November 2013
Seperti bom waktu, manusia seakan tidak peduli dengan keberadaan bumi.

Bila seseorang mulai mengurangi pemakaian kendaraan, mengecilkan AC, rajin mematikan lampu yang tidak terpakai. Dia tidak sendirian.

Para ahli sudah mengatakan jauh hari, cuaca ekstrim, panas menyengat akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Penyebabnya gas CO yang terus diproduksi manusia



Didanai PBB dan dibuat oleh Felix Pharand Deschenes memberikan penjelasan seperti apa kondisi bumi pada tahun 2100 nanti. Bisa dibayangkan betapa kacaunya yang kita lakukan sekarang. Video dibawah diambil dari laporan IPCC dan dibuat secara visual. Meningkatnya permukaan air laut, banjir, kenaikan suhu, sampai lapisan es di kutub mencair. Pada akhir abad ini diperkirakan suhu bumi akan meningkat 4 derajat C.

Bagaimana dengan Indonesia. Masih di rangking 34, lebih baik dibanding Amerika dan Kanada. Data dari Climate Action Network Europe dan Germanwatch, Jepang malah merosot ke posisi 50, Korea turun dari 53 ke 50.

10 negara berupaya memperbaiki CPPI. Tidak ada yang mencapai 3 besar. Tertinggi negara Denmark menduduki rangking satu, Inggris, Portugal, Swedia, Swiss, Malta, Perancis, Hungaria, Irlandia, Iceland, Belgia dan Maroko.

Di rangking 50 seperti Arab Saudi, Kazakhtan, Kanada, Iran, Estonia.

Negara Maroko sukses memerangi Global Warming. Langsung naik ke rangking 15 setelah program nasional tenaga surya. China walaupun menghadapi polusi luar biasa dibeberapa kota. Naik ke rangking 46 dengan banyak program dengan energi terbaharukan.



Data indek negara yang berkomitmen bisa dilihat via Germanwatch.org




Pemanasan global menjelang abad ke 21 nanti, rata rata suhu panas tertinggi dapat mencapai 29 hari.

Madrid Spanyol diperkrakan mendapat 8 hari pertahun menjadi 34 hari pertahun dengan cuaca suhu ekstrim setiap tahun. Beijing naik dari 9 hari menjadi 35hari.

Ini yang parah. India dengan ibukota New Delhi secara historis memiliki suhu 105 hari dengan suhu minimum 35 derajat C. Nanti lebih lama antara 137 - 200 hari dalam setahun. Hal ini dapat bertambah buruk bila negara di dunia tidak mengambil tindakan.

Suhu panas 35 derajat akan menganggu kehidupan masyarakat sehari-harinya. Apa yang terjadi ketika suhu panas meningkat
Rumah tangga lebih banyak mengunakan AC. amerika sendiri harus menaikan kapasitas puncak sebesar 7,2% pada abad ini.
Pangan, seperti produksi jagung dan kedelai di Amerika akan menurun drastis ketika suhu sudah mencapai 29 deg.C
Ketika suhu panas, telah diteliti dapat meningkatkan kejahatan dan konflik

Agustus 2017
Dimana daerah yang terkena perubahan iklim terbesar
Asia Selatan sepertinya tidak dapat dipulihkan pada tahun 2100. Berita yang dilansir dari Times

Suhu di Asia Selatan dengan jumlah penduduk terus meningkat tidak dapat menutup tingkat hunian di akhir abad ini. Bila tidak ada upaya manusia untuk menghentikan perubahan iklim.

Gelombang udara panas di wilayah Asia Selatan pada tahun 2100

Jurnal Science Advance menemukan 4% populasi di Asia Selatan diperkirakan harus siap menghadapi kondisi suhu panas dan kelembaban, dimana manusia tidak dapat tinggal dengan alat pendingin seperti AC. 3/4 populasi akan mengalami masalah seperti itu.

Di ungkap oleh penulis studi Profesor Elfatih Eltahir seorang ilmuwan teknik sipil dan lingkungan dari universeitas Massachusetts.
Bila kelembaban tinggi dan panas, pekerja tidak dapat bekerja di luar rumah untuk waktu lama. Ekonomi akan turun, dan produksi pertanian ikut menurun.
Dengan menurunnya produksi pertanian, tidak perlu melihat adanya gelombang disana untuk melihat manusia mampu bertahan.

Wilayah yang terkena dampak seperti India, Pakistan dan Bangladesh, sekitar 15% penduduk disana akan mengalami masalah. Dari cuaca ekstrem yang mematikan, termasuk kondisi gelombang panas yang terjadi tahun 2015 lalu dan menewaskan 2.500 orang.

Asia Selatan adalah wilayah teratas paling terancam. Dan negara di teluk Persia akan mencapai ambang batas suhu yang sama sekali tidak dapat dirubah pada tahun tahun 2100.

Kondisi ini dapat terjadi bila tidak ada langkah dari negara di dunia untuk menurunkan suhu di Bumi. Setidaknya mempertahankan tidak naik lebih dari 2% di tahun 2100.

September 2017
Profesor Veerabhadran Ramanathan, ahli dalam iklim dan atmofer universitas California melakukan perhitungan untuk mengetahui dampak pemanasan suhu bumi.
Bila suhu bumi naik 3 derajat Celcius, dapat menyebabkan bencana bagi manusia. Bila naik 5 derajat Celcius, konsekuensinya tidak diketahui, mungkin manusia tamat.

Bila bumi semakin hangat, dampak cuaca mematikan akan terjadi. Dari gelombang panas, angin topan, banjir dan kekeringan.
Dampak lain pada titik kritis, kenaikan permukaan laut akibat lapisan es mencair dan menyebabkan banjir di kota yang berada di tepi pantai.
Paling menderita adalah kaum miskin, ketika rumah mereka yang tidak memadai akan rusak oleh alam.