di paru paru, serta bagian hati.
Oksigen rendah, dapat menyebabkan masalah ginjal. Karena tingkat oksigen dalam darah turun, terjadi peumonia terlihat dalam beberapa kasus.
Badai sitoksin dari imunisasi tubuh dapat menganggu bagian organ tubuh penting termasuk ginjal khususnya dalam kondisi ekstrem. Sitoksin adalah protein kecil yang membantu komunikasi sel dalam tubuh seperti imunisasi dalam mencegah infeksi. Ketika mendadak terjadi ledakan sitoksin, juga berdampak ke ginjal.
Covid-19 berdampak dengan pembekuan darah. Ginjal seperti penyaring dan membuang cairain. Gumpalan kecil dari aliran darah dapat menyumbat bagian fungsi ginjal.
Dokter menyebut masalah ginjal menjadi peringatan dari medis bahwa perjalanan penyakit sudah serius.
Kerusakan ginjal bersifat sementara dan ginjal kembali pulih, tetapi tidak diketahui berapa banyak dari total pasien. Termasuk pasien yang tidak memerlukan dialisis atau yang sudah mendapatkan dialisis maka ginjal dapat pulih.

Apakah korona juga menyerang ginjal secara langsung, ini masih kontroversi dan belum ada bukti bagaimana dampak dari Covid-19.

Corona itu dapat bertahan lebih lama di udara dan gelombang pertama Juli 2020
Sejak Februari 2020 dunia terasa aneh. Sekarang melewati waktu 6 bulan sejak infeksi pertama diketahui.
Corona dibahas oleh media internet sejak Desember 2019 ketika menjadi virus misterius.
Januari 2020 sudah mencapai Amerika, walau jumlahnya dibawah 10 kasus. Dalam sekejap Eropa dan Amerika berubah dalam hitungan bulan.
Juni 2020 ketika banyak negara mulai melonggarkan aturan, terasa ada harapan palsu dan di beberapa negara kasus kembali naik.
Muncul orang tanpa gejala, yang menularkan dengan batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, menguap dan bernapas di sekeliling orang lain.
Penularan dari menyentuh benda , tapi CDC Amerika menyebut itu bukan sumber terbesar.
Orang yang tertular akan terlihat seperti terkena Flu, Covid19 tidak sama dengan flu. Walau keduanya menyerang pernapasan manusia.

Kenyataannya setiap orang memiliki gejala berbeda.
Pertama, gejala utama adalah batuk, demam, dan sesak napas. Kemudian, orang-orang mulai melaporkan kehilangan rasa dan bau, gangguan pencernaan, sakit kepala dan banyak lagi.
Mereka yang sudah pernah terinfeksi Covid dan sembuh, akan terasa seperti terkena Flu biasa untuk infeksi kedua.
Beberapa kasus, orang akan merasa kelelahan selama berbulan-bulan, diantaranya mengalami gejala hebat lain.

239 ilmuwan dari 32 negara mengirim surat terbuka ke WHO dikutip dari harian NYT. Seperti beberapa kali di ungkap oleh media. Aerosol yang terbang dapat menginfeksi manusia di satu ruangan yang tidak memadai. Media NHK juga telah mempublikasi video bagaimana ahli memperkirakan aerosol dapat terbang jauh di orang sekitar.
April 2020 lalu, 36 ahli tentang kualitas udara telah memperingatkan WHO. Tapi diskusi dengan ahli lain yang lebih mendukung kebersihan seperti cuci tangan. Membuat pendapat mereka tidak diperhatikan.

"Kami sudah tahu sejak 1946, batuk dan berbicara menghasilkan aerosol" kata Linsey Marr, seorang ahli dalam penularan virus melalui udara di Virginia Tech.
Tetapi percobaan dilakukan berada di rumah sakit dimana terdapat aliran udara yang baik. Berbeda dengan bangunan dengan ventilasi kurang baik. Biasanya putaran arus udara yang buruk dan terjad penumpukan disana.

Juni 2020 di Amerika infeksi Covid19 naik, tapi berangsur turun di pertengahan Juni.
Ahli Dr Anthony Fauci direktur institut Alergi dan penyakit menular mengatakan kita masih di gelombang pertama. Alasannya kurva tidak cukup merata untuk merespon sebelumnya.
Membuka ekonomi artinya orang akan saling berdekatan, tapi tidak semua orang mengenakan masker.

Kapan gelombang kedua.
Korea Selatan yang awalnya sudah bersih, menyatakan sedang menghadapi gelombang kedua. Karena kasusnya kembali meningkat setelah 2 bulan mendapatkan angka 1 digit.
Para ahli mengkhawatirkan ketika memasuki musim gugur, seperti perkiraan sebelumnya ternyata tidak tepat dari prediksi bahwa virus tidak banyak menyebar di musim panas.
Jika infeksi terus meningkat, mendorong rumah sakit ke ambang batas dan kemampuan mereka.

Juli 2020 Studi di Inggris mengumumkan imun tubuh terhadap Covid19 akan hilang dalam beberapa bulan.
Tim King College London menemukan penurunan tajam pada antibodi pasien setelah tiga bulan terinfeksi. Orang dapat terinfeksi virus kembali dari tahun ke tahun seperti virus biasa.
Dalam analisa NHS, menemukan tingkat antibodi dapat menghancurkan virus yang memuncak dalam 3 minggu setelah gejala timbul, lalu menurun cepat.
Test darah dilakukan dari 60% orang dengan antibodi kuat memuncak di pertempuran pertama. Tapi hanya 17% yang mempertahankan setelah 3 bulan berlalu.
Tingkat antibodi akan turun sebanyak 23x lipat selama periode 3 bulan. Dalam beberapa kasus antibodi pasien tidak terditeksi lagi.
Mengambil data kecil dari 65 pasien dan 6 petugas medis yang di tes positif, dan 31 staf lain yang mengajukan diri untuk pengujian antibodi rutin antara Maret - Juni 2020.

“Orang-orang menghasilkan respon antibodi yang masuk akal terhadap virus, tetapi itu memudar dalam waktu singkat dan tergantung pada seberapa tinggi puncak Anda, yang menentukan berapa lama antibodi bertahan,” kata Dr Katie Doores, penulis utama pada belajar di King's College London.

Prof Robin Shattock dari Imperial College London mengatakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti dapat tersedia pada awal tahun depan jika uji klinis berjalan dengan baik. Namun dia mengingatkan tidak ada kepastian bahwa vaksin apa pun dalam pengembangan akan berfungsi, dan mengatakan belum jelas jenis respon imun apa yang diperlukan untuk mencegah infeksi.

Tetapi Prof Arne Akbar, seorang ahli imunologi di UCL, mengatakan antibodi hanyalah bagian dari cerita kemampuan tubuh.
Ada bukti berkembang, katanya. Sel T yang diproduksi untuk melawan pilek dapat melindungi manusia juga. Pasien-pasien yang melawan virus dengan sel T mungkin tubuh tidak perlu mengeluarkan antibodi tingkat tinggi, tambahnya.

April 2020 lalu Badan Kesehatan Dunia -  WHO mengatakan orang yang pulih dari Corona tidak semuanya langsung imun dan memiliki antibodi melawan infeksi kedua.
Mengapa, Dr Mike Ryan direktur eksekutif program darurat WHO mengatakan tidak mengetahui.
Dari studi di Shanghai menyebut orang yang terinfeksi Corona. Beberapa orang tidak memiliki respon antibodi yang terditeksi, sedangkan yang lain memiliki respon sangat tinggi kata Dr. Maria Van Kerkhove dari ilmuwan WHO.
Peneliti lain mengatakan antibodi terhadap jenis virus umumnya akan bertahan selama 1-2 tahun. Bila terjadi serangan kedua maka antibodi lebih mudah menaklukan.

Kenyataannya, orang yang terinfeksi pertama tetap memiliki peluang terinfeksi yang kedua. Pria usia 50 tahun terkena Covid kembali pada awal Juli 2020, 3 bulan setelah terkena Covid pertama.


Infeksi pertama hanya batuk dan demam. Tetapi infeksi kedua lebih herat dengan kesulitan bernapas.
Pasien lain, 2 bulan pulih kata Daniel Griffin, seorang dokter dan peneliti di Universitas Columbia di New York. Infeksi pertama pulih setelah dilakukan 2 tes PCR dan negatif. Lalu sehat selama 6 minggu. Setelah itu terkena Covid kembali dari orang dewasa lain.
Sayangnya si pasien tidak mendapatkan tes antibodi ketika infeksi pertama. Dan peneliti tidak memastikan respon antibodi di tubuhnya efektit atau tidak.
Penelitian terbatas tersebut menunjukan tidak semua orang yang terkena mampu mengembangkan antibodi setelah infeksi.
Bila bukti tersebut benar, maka infeksi kedua bukan hal luar biasa lagi.
Bila seseorang pernah terinfeksi dan sembuh, lalu jalan jalan tanpa pelindung. Anggapan tersebut mungkin salah besar bila mereka merasa kebal..

Pembatasan kembali di beberapa kota awal Juli
Hong Kong awal Juli kembali memberlakukan pembatasan. Restoran tidak memberi layanan makanan dan hanya untuk diambil setelah jam 6 sore. Masker wajib digunakan. Pelanggan dikenakan denda $645. Disneylan Hong Kong kembali di tutup.
Filipina sekitar 250 ribu penduduk di Manila terkunci kembali untuk menekan laju infeksi. Setelah 57.000 kasus kembali muncul.
California meminta restoran, bioskop dan bar tidak beroperasi bila layanan di dalam ruangan. Termasuk penutupan sekolah kembali berlaku.
Wilayah Australia NSW naik 10.000. Memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan hanya 10 orang untuk berkumpul.
Inggris bersiap gelombang kedua

Golongan darah Juni, Oktober 2020
Orang dengan golongan darah O lebih sedikit mendapatkan Covid19, sedangkan golongan darah A lebih rentan menurut penelitian yang diterbitkan di seluruh dunia.
Golongan darah memainkan peran penting.  Data dari 23andMe perusahaan yang mengirim alat uji genetik pribadi untuk personal.
750 ribu peserta menunjukan, golongan darah O memiliki protektif terhadap virus. Peluang terinfeksi lebih kecil dari 9-18% ketika di uji dengan alat test.
Penelitian yang sama dilakukan di 2 negara dari Wuhan dan peneliti di Italia.

Dari CNN golongan darah O memiliki tingkat resiko lebih rendah terserang Covid yang parah.
Denmark 473.654 orang ditest Covid. 38,4% golongan O di tes positif.
Kanada dari 95% terkena Covid dan memasuki tingkat kritis. A atau AB mencapai 84% membutuhkan ventilasi mekanik. Sedangkan O atau B sekitar 61%.
Golongan darah A atau AB lebih lama berada di unit perawatan intensif, mencapai 13,5 hari. Sedangkan O atau B rata rata 9 hari sudah sembuh.

Kesimpulan, orang dengan golongan darah A beresiko tinggi dirawat di rumah sakit, dibanding golongan darah O atau B.
Penelitian sebelumnya dilakukan tahun 2005, ketika merebak SARS. 18 orang golongan darah O, 8 orang terinfeksi dibanding 26 orang golongan darah lain, 23 orang terinfeksi.
Penjelasan pertama
Golongan O memiliki sedikit faktor pembekuan utama, yang membuat mereka kurang rentan dengan masalah koagulasi atau pengumpalan darah yang menyebabkan keparahan Covid.
Penjelasan kedua
Antigen golongan darah mempengaruhi bagaimana tubuh memproduksi antibodi melawan infeksi.

Juni 2020
CDC Amerika
Badan kesehatan Amerika merilis pemeriksaan sendiri dengan BOT CDC
Dari gejala, dan perlunya pergi ke rumah sakit atau tidak.

Gejala dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar (berdasarkan periode inkubasi virus MERS-CoV).
     Demam atau kedinginan
     Batuk
     Napas pendek atau sulit bernapas
     Kelelahan
     Otot atau sakit tubuh
     Sakit kepala
     Kehilangan rasa atau bau baru
     Sakit tenggorokan
     Hidung tersumbat atau berair (gejala baru)
     Mual atau muntah (gejala baru)
     Diare (gejala baru)

Via CNN
Studi global menemukan bukti virus corona yang menyebar dari Eropa ke Amerika. Mutasi baru lebih mungkin menginfeksi manusia.
Tetapi tidak membuat seseorang menjadi sakit dari varian sebelumnya.

Studi yang diterbikan dari jurnal Cell mendasari apa yang harus dilakukan peneliti medis.
Bila vaksin yang dikembangkan sekarang ini virus lama, mereka juga harus melakukan percobaan untuk manusia, hewan dan sel.
Virus varian baru disebut lebih bugar dan lebih menular. Tapi tidak lebih buruk.

Varian G614 menunjukan telah mengantikan versi sebelumnya D614 yang menjadi epidemi di Eropa dan Amerika kata ahli biologi teoritis Bette Korber dari Los Alamos National Laboratory
 Lawrence Young, seorang profesor onkologi medis di Universitas Warwick di Inggris mengatakan ini kabar baik.  Walau G614 lebih menular tapi tidak patogen.
Pengujian sampel awal Maret 2020, varian G614 sudah jarang ditemukan di Eropa. Tetapi di akhir Maret 2020, frekuensinya meningkat di seluruh dunia.

Tim peneliti melakukan perbandingan urutan genom antara G614 dan D614. Varian corona G614 terlihat telah mengambil alih. Walau di kota Amerika seperti Santa Clara, California dan Islandia masih ad D614 dan tidak terganti oleh varian G.

Varian G berkembang biak cepat lebih cepat di saluran pernapasan seperti hidung, sinus, dan tenggorokan. Hal tersebut menjadi alasan mengapa penyebarannya begitu cepat.
Tetapi varian G lebih menular 3 - 9 x dibanding D.

Kita harus waspada, karena mutasi lain yang tidak biasa bisa saja datang diatas (G) yang satu ini


Jangan remehkan apa yang dilihat.

Dibawah ini laporan tim medis yang menangani. Mereka berada di garis depan. Untuk membantu tim medis baik dokter dan perawat. Sebaiknya kita tinggal di rumah adalah hal terbaik yang sangat membantu mereka.
Setidaknya mengurangi pasien yang harus di rawat.

Keevil, seorang peneliti mikrobiologi di University of Southampton (Inggris) telah 20 tahun mempelajari antimikroba terhadap bahan tembaga.
Dia melihat di laboratorium, bahan tersebut dapat mematikan patogen. Dan meneliti dengan MERS dan flu babi H1N1 di tahun 2009.
Tembaga dapat menghancurkan patogen dalam beberapa menit.

Keevil melakukan percobaan dengan Coronavirus 229E kerabat Covid-19. Yang menyebabkan flu biasa dan radang paru paru. Tembaga juga menghancurkan patogen tersebut. Walau dapat bertahan di permukaan kaca atau stainless steel selama 5 hari.



Stainless yang terlihat bersih ternyata tidak. Seharusnya materi ini sering dibershikan. Uniknya tembaga seperti mendisinfeksi setiap patogen.
Bahan tembaga seperti hadiah dari ibu alam kepada ras manusia yang telah digunakan selama berabad-abad kata Profesor mikrobiologi dan imunologi Michael Schmidt.

Tetapi Keevil melakukan pemeriksaan dengan kekuatan tembaga. Dia memeriksa pagar tua di Grand Central kota New York beberapa tahun lalu.  Dan bahan yang sudah seratus tahun disana tetap memiliki efek baik anti mikroba.
Tembaga memiliki susunan atom yang spesifik memberi kekuatan tambahan. Dimana elektron bebas berada di bagian luar atau sifat konduktor. Jadi fungsinya seperti granat oksigen molekuler.
Berbeda dengan perak dan emas, tidak memiliki elektron bebas, dan bahan tersebut kurang reaktif.
Tembaga juga memiliki cara meluruhkan patogen. Ketika patogen jatuh di permukaaan temaba. ion akan menghancurkan layaknya serangan rudal, mencegah repirasi sel dan melibangi membran sel atau lapisan virus. Yang paling penting, ion akan menghancurkan DNA dan RNA dalam bakteri dan virus. Serta mencegah mutasi yang menghasilkan superbug yang kebal obat.

Penelitian Michael Schmidt di danai oleh departemen pertahanan. Bagian medis dapat memanfaatkan materi tembaga, seperti tiang, nampan, sandaran kursi dan lainnya. Sehingga infeksi di rumah sakit dapat lebih rendah mencapai 48%.
Tetapi penelitian Schmidt terhenti ketika DOD fokus dengan pandemi ZIka. Dan dia mengalihkan perhatian bekerja di produsen pembuat tempat tidur rumah sakit dengan bahan tembaga.
Rumah sakit di North Carolina dan Virginia telah memanfaatkan bahan tembaga sebagai pelapis di 13 rumah sakit pada tahun 2017. Termasuk beberapa bagian seperti meja, rel tempat tidur.

China April 2020
China melaporkan masih ada 63 infeksi pada Rabu 8 April 2020, naik dari 62 orang yang dilaporkan hari Selasa. 62 orang di antaranya baru liburan dari luar negeri. 56 kasus barau tanpa gejala dan total kasus tanpa gejala mencapai 657 orang.
Setelah wabah menurun drastis, sekarang China fokus mencari orang yang yang disebut “silent carriers”, orang yang membawa penyakit tanpa gejala apapun.
Peraturan baru bila ada pasien tanpa gejala, harus dilaporkan dalam 2 jam. Dan mencari telah terjadi kontak dengan siapa saja harus di karantina selama 2 minggu.
Zhang Dingyu, presiden Rumah Sakit Jinyintan di pusat kota Wuhan melaporkan ada 14 pasien yang pulih, tetapi terus melakukan tes dan positif corona. Jadi kami tidak membiarkan mereka keluar, bila dianggap pulih dan boleh keluar dari rumah sakit adalah tindakan yang salah.
Virus mungkin sudah mati di tubuh pasien, tapi masih meninggalkan sisa di dalam sel. Zhang mengatakan sejauh ini ada pasien paling lama dirawat sampai 60 hari.

Jerman, sebuah universitas lokal mengatakan telah melakukan test dari 1000 responden dan melihat jejak dari test yang dilakukan.
Mendapatkan 1 dari 7 orang telah imun terhadap Coronavirus. Artinya ketika mereka terkena, tetapi tidak merasakan gejala sama sekali.

Italia April 2020
Setidaknya 60 orang medis termasuk dokter menjadi korban.
Perawat disana harus menghadapi tekanan akibat banyaknya pasien meninggal.

Amerika April 2020
Pekerja medis mengatakan situasi "gila". Corona begitu cepat menyerang pasien  dan mengejutkan dokter serta perawat veteran sekalipun, sementara mereka masih berjuang mencari cara menghentikan kemunduran kesehatan pasien kata Reuters

Pasien yang terlihat baik baik saja, ketika berbalik mereka mendadak drop dan tidak merespon kata Diana Torres perawat rumah sakit Mount Sinai New York dimana menjadi pusat pandemi.

Pasien yang terlihat sangat baik dengan kemampuan paru paru oksigen yang kuat dan mampu berbicara dengan baik. Mendadak dapat kesulitan bernapas dan beberapa jam kemudian memerlukan perawatan di ICU kata dokter darurat di New York-Presbyterian Hospital.

Perawat Emily 25 tahun di kota New York mengatakan disana mencapai puncaknya awal pekan April 2020. Ketika seorang pasien wanita 44 tahun, yang relatif sehat mendadak membutuhkan intubasi untuk dipasangkan ke alat pembantu pernapasan ventilator mekanik.

Wartawan AP Anick Jesdanun memiliki tubuh sehat, ikut lomba maraton. Terinfeksi dan meninggal.

Dr. Otto Yang, seorang spesialis penyakit menular di UCLA Medical Center di Los Angeles mengatakan perubahan pasien yang terlihat sehat dan mendadak masuk ke masa kritis diakibatkan antibodi bereaksi berlebihan. Disebut badai Sitokin, ketika tubuh memproduksi sel sel kekebalan tubuh, dan mengaktifkan senyawa sitokin. menyebabkan tekanan darah tinggi, kerusakan paru dan kegagalan organ tubuh.

Kepala ahli bedah Dr. Craig Smith dari pusat medis Irving Universitas Columbia mengatakan pasien dengan alat intubasi memerlukan waktu 2 minggu dengan ventilator

Laporan CDC Seorang pria di Chicago mengalami gejala ringan sampai sempat ke dokter. Tatapi dia hadir 2 kali dalam acara keluarga besar yang dihadiri usia 5 -85 tahun. Dia berbagi makanan dan berpelukan dengan 3 anggota keluarga lain dan membawa 4 orang mengalami gejala Covid 6 hari kemudian dan satu meninggal. Dan menularkan ke 15 orang lain, 3 anggota keluarganya meninggal, usia diatas 60 tahun, dengan diantaranya hanya satu yang memiliki masalah kesehatan jantung dan pernapasan. Semuanya terjadi di sebuah acara kumpul
keluarga selama 3 jam.

Infeksi di rumah ibadah, acara keluarga sampai pemakaman menjadi sumber penyebaran super kata Profesor Epidemiologi Mark Dworkin Chicago.
Sangat super ekstrim meminta masyarakat untuk tetap tinggal dirumah.

Rabu 8 April 2020, rekor korban tertinggi di kota New York. Dokter dan perawat senior mengatakan hran, dengan kecepatan kondisi pasien yang cepat memburuk sampai sekarat.
Angka resmi korban lebih kecil, dibanding angka di luar.

Dari JakartaPost. Para ahli dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) telah meminta pemerintah memberikan data yang akurat dan terintegrasi pada COVID-19 sehingga masyarakat tidak meremehkan gawatnya situasi.

"Informasi transparan tentang COVID-19 penting untuk memicu naluri bertahan hidup masyarakat, baik secara individu maupun kolektif," kata pakar komunikasi dan politik UGM Kuskridho Ambardi, Selasa.

Dodi menyatakan prihatin bahwa data saat ini yang disediakan oleh pemerintah pusat seperti meremehkan keparahan wabah, yang juga dapat mempengaruhi respons publik.

Dia mengutip pernyataan yang dibuat oleh juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo, yang mengatakan Kementerian Kesehatan hanya memberikan data terbatas kepada lembaga tersebut, dan data pemerintah pusat sering bertentangan dengan data pemerintah daerah.

Dodi juga menyebutkan beberapa lembaga survei telah mencatat bahwa jumlah kematian di Jakarta, pusat penyebaran COVID-19 di Indonesia, adalah sekitar 1.000 orang lebih dari rata-rata pada bulan Maret 2020.
Namun, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Jakarta hanya mencatat 144 kematian yang disebabkan oleh COVID-19.
Sebaliknya, pemerintah hanya mencatat data dengan bukti terkait dengan Corona.

Dodi mengatakan pemerintah perlu membuat satu situs yang dapat memberikan semua informasi yang diperlukan tentang COVID-19.
"Di Singapura, Kementerian Kesehatan menerbitkan data terperinci tentang pasien COVID-19, anggota keluarga mereka, dan riwayat perjalanan. Masyarakat membutuhkan informasi semacam itu," katanya.

WHO meminta pengunaan masker, Inkubasi Covid vs Flu

Badan kesehatan dunia meminta semua masyarakat mengunakan masker.
Kapan, ketika seseorang berdekatan dengan orang lain, mereka yang sedang batuk.
CDC Amerika menyarankan pemakaian masker, baik yang sehat atau sedang sakit.
Mengenakan masker bukan berarti aman, tapi dapat mencegah terkena mikro partikel yang menyebar.

Beberapa orang yang terinfeksi tidak (belum) memiliki gejala dan tanpa sadar menyebarkan virus ke orang lain; penutup wajah buatan sendiri dan kain lainnya dapat membantu mencegah hal itu.
Pada saat yang sama, orang yang memakai masker kain harus melakukan tindakan pencegahan yang sama termasuk menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketika flu, orang merasa sakit setelah 1 sampai rentang 7 hari
Infeksi Covid, yang terinfeksi baru merasa sakit dari 1 sampai rentang 14 hari. Disini masalah bagi mereka yang sudah terinfeksi, dalam rentang 14 hari dapat menginfeksi orang lain tanpa menyadari.
Secara bertahap orang yang sudah terinfeksi dan sembuh dengan sendirinya, menjadi imun dengan Covid. Sedangkan orang lain mungkin terinfeksi parah.

Menjaga jarak sangat penting, dirumah terbaik di lansir dari NHK World Jepang.
Penyeberan virus paling banyak terjadi ketika menyentuh benda yang sudah terkontaminasi. Kedua dari orang yang ada di dekat, dan orang di dekat batuk atau mengeluarkan cairan. Tranmisi tersebut dinamai Micro Droplet Infection

Tim peneliti mengunakan camera sangat sensitif, mampu menditeksi partikel 0,1micrometer.
Partikel bersin tidak semuanya jatuh, hanya bagian yang lebih besar jatuh lebih cepat tetapi beberapa partikel dapat berterbangan jauh lebih lama.

Ketika 2 orang saling berbicara, dan seseorang berbicara cukup keras. Dapat melepas Micro-droplet ke lawan bicara, tanpa lawan bicara merasa, atau terkena basah karena ukurannya sangat kecil dapat terhirup orang lain.

Seseorang yang batuk dapat melepas 100.000 micro-droplet disekitarnya. Dalam simulasi perhitungan, bagian besar dan berat akan jatuh dalam 1 menit, tapi ukuran pertikel kecil akan terbang sampai 20 menit menyebar dan terus mengambang sebelum jatuh ke tanah.
Micro-droplet juga dapat terbang, seperti melewati jendela



Jaga jarak ternyata efektif

Simulasi dari tim peneliti Belanda dan Belgia memberikan gambar visual seperti apa dampak penyakit dari manusia ke manusia bila jaraknya terlalu dekat.
Studi yang dilakukan seperti jarak orang berjalan, jarak antara pengemudi sepeda dan posisi orang berlari.
Untuk menghindari partikel terkecil jatuh ke orang di belakangnya.

Jarak 4-5 meter adalah jarak paling aman antara 2 orang yang berjalan beriringan
Jarak 10 meter untuk jarak aman antara 2 posisi orang berlari
Jarak 20 meter bila ada yang bersepeda cepat.



Virus Covid 2019 Maret 2020

28 Maret 2020
Para ahli mengatakan sinar dan panas matahari dapat membatasi perkembangan virus dan lamanya virus hidup. Tetapi kebersihan paling tepat dan efektif.
Dr John Nicholls, seorang profesor patologi di Universitas Hong Kong, mengatakan ada tiga hal yang tidak disukai coronavirus: sinar matahari, suhu dan kelembaban.
“Sinar matahari akan memotong kemampuan virus untuk hidup menjadi setengah, sehingga waktu paruh menjadi 2,5 menit, sementara dalam gelap sekitar 13 hingga 20 menit. Sinar matahari sangat bagus untuk membunuh virus, ”kata Nicholls.

Thomas Pietschmann, seorang ahli virologi dari Pusat Penelitian Infeksi Klinis dan Eksperimental Jerman, yang mengatakan coronavirus "tidak terlalu tahan panas, yang berarti virus cepat rusak ketika suhu naik".

Tetapi peneliti menganggap faktor hangat hanya menekan perkembangan. Yang penting berapa besar negara memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, dan seberapa cepat alat digunakan, dan paling penting proaktif masyarakat.
Secara umum virus dapat bertahan 5 hari di suhu 21 deg.C pada permukaan teflon, keramik atau metal. Dan plastik dapat mencapai 5 hari pada suhu 22 - 25 deg.C.
Dr Edsel Maurice Salvana, direktur di Institut Biologi Molekuler dan Bioteknologi di Universitas Filipina, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa korelasi langsung antara negara-negara yang lebih hangat dan penyebaran virus yang lebih lambat "adalah mitos".
Mungkin menonaktifkan virus lebih cepat jika berada di permukaan, tetapi tidak akan mempengaruhi orang-orang yang sakit karena menghirup tetesan dari batuk atau bersin seseorang," kata Salvana, yang juga seorang profesor Global Health di University of University. Pittsburgh di AS.
Dr Michael Chi Wai Chan, seorang ahli penyakit menular di University of Hong Kong, mencatat sementara aktivitas virus “sedikit lebih rendah dalam suhu yang relatif lebih hangat” seperti Indonesia, Filipina, atau bahkan India, “itu tidak akan benar-benar mempengaruhi ”penularan virus itu sendiri, yang menyebar di udara".
Tidak peduli berapa suhunya, kata Chan, yang lebih penting adalah bahwa individu mengamati kebersihan pribadi dan perlindungan yang tepat, "yang benar-benar mempengaruhi hasil" dari infeksi.

Chan, yang telah mempelajari wabah SARS tahun 2004, juga mencatat bahwa dibandingkan dengan Italia, yang memiliki lebih dari 9.000 kasus dan hampir 500 kematian, kota Hong Kong telah berhasil menahan penyebaran virus secara relatif efektif meskipun jaraknya dekat. ke daratan Cina.

Peneliti jengkel melihat anak muda mendapat informasi yang salah kalau mereka aman. Tidak ada yang kebal dengan korona.
Bahkan mereka dapat menjadi pembawa tanpa merasa terinfeksi. Semua orang akan terkena, hanya dampaknya berbeda.

Data statistik berdasarkan usia dan dampak

Usia 10-19 tahun.
Spanyol 221 kasus di rentang usia tersebut. 15 di rawat (7%), tetapi tidak masuk ke perawatan intensif. Masih menyisakan resiko di tingkat 0,4% meninggal.
Di negara Italia dan Korea. Tidak ada korban di kelompok usia tersebut.
Cina melaporkan hanya 0,2%.
Amerika hanya 1,6% dirawat. CNN melaporkan 22 Maret 2020, seorang remaja wanita 12 tahun di Atlanta, dirawat dengan ventilator.

Usia Dewasa rentang 20 - 29 tahun.
Tingkat 14% harus dirawat di rumah sakit
Dari 183 orang, 8 dirawat intensif atau 0,6%, hanya 4 orang meninggal 0,3%.
Italia dan Korea, tidak ada korban di usia tersebut.
CDC Amerika melaporkan rentang 20 -44 tahun, memiliki data sangat besar. 14,3% di rawat, 2% ICU.
Dengan korban 0.1%, sedangkan di Italia 0,3%, dan Korea 0,1%.

Usia sampai 50 - 69 tahun.
Dari 6045 kasus di Italia, dirawat 36%, 3,7% ICU, 1,4% meninggal. Disana terlihat dampak resiko bagi yang usia lanjut.
CDC melaporkan rentang berbeda dengan usia 45-54 tahun. Memiliki jumlah 21,2% dirawat, 5,4% ICU, 0,5% meninggal.
Rentang 55-65 tahun, 20,5% dirawat, 4,7% ICU dan 1,4% meninggal.
Rentang 65-74 tahun, 28,6% dirawat, 8,1% ICU dan 2,7% meninggal atau paling beresiko dan berakibat fatal.

Alasannya
Semakin tua usia seseorang, sel orang tua, sel mereplikasi dengan cara berbahaya, karena semakin banyak kerusakan yang menumpuk akibat  usia lanjut, dan semakin besar kemungkinan organ tubuh mampu berfungsi normal.

Terlebih mereka yang memiliki kesehatan kronis, membuat tubuh lebih sulit menangkal infeksi.
Di Italia dengan 105 pasien meninggal pada 4 Maret 2020, 2/3 orang ternyata memiliki penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Paling umum adalah hipertensi, di susul jantung dan diabetes. Kondisi penyakit sebelumnya dapat menekan sistem kekebalan dalam tubuh, dan tubuh menjadi rentang terhadap patogen.

Seperti apa infeksi Corona, tim peneliti dari Australia mendapatkan sampel. Dan melihat perkembangan virus tersebut dan merekam dengan mikroskop elektron.




Genetik mungkin jawaban ada orang yang lebih tahan (Maret 2020)
Beberapa orang mengalami sakit, tapi yang lain terinfeksi sampai kritis. Usia atau masalah penyakit bawaan menjadi resiko tertinggi dari pasien.
Apakah ada hubungan antara genom dengan variasi DNA.

Peneliti mencurigai protein permukaan sel angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang digunakan coronavirus masuk ke sel pernapasan.
ACE2 mengubah reseptor dapat dengan mudah masuk, atau lebih sulit ke dalam sel kata ahli imunologi Philips Murphy dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases.
Penelitian kecil tersebut mengambil sampel dari Eropa dan Amerika Serikat.
Selain varian genetik dari reseptor ACE2, para ilmuwan ingin melihat apakah perbedaan dalam gen antigen leukosit manusia, yang mempengaruhi respon sistem kekebalan terhadap virus dan bakteri, dan mempengaruhi keparahan penyakit. Dan beberapa penyelidik ingin menindaklanjuti sebuah temuan, yang dilaporkan oleh tim China dalam pracetak: bahwa orang dengan darah tipe O dapat dilindungi dari virus. "Kami mencoba mencari tahu apakah temuan itu kuat," kata ahli genetika manusia Universitas Stanford, Manuel Rivas, yang berkontribusi pada inisiatif Ganna.

3 Maret 2020 Face Mask atau Masker
Fungsi masker seperti dokter umum untuk melindungi semburan cairan pasien yang sakit. Tapi tidak melindungi orang dari partikel kecil.
Masker wajah seperti itu, dengan kain lebih umum digunakan untuk penahan debu di jalan. Layak digunakan ketika di tempat umum seperti di kendaraan umum.

Masker N95 respirator lebih tertutup. Mampu melindungi partikel di sekitar wajah sampai 95%.
Tetapi memakai master N95 tidak mudah, bahkan tim medis memerlukan waktu untuk mengenakan agar benar benar aman.
Masker N95 dapat menghindari kebiasaan tim medis ketika menyekat wajah mereka ke arah wajah, karena bentuknya tertutup ke wajah. Dan mereka juga dilarang menyekat mata (mengucek mata) dari tangan langsung.



Informasi dari CDC menyatakan tidak menjamin seseorang mengenakan masker dapat terhindari dari Covid-19.


Tentang Epidemik di jaman modern mengapa ditakutkan
Bila terjadi wabah di jaman modern, mengapa ditakutkan. Bila seseorang tertular flu babi atau flu burung, teman atau keluarga di rumah akan terserang penyakit menular. Lalu di seluruh daerah dan terus meluas ke kota lain. Bagaimana bila terjadi di negara maju.

Kita bisa melihat badan dunia WHO selalu memperhatikan kejadian wabah seperti flu burung. Begitu satu orang diduga terjangkit langsung mereka mengawasi perkembangan selanjutnya. Alasannya, bila satu orang terkena penyakit menular yang mematikan. Penyakit bisa menjadi wabah di kota lain dalam hitungan jam. Dan dalam hitungan hari sudah berpindah ke antar negara.

Bila orang terinfeksi memasuki pesawat, lalu transit dan berganti pesawat. Ceritanya menjadi lebih rumit karena penyebarannya menjadi lebih cepat. Bayangkan bila seseorang yang terinfeksi tapi tidak mengetahui sudah terinfeksi virus menular, lalu terbang ke Amerika pada hari libur besar. Menularkan ke seluruh penumpang di airport, dalam hitungan semalam akan menyebar ke seluruh kota.

Fisikawan Dirk Brockmann dan timnya membuat simulasi terjadinya flu babi dan mengambarkan penyakit ini menyebar dengan cepat.

Seperti gambar dibawah, dimulai dari Amerika lalu menyebar ke Eropa, Amerika Latin dan terus semakin jauh dengan jumlah infeksi semakin besar. Bila mendengar infeksi flu burung sedang melanda di dekat negara kita, ada baiknya bersiap diri. Ditakutkan wabah datang begitu cepat tanpa disadari. Seperti kasus di Hong Kong yang terkena impas flu burung.  Semoga tidak terjadi seperti waktu lalu, ketika virus menular ke manusia.




Bulan Mei 2013 pertama ditemukan kasus manusia terkena virus flu burung H6N1 dari seorang wanita di Taiwain. Salah satunya memeliki bebek, angka dan ayam, walau sumber virus belum bisa terdeteksi. Pusat pengendali penyakit di Taiwan mengatakan terjadinya kasus infeksi H6N1 menunjukan ketidakpastian virus influenza. Kemungkinan virus tersebut masih mampu bermutasi. Para ahli masih terus menunggu sejauh mana perkembangan virus baru tersebut.

Berita terkait
Banyak tipe masker, banyak masker N95 palsu. Bagaimana kita mengetahui keamanan masker yang dipakai, apa dampaknya. Sekarang kita dapat melihat dengan jelas. Tipe masker apa yang harus dikenakan, tidak begitu mudah. Mengunakan masker kain kadang membuat kita kesulitan bernapas. Peneliti menguji dengan cahaya laser

Update 27 Juni 2020 data pergerakan orang di Indonesia dari Google Community Mobility warga Indonesia kembali bersiaga. Melihat aktivitas masyarakat terkait pandemi.Mei 2020 Jakarta parkir turun drastis. Apa yang dilakukan oleh perusahan besar teknologi dan layanan online.



Produsen kendaraan Ford menemukan teknik untuk membersihkan kendaraan dari pategen. Tahap awal masih di uji coba dengan pemanas di kabin kendaraan. Kedepan bisa saja digunakan untuk kendaraan taksi online sebagai satinasi dari sistem pemanas mesin mobil.

Oksimeter atau Pulse Oxymeter adalah alat mengukur kadar oksigen di dalam darah. Alat tersebut meningkat penjualannya setelah banyak tim medis memberikan informasi pasien mengalami penurunan kadar oksigen. Tetapi apakah semua Oximeter memiliki kemampuan yang sama, dan cukup akurat. Cara kerja Oksimeter

Melihat benda yang sangat kecil seperti ukuran nanomikron tidak semudah melihat benda kecil dengan mikroskop biasa. Melihat bentuk nanomikron tidak dapat di lihat langsung bila objek terlalu kecil, karena tidak akan memantulkan cahaya. Gambar hanya di proyeksikan untuk ditampilkan ke layar dengan elektron..

Indonesia menyiapkan aplikasi Corona virus dengan aplikasi yang dapat menditeksi dan memantau orang dalam pengawasan. Inarisk App aplikasi resmi BNPB untuk penilaian mandiri. Pedulilindungi yang menginstall dapat mengetahui orang yang ada di dekatnya. WHO membuat aplikasi tentang apa yang benar dan tidak benar

Virus, disini bukan berbicara virus computer. Tapi kesehatan dan penyakit terhadap manusia. Virus memiliki kemampuan melakukan replika tapi membutuhkan induk atau inang sel. Hal ini membedakan antara virus dan bakteri. Media menyebut virus kolera, apakah virus dan bakteri sama.



Tahun berapa manusia hampir, apakah disebabkan penyakit atau bencana sangat besar. Perang Dunia pertama lebih buruk dibanding perang dunia kedua.Tapi lebih buruk ketika terjadi penyakit Black Death. Di jaman tersebut, manusia tidak memiliki obat dan laboratorium untuk memeriksa sebuah penyakit.

China belum mengirim sampel virus H7N9 ke rekan rekan mereka di luar negeri. Membuat badan kesehatan khawatir bila suatu hari virus kembali menjadi epidemi di seluruh dunia. Pemerintah China tidak berkomentar dengan sampel tersebut. Kerugian China menghabiskan 6 miliar dollar. Apakah keputusan lebih baik, Indonesia pernah mengalami hal serupa

Diawali sakit Klesiella Pneumoniae. bakteri atau bug menyerang melalui infeksi saluran kemih. Bakteri tahan terhadap 14 obat antibiotik yang ada di rumah sakit. 3 bakteri di waspadai adalah Acinetobacter Baumannii, Carbapenem dan Carbapenem. Super Gonorrhea belum ada antibiotik. Obat 40 tahun Octapeptin kembali di pelajari

Penyakit stroke bisa menyerang siapa saja, termasuk kalangan muda. Jennie Cosh, terserang stroke ketika sedang makan bersama orang tuanya. Serangan penyakit jantung dapat dipicu dari hal sederhana. Pria di kota Vermont usia 32 tahun terkena stroke tanpa tanda peringatan.

Apakah sabun anti bakteri lebih efektif menghindari seseorang terkena penyakit. FDA resmi melarang produsen mengunakan bahan anti bakteri. Bahan triclosan dapat menyebar khususnya resiten bakteri dan pencemaran lingkungan. Studi terbaru dapat menganggu jantung dan otot.

Epidemik Ebola, pengemudi menolak membawa sampel darah.  Tim sepakbola menarik diri, pengendara sepeda dari Sierra Leone merasa tidak sehat dan di periksa. Ketika orang jatuh di jalan, tidak ada yang berani menolong.

Ini ide menarik, untuk membuat pelindung masker ternyata bisa mengunakan botol plastik bekas. Lalu di daur ulang menjadi masker penutup wajah. Mengunakan gunting, pelindung dari potongan plastik



Kapal pesiar mewah Explorer of the Seas berlayar pada 21 Januari untuk rute 10 hari pelayaran bagi wisatawan. Tapi 600 dari 3050 penumpang sakit masal di kapal. Jadwal pelayaran dipercepat 2 hari dan kapal kembali ke New Jersey hari Rabu kemarin.

Kota Hamburg saat ini sedang merencanakan menghapus kendaraan dari kota dalam 15-20 tahun mendatang. Tujuaannya untuk membuat kota lebih segar, lebih sehat, dan lebih menyenangkan untuk tempat tinggal. Usulan dari rencana Grunes Netz atau Green

Ini cerita dari India, ketika orang sakit jantung biasanya terlambat di tolong. Terlebih kota Mumbai yang macet, sama saja  bencana bagi penderita jantung. Dokter di rumah sakit KEM beralih dengan sistem lain dengan teknologi internet.

Virus HIV / AIDS sudah kita kenal sebagai virus mematikan. Sampai saat ini belum ada obat efektif untuk menangkal HIV. Perlahan virus menurunkan antibodi manusia. Bukan hanya HIV yang berbahaya, Hepatitis masuk rangking 2.




No popular articles found.
< /body>