Timelapse Wyoming Wildscapes II ada petirnya


Digital | 10 December 2013

Si pembuat video ini mengatakan butuh 14 bulan jalan jalan. Salah satu foto terbaik mengabadikan petir di video timelapse ini. Belajar dari kesalahan video pertama, hujan es sampai serangga selama proses pengambilan gambar.

Hanya motivasi dirinya dan dukungan dari uang pribadi, sendirian di tengah hutan hanya mengabadikan pemandangan alam. Hasilnya pemandangan di Myoming dibawah ini.



Wyoming Wildscapes II from Nicolaus Wegner on Vimeo.


Berita terkait
www.obengplus.com/artikel/articles/147/1/GPICsync-mengabungkan-file-Foto-metadata-dan-GPS
www.obengplus.com/artikel/articles/117/1/Panolapse-untuk-video-Timelapse
www.obengplus.com/artikel/articles/115/1/Belajar-Sony-Vegas-for-Dummy-untuk-video-editing
www.obengplus.com/artikel/articles/119/1/OpenCL-mempercepat-rendering-video-dari-software-computer-dengan-CPU-dan-GPU
www.obengplus.com/artikel/articles/97/1/Adobe-Lightroom-for-Dummy
Fotografer Gavin Heffernan memiliki keahlian dalam foto stargazer. Bulan Mei lalu dia pergi ke Grand Canyon dan Valley Navago di Arizona. Hasilnya video 4 menit, gambar video galaksi yang dibuat memang indah dan tajam. Lengkap dengan pengalaman mencari tempat di hutan..

Navajo for Milky Way  dibuat oleh Gavin Heffenan dari SunchaserPictures.com.Dia pergi ke taman nasional Canyon dan Tribal. Lagi lagi dia mengabadikan pemandangan di malam hari dengan teknik Timelapse. Hasilnya sangat bagus, mendebarkan hati kata sebuah media



Kwon asal korea sudah mengumpulkan beberapa foto terbaiknya untuk video timelapse. Dari tahun 2009 sampai 2013, dari Korea, gunung Kalimanjaro, gunung Baekdu, Tanzania, Uluru Australia dan Yellowknife Canada. Memang niat

Daniel Stoupin membuat 150.000 foto dengan camera 22Mpix format RAW. Lalu dibuat video dengan resolusi 4K. Judul videonya saja sudah asik, kehidupan lambat. Fotonya mirip Alien, camera Canon 7D akhirnya blep

Randy Halverson membuat foto untuk time lapse sejak April sampai November 2013 di Dakota Selatan, Wyoming dan Utah. Cuaca tahun lalu agak susah ditebak, katanya. Ketika ingin mengabadikan galaksi malah mendapat awan dan petir.

Nathan Kaso membuat video tentang negara Selandia baru. Mengunakan 2 teknik dari video dan timelapse. Perangkat Canon 5D Mark III, motion control Emotimo TB 3 Black. Dia merubah firmware Canon dengan firmware MagicLantern.

Nicholas Buer membuat video di San Pedro Atacama di utara Chile. Dia keliling disana selama 12 hari dan nongkrong di ketinggian 2600m untuk mengabadikan landscape serta inti galaksi Bima Sakti. Musiknya sudah keren, gambarnya juga keren.



Media Airman Mag mendapat ijin masuk ke ruang teleskop Air Force Space Command. Teleskop di komplek ini untuk mengamati objek di sekitar bumi seperti satelit dan sampah diruang angkasa. Letaknya lebih dari 3000m dari permukaan laut, terletak di Haleakala.

Fotographer bintang Michael Shainblum mengatakan yang dibutuhkan hanya camera DSLR dan lensa Wide, tidak perlu teleskop untuk membuat foto bintang. Hasil fotonya bagus dan dia menceritakan pengalaman dari camera yang dimiliki.

Andrew Walker membuat video timelaspse dengan pemandangan alam di Montana dan Arizone. Dari 15000 foto pemandangan alam, video mendapat nilai dari staf Vimeo

Timelapse video The World Outside My Window dari jendela ISS ini dibuat oleh David Peterson. Diambil dari beberapa video yang diabadikan di ruang observasi ISS.

Bulan Mei 2012 Sungjin Ahn pergi ke Arizona, California, Nevada dan Utah. Disana dia mampir ke taman nasional Joshua Tre. Lalu dibuat sebuah video timelapse. Pohon Joshua hanya tumbuh di Amerika

Richard Gottardo harus pergi sejauh 400km dan mengambil foto sebanyak 1500 untuk mengabadikan penampakan aurora. Dibuat pada 9 November lalu. Video selama 2 menit dibuat di pegunungan Rockey.

Video timelapse Night Vision memiliki tema berbeda. Luke Shepard melakukan perjalanan di 36 kota dan 21 negara untuk mengambil beberapa gedung. Dia mencari dukungan dana dan terkumpul $20.000. Gambar videonya bagus




No popular articles found.
< /body>