Ketika perang dunia ke II berlangsung, Jepang memiliki armada kapal selam canggih (di era itu). Disebut kapal selam Sen-Toku, rencananya dibuat sampai 13 kapal selam. Hanya 3 yang dibangun dan masuk jajaran armada laut Jepang. 2 unit tidak selesai, 1 unit dirubah sebagai pembawa bahan bakar, 2 kapal selam saja yang beroperasi. Kapal selam Sen-Toku I400 sudah berlayar tahun 1943 dan ditengelamkan armada Amerika oleh USS Blue tahun 1945 di kepulauan Hawai. Satu lagi I-401 juga tertangkap oleh kapal perang USS Segundo dan tenggelam pada tahun 1946.



Cerita kapal perang I-400 boleh dibilang canggih. Memiliki panjang 122 meter, 4 mesin diesel, 2 motor listrik untuk penyelaman, kecepatan 18,7km perjam di permukaan dan 12km ketika menyelam, 8 ruang terpedo di depan dan belakang kapal. Di dalam kapal mampu menampung 144 awak kapal. Diatasnya dapat dipasang ketapel untuk pelontar pesawat.

Peneliti mencari dimana keberadaan kapal pearng I-400 selama 20 tahun. Kapal ini menarik dicari karena ukurannya yang besar sebelum era kapal selam nuklir tiba. Ditemukan di teluk Oahu Hawai dan terbenam di kedalaman 700 meter. Penemuan kapal ini secara tidak sengaja ditemukan tim Tery Kerby dari Hawaii Undersea Research Laboratory. Ketika alat sensor menditeksi benda yang dianggap batu besar, disanalah kapal selam tersebut tenggelam. Dengan mengunakan robot bawah air, terlihat deck crane, gantungan pesawat yang patah serta meriam diatas kapal selam.