Seperti apa sih galaksi Bima Sakti sebelum seperti sekarang ini.

Bicara galaksi loh, bukan bicara planet , komet atau asteroid. Nasa membuat 2 perbandingan gambar yang di dapat dari sebuah galaksi yang sangat jauh yaitu galaksi M33.

Bentuk galaksinya mirip dengan bentuk spiral,  bisa dijadikan perbandingan dengan galaksi kita sekarang.

Barisan cahaya tersebut adalah pusat galaksi kita. Tapi galaksi kita berbeda bila dilihat dari sisi atas, terdapat tonjolan di tengah galaksi dan membentuk 4 lengan berbentuk spiral.  Bentuk spiral galaksi Bima Sakti tidak persis sama. Ada 2 lengan utama yang besar, 2 lebih kecil. Satu lengan galaksi disebut Orion Arm. Dimana posisi tersebut bumi dan tata surya berada. Posisi lengan Orion Arm berada di tengah lengan utama yaitu Perseus dan Sagitarius.

Galaksi Bima Sakti diperkirakan memiliki bentuk spiral dan pipih seperti piring. Ukuran galaksi Bima Sakti memiliki bentangan sekitar 100 ribu tahun cahaya. Bayangkan sebuah piring yang sangat besar, satu orang berada di tepi sebuah piring dan kita berada di tepi yang berseberangan. Bila dia menyalakan lampu cahaya dari tepi galaksi, cahaya lampu baru terlihat ke tepi lainnya setelah 100.000 tahun lagi. Galaksi Bimasakti memang luas, walau bukan galaksi terbesar.

Bagaimana pembentukan sebuah galaksi.
  1. Dibawah ini, dari gambar pertama adalah bentuk galaksi Bimasakti yang sekarang. Banyak fotographer mengabadikan galaksi seperti ini. Sudah berbentuk garis dan muncul cahaya.
  2. Gambar kedua ada rekaan ketika galaksi Bimasakti masih mudah, mundur waktunya ke jaman dahulu sekitar 11 miliar tahun lalu. Ketika sebuah galaksi mulai membentuk. Jumlah bintang masih sedikit terbentuk.



Mengapa galaksi Bimaksakti lebih terang bila diambil gambarnya. Sedangkan rekaan waktu lahir malah lebih gelap.
Galaksi yang sudah matang / dewasa seperti Bimasakti, akan membentuk garis tebal. Karena garis dibentuk dari cahaya jutaan / miliaran bintang yang menyala.

Sebuah galaksi ketika masih muda, baru memulai terbentuk bintang tapi jumlahnya masih sedikit. Sehingga sebuah galaksi mudah masih terlihat redup dan bentuk bintangnya lebih kecil. Bintang muda yang baru saja bersinar tampak berwarna putih dan terkumpulnya nebula (gas raksasa) berwarna merah muda disekitar galaksi.

Menurut Nasa, dimulai dari pembentukan jutaan bintang di sebuah galaksi. Setiap tahun akan muncul bintang muda (baru). Diperkirakan rata rata 15 bintang terbentuk dalam waktu 1 tahun. Ketika galaksi mulai tua, mungkin hanya 1 bintang saja yang terbentuk setiap tahun. Walau angkanya hanya 15 bintang pertahun, sebuah galaksi melakukan evolusi jutaan bintang, karena waktu terus berjalan dan semakin banyak bintang baru muncul setelah miliaran tahun.

Nasa memberikan gambaran dari beberapa galaksi yang berhasil ditangkap. Dan dibandingkan dari tahun sekarang sampai 11 milyar tahun lalu. Bentuknya berubah dari rata rata berwarna kuning dan besar, semakin jauh diamati maka ukuran galaksi akan terlihat lebih kecil

Gambar sisi kiri adalah bentuk galaksi yang baru terbentu, semakin ke kanan maka umur galaksi semakin tua dan matang.



Kira kira seperti bentuk diatas ketika galaksi Bimasakti mulai lahir dan membentuk banyak bintang seperti sekarang ini. Jutaan bintang seperti Matahari, dan miliaran planet ada di galaksi kita sendiri. Sedemikan luasnya sebuah galaksi tetapi memerlukan waktu begitu lama sampai terbentuk seperti sekarang.

Bagaimana galaksi Bima Sakti terbentuk
Tim astronom Caltech menciptakan simulasi dengan computer, menjadi gambaran paling akurat yang membentuk galaksi kita. Bahkan sesuai perhitungan, usia galaksi kita lebih tua. Seharusnya galaksi kita dikelilingi oleh ribuan galaksi kerdil, tapi dalam simulasi menunjukan galaksi kita hanya terbentuk dari 30 galaksi kerdil saja.

Peneliti belum dapat memahani sifat sebenarnya materi gelap atau Dark Matter yang disebutkan ikut berperan dalam pembentukan galaksi. Tim Caltech menemnukan materi gelap bukan masalah dari perhitungan mereka dan materi gelap tidak berperan penting ketika galaksi Bima Sakti terbentuk. Ledakan bintang yang lebih kuat dapat menerbangkan bintang lain, bahkan galaksi kecil
Dibutuhkan 2000 computer untuk mengolah data, proses 700.000 jam CPU untuk membuat simulasi video dibawah ini. Bila dilakukan dengan satu computer, maka dibutuhkan 80 tahun untuk menghitung data.

Video dibawah ini dalam simulasi tabrakan galaksi kecil yang membentuk galaksi Bima Sakti dengan lebar 100 ribu tahun cahaya



Hasil simulasi terakhir dari kalkulasi simulasi computer, terlihat sama seperti bentuk galaksi kita saat ini.



Bagaimana materi galaksi Bima Sakti terbentuk
Setelah isi galaksi kita mungkin berasal dari tempat yang lebih jauh. Selain tabrakan antara galaksi yang membuat bentuk galaksi Bima Sakti menjadi spiral dengan 4 lengan bintang.
Diperkirakan isi galaksi kita memiliki angka tepat antara 580 miliar bintang.

Seorang Dr. Daniel Anglés-Alcázar, seorang ahli astrofisika di Northwestern University melakukan penelitian mengunakan supercomputer.
Dan memperkirakan isi galaksi kita bukan dari pengabungan galaksi saja.
Awal pembentukan alam semesta di mulai dari Big Bang, gas dan debu terlempar ke seluruh ruang alam semesta yang kosong.
Dari gas, dimulai terakumulasi dan menjadi gumpalan. Akibat tekanan besar gas akhirnya mencapai titik thermonuklir dan di mulai bentuk bintang pertama menyala dan seterusnya
Bintang yang kehabisan gas, akhirnya meledak, dan melemparkan isinya termasuk materi baru yang disebut materi padat.
Gas terakumulasi kembali menjadi bintang generasi kedua dengan materi padat. Dan seterusnya, dengan perubahan materi yang disebut tabel periodik
Pada miliaran tahun itulah bintang begitu energi, setiap reaksi bintang dapat saja memicu bintang dan gas yang terbawa ke luar dari ring galaksi. Sampai pindah ke galaksi lain yang lebih jauh.



Diperkirakan setiap galaksi kita bergabung dengan galaksi lebih kecil , menyumbang sekitar 10% massa Bima Sakti. Tetapi Angles mengatakan mungkin materi yang ada bukan dari gabungan galaksi itu sendiri
Ada konstribusi dari angin intergalaksi jauh lebih besar.  Ledakan supernova dari galaksi lain melemparkan debu dan gas atau jet dari galaksi ke galaksi lain. Walau sebagian besar terjadi ketika beberapa miliar tahun lalu.

Dr. Frank van den Bosch dari universitas Yale, dia tidak terlibat langsung dengan penelitian Angles. Tapi mengatakan setuju dengan kekuatan materi angin dari ruang angkasa yang tertarik masuk ke galaksi kita.

Selanjutnya bagaimana dengan Bumi dengan perubahan galaksi