Foto galaksi Bima Sakti terbesar yang pernah dibuat astronomi


Kategori : Stuff | Date : 4 December 2013
Astronom Nick Risinger umurnya 28 tahun mengeluti bidang foto astronomi. Kali ini dia membuat foto sangat lebar, objeknya galaksi Bima Sakti. Bukan satu foto panorama, tapi detil gambar di foto yang bisa di zoom dalam bentuk panorama 360 derajat.

Makanya disebut foto panorama 360 derajat, karena bidang yang diambil memutar lebar. Hasil foto dibawah ini bukan foto sehari jadi. Dia melakukan perjalanan ke beberapa daerah. Keinginannya di mulai dari bulan Maret 2010. Dia membuat 37.000 foto terpisah, lalu digabung menjadi satu foto panorama ukuran besar.



Bagaimana cerita mengagumkan upaya Nick membuat foto diatas. Jalannya cukup berat.
Maret 2010 dia dan saudaranya mencoba 6 camera astronomi kelas profesional untuk pekerjannya. Sayangnya dia harus berhenti bekerja pada bulan Juni dari perusahaan yang mengkontrak.

Dibawah ini camera yang dirancang khusus dengan sensitif sangat tinggi untuk astronomi



Setiap malam Nick dan ayahnya mengatur tripod searah rotasi bumi. Camera diatur mengambil gambar 20-70 foto setiap malam, dengan 3 gambar berbeda gelombang warna. Dimulai petualangannya mencari tempat lebih sepi, di Arizona, Texas dan California Utara. Satu sesi foto harus dihadapi seperti suhu dingin karena harus ke pinggiran kota dan bertahan selama 12 jam dengan pemanas kendaraan.

Setelah proses berhari hari mengambil foto, dia kembali ke Seattle. Bermodalkan belajar sendiri dari tutorial online, mulai proses pengabungan gambar. Foto asli di atas rencananya akan dijual, termasuk peralatan yang sudah digunakan. Dia berharap hasil kerja kerasnya dapat dilihat di museum atau planetarium.

Cerita Nick sudah ada di media astronomi sejak tahun 2011. Pembukaan halaman depan menunjukan sisi inti galaksi, bila diputar ke arah sebaliknya adalah bagian tepi galaksi Bima Sakti. Karena bumi memang berada di tengah lingkaran. Dan memperlihatkan si bintang raksasa Spica, Sirius, Canis Major, Aldebran, Anatares .

Foto yang dibuat sebenarnya ada diatas langit setiap hari. Dan titik kecil putih adalah bintang berukuran kecil


Tapi niatnya boleh diakui, setelah melihat link foto alam semesta dari galaksi Bima Sakti dengan zoom, pan, tilt dari foto aslinya di media.skysurvey.org/interactive360 (ketika di Zoom fotonya memang sangat dalam, informasi konstelasi di klik bagian [!])



Berita terkait
http://obengplus.com/artikel/articles/152/DeepSkyStacker-software-astronomi
Situs Blue-Marble adalah kumpulan foto yang diambil dari pencitraan satelit. Foto yang dikumpulkan hanya foto pada malam hari. Fitur situs ini digunakan oleh fotographer bintang. Dimana kota dengan polusi cahaya paling terang, Indonesia nomor 1 Jakarta dengan cahaya lampu buatan paling terang.

Matt Payne mengabadikan foto galaksi Bima Sakti dalam bentuk setengah lingkaran. Mungkin foto ini paling bersih karena bentuk cahaya bintang paling banyak.Galaksi Bima Sakti membuat foto 219 juta bintang, penemuan terbaru galaksi kita tidak rata seperti yang dibayangkan.



Nasa membuat gambar dengan 360 derajat, foto paling bersih sampai terlihat semua bintang di galaksi kita. Untuk membuat foto menakjubkan dari galaksi kita ini dibutuhkan 2 juta foto inframerah. Penemuan lain ukuran Andromeda dan Bima Sakti relatif sama

Astrophotographer Alex Merga berhasil mengabadikan galaksi Milky Way pada 7 Juni 2014. Ketika dia melakukan perjalanan dan pesawat melewati laut Atlantik dari New York dan London. Foto diambil dari ketinggian 10 ribu meter. Katanya ketika itu kondisinya sempurna tanpa polusi cahaya.

Michael Najjar seorang fotographer dan artis asal Jerman, memiliki karya unik dengan foto dan ruang angkasa. Itu karya yang baru, sebelumnya sudah membuat beberapa karya foto. Hasil karya agak berbeda, seperti peliputan di NASA

Astronomi Chat Powell mengambil foto ini, posisi galaksi Milky Way di Isle of Wight Inggris. Disana memiliki posisi sangat baik karena polusi cahaya sangat minim. Powerl mengatakan ke io9, dia mengunakan camera Canon 6D dengan 9 foto.

Fotographer Miloslav Druckmuller mendapatkan foto 2 galaksi di malam hari. Mengabungkan 13 foto untuk meningkatkan citra gambar. Akhirnya terbentuk 2 objek seperti awan, tapi bentuk tersebut adalah galaksi lain setelah Bimasakti.



Juara pertama dari Australia. Guiding Light to the Stars by Mark Gee (Australia). Menampilkan gambar galaksi Milkyway dan cahaya terang di sisi kanan dari cahaya lampu mercusuar. Ternyata kontestan yang ikut hanya 1200 orang

Alan Brock hanya bermodalkan camera Canon 7D dengan teleskop di rumahnya. Tampi mampu mengabadikan beberapa foto sekelas teleskop besar. Salah satunya objek galaksi Andromeda dan Nebula Orion.

Ketika anda berada di pegunungan Himalaya dengan ketinggian 7000 meter. Anda bisa melihat galasi Bima Sakti atau Milky Way. Anton Jankovoy melakukan pendakian di wilayah Annapurna mendapatkan pemandangan seperti ini




No popular articles found.