Armada pesawat udara tahu apakah harus terbang atau tidak. Mungkin di daerah tropis tidak banyak mengalami gangguan penerbangan dengan cuaca. Di daerah utara memiliki cerita berbeda.

Contoh terjadinya badai, cuaca buruk dari salju, angin dan hujan es. Dapat menghentikan semua penerbangan di Amerika dan negara Eropa. Pesawat dirancang mampu terbang dengan kondisi ekstrim, tapi ada kalanya harus dibatalkan.

Pesawat bisa terbang tetapi bandara melarang dan harus ditutup, jadi bukan pesawat yang terganggu. Pihak perusahaan airlines yang melarang untuk terbang dengan berbagai alasan, bila sudah diberikan peringatan oleh pihak operator.



Menurut FAA ada beberapa kriteria yang dianggap berbahaya.
  • Angin, dalam kondisi landasan kering pesawat mampu menghadapi Crosswind  (angin melintang dari arah landasan) sampai kecepatan 25 knot. Ketika landasan bersalju dan hujan akan membuat landasan sangat licin. Tingkat Crosswind akan diturunkan ke tingkat aman. Rem menjadi bagian penting dibanding mengandalkan pendorong mesin terbalik. Karena membalikan dorongan mesin tidak akan mampu menghentikan laju pesawat sampai di ujung landasan. Setidaknya angin harus di angka 5 knot ke bawah baru dianggap aman untuk pendaratan.
  • Salju. Ketika hujan salju turun terlalu besar dapat  menutup landasan. Bila salju sudah terlalu tebal maka pesawat besar  dengan kekuatan mesin besar tidak akan mencapai kecepatan ideal untuk terbang sampai di ujung landasan.
  • Hujan dengan suhu sangat dingin di sekitar landasan khususnya sudah mendekati titik beku. Pihak bandara akan menghentikan penerbangan. Alasannya setiap pesawat akan mendapat kumpulan salju atau es di badan. Peralatan penting seperti sayap dapat terganggu karena pembekuan es, dan pengereman tidak akan bekerja dengan baik.
  • Banyak bandara yang mengalami cuaca ekstrim harus menutup sementara jalur penerbangan. Lebih baik penumpang kecewa, dibanding mereka semua  hanya bisa berputar di udara karena pesawat tidak bisa mendarat.
Cuaca panas pesawat tidak bisa terbang.
Juni 2017 perusahaan Phoenix membatalkan 40 penerbangan. Karena suhu di bandara mencapai 119 deg.F atau 48 derajat C. Mengapa pesawat tidak dapat terbang ketika suhu ekstrem.
Tidak semua, tapi beberapa model pesawat seperti Bombardier CRJ ukuran sedang hanya mengijinkan terbang dengan suhu dibawah 48 deg.c.
Sedangkan pesawat berbadan besar seperti Airbus dan Boeing dapat take-off dengan suhu udara 52.deg C.

Sebelum kita bertanya mengapa pesawat tidak dapat terbang dengan suhu panas. Teorinya dijawab dengan ilmu fisika yaitu daya angkat.
Prinsip momentum mengatakan gaya angkat pada sebuah benda dengan laju perubahan momentum, dimana momentum adalah kecepatan massa.
Molekul udara akan melewati di bagian sayap pesawat akan memberikan momentum daya angkat keatas, dan bagian kedua daya ke belakang yang menahan.
Untuk menghasilkan daya angkat. Sayap pesawat harus menabrak lebih banyak molekul udara, tentu dapat dihasilkan dengan kecepatan laju pesawat atau membuat lekukan sayap pesawat agar lebih banyak menabrak udara. Ketika pesawat jet komersil menabrak dengan kecepatan tinggal landas, maka benturan molekul udara dapat menaikan sayap pesawat.
Seperti seseorang menyelam dengan memegang sayap, pada kecepatan dorong tertentu dapat meluncur di dalam air. Bila sayap di arahkan ke atas, maka air yang membentur sayap akan menaikan penyelam untuk naik dan turun. Air tersebut dapat disamakan dengan molekul udara.

Ketika udara semakin panas, partikel udara semakin renggang dan kerapatan udara semakin berkurang.
Seandainya di bandara tidak memiliki landasan yang cukup panjang, dan dalam kondisi suhu panas badan pesawat akan semakin lambat terangkat dibanding kondisi normal.
Membuat sayap pesawat lebih lebar agar molekul udara dapat ditabrak lebih banyak untuk menghasilkan daya angkat, sayangny tidak mungkin dilakukan oleh sayap pesawat tetap. Bandara dan perusahaan penerbangan memilih membatalkan penerbangan semua pesawat. Dibanding pesawat beresiko tidak dapat tepat terbang sebelum mencapai ujung landasan.

Dalam kondisi cuaca ekstrem, pesawat dapat melakukan beberapa cara bila memungkinkan.
Mengurangi beban barang bawaan pesawat, termasuk bahan bakar. Meningkatkan mesin untuk menghasilkan daya dorong lebih besar. Beberapa pesawat dibuat khusus dengan lebar sayap lebih besar. Membuat sayap tambahan dan pendorong after-burner tapi hanya untuk pesawat jet tempur.

Pesawat jet komersil akan mempertimbangkan beberapa faktor, dari beban, jumlah penumpang, tipe pesawat dan faktor lain. Bila suhu udara di bandara sudah mencapai 48 derajat Celcius.
Kedepan mungkin akan lebih parah, bila pemanasan global terus berlanjut.  Dari Climatic Change menunjukan suhu di seluruh dunia terus meningkat, dengan banyak gelombang udara panas yang terjadi.
Menurut peneliti, pesawat di masa mendatang mungkin tidak dapat tinggal landas dengan suhu panas, walau penumpang hanya terisi 10-30% kepasitas angkut.
Solusinya, penerbangan akan memindahkan jadwal terbang pada malam hari ketika cuaca lebih dingin.
Atau pengelola bandara harus menambah panjang landasan, untuk membantu pesawat memacu dengan kecepatan lebih tinggi untuk tinggal landas.
Terlebih bandar udara yang terledak di ketinggian dan sering mengalami gelombang panas.
Solusi lain, jumlah penumpang yang harus dikurangi. Untuk membuat pesawat jet komersil dapat terbang dengan beban lebih ringan.


Ketinggian landasan dari permukaan laut.
Seperti kondisi panas ekstrem di landasan. Landasan di ketinggian tertentu juga membuat pesawat kesulitan take-off. Karena udara yang tipis membutuhkan landasan lebih panjang dari landasan yang rendah seperti dekat permukaan laut.

Perbandingan pesawat takeoff cauca normal cuaca panas dan di 
ketinggian

Produsen pesawat membuat pesawat pesanan khusus untuk beberapa perusahaan penerbangan.
Model pesawat McDonnel Dougles DC 10-15 dirancang khusus untuk aeromexico dan Mexicana tapi hanya 7 pewawat dibuat.
Vickers VC10 pesawat tahun 1962 untuk penerbangan jarak pendek, memiliki kemampuan terbang dengan landasan pendek seperti di Asia dan Afrika.
Boeing 707-220 dengan mesin lebih kuat Pratt &Whitney JT4A tapi dibuat hanya 5 ke Braniff Airway, dengan pemakaian bahan bakar sangat boros.

Itulah alasan mengapa penerbangan diluar negeri terkadang dibatalkan atau memberlakukan keterlambatan sampai dianggap aman.

Info The impacts of rising temperatures on aircraft takeoff performance