Hati hati teman di Facebook jangan jangan debt collector


Kategori : Security | Date : 17 November 2013
Ada yang meminta Add, wajah imut, cantik, tampan. Hati hati saja, jangan jangan teman itu adalah debt collector atau penagih hutang kartu kredit. Sudah lama media sosial menjadi tempat mata mata. Kalau kalangan muda saja gerah karena harus meng-add nenek, kakek atau orang tua sampai om mereka. Sehingga tidak bisa mengekpresikan dirinya lagi. Sekitar tahun lalu ada cerita lain kalau maling masuk ke rumah ketika pemilik rumah sedang pergi berlibur. Dari mana mereka tahu, ternyata dari Facebook. Penjahat sudah menunggu kapan si pemilik rumah akan pergi, sambil mengawasi postingan. Karena semua data di Facebook si pemiliknya terlalu terbuka sampai alamat rumahnya juga dicantumkan.

Kali ini dengan Facebook sebagai media sosial terbesar sejagat.  Tahun 2010 ada satu cerita dari Melanie Beacham dari Florida, dia memiliki hutang $362 yang belum dibayar atas kredit mobilnya. Perusahaan kredit mengirim pesan tagihan kredit ke Melanie melalui Facebook. Apakah salah bagi penagih hutang mengirim tagihan di Facebook, tentu saja salah karena ada aturannya menagih hutang ke konsumen.

Melanie yang masih kredit kendaran tentu saja marah setelah tagihannya dibaca teman dan keluarganya. Akhirnya berujung ke rana hukum dan Melanie menang karena privasinya terganggun. Tapi dia bukan orang satu satunya yang berurusan dengan tukang kredit.

Badan keuangan Amerika sudah melarang perusahaan financial menagih melalui media sosial. Tapi itu tadi tetap saja ada yang tidak membaca dan menagih ke media sosial sebagai penghubung ke konsumennya.

Beberapa  penagihan hutang biasanya melalui media Facebook, LinkedIn, atau Twitter untuk mendapatkan informasi. Seseorang boleh saja meminta keringanan untuk membayar 2-3 bulan dengan alasan tidak punya uang. Tapi di Facebook lagi asik berbelanja. Hal ini akan dijadikan bukti oleh penagih hutang.

Berhati hatilah dengan teman yang tidak jelas. Khususnya untuk akun media pribadi. Media sosial layaknya sebuah pusat data bagi pemasaran, informasi, profil pribadi atau perusahan, sampai debt collector dan penjahat juga memanfaatkan media seperti ini.

Termasuk profil seseorang di media sosial dapat digunakan  bagian penerima kerja untuk melihat kebiasaan, emosional, dan hal lain sebagai pertimbangan mencari pekerjaan. Sebaiknya memposting hal yang baik, sehat, menarik, keceriaan diri, sosialisasi pribadi dan memotivasi orang lain. Jangan kaget bila seseorang kesulitan mencari pekerjaan, disebabkan akun profil di media sosial kacau balau, dan lebih banyak memposting hal yang kurang baik.

Menahan diri untuk mengumbar hal pribadi seperti foto / video ke media sosial dan storage virtual di internet. Walau informasi atau akun dibuat pribadi, yang membaca belum tentu merasa apa yang anda kemukakan adalah hal pribadi. Tinggal print screen atau screen capture, dan gambar atau text sudah bisa di copy oleh orang lain.

Peretas curi foto Christina Hendrics dan Olvia Munn dengan pakaian minim. Ini pelajaran jangan pernah nakal di internet, termasuk perangkat smartphone dan camera. Salah salah foto pribadi bisa berpindah tangan dan diperlihatkan oleh orang lain.

Rusia memiliki kualitas paling tinggi diantara 3 daerah lain. 2 dari 5 penyerang paling dicari oleh Amerika adalah penjahat internet dari Rusia dan Latvia. Mereka yang pintar mencari uang dengan jalan ini, karena pendapatan seperti program disana tidak mencukupi

Setidaknya ada 65 website dengan tampilkan iklan untuk menyebarkan malware ditemukan peneliti Zscaler. Sebaiknya tidak mengunjungi nama website tersebut.



Hati hati mencari aplikasi untuk mempercepat smartphone Android. Seperti aplikasi tersebut malah menyerang computer dengan backdoor

Awalnya dibuat untuk memerangi kejahatan, berbalik sebagai alat politik.

Pernah mengenal software Crack, Keygen atau generator serial number aplikasi. Aplikasi untuk mendapatkan nomor seri dari software sehingga software aplikasi bisa dijalan penuh. Hati hati saja


No popular articles found.